Gemerlap Cahaya di Goa Selo Arum, Pacitan
PRABANGKARANEWS.COM || Pacitan – Sebagai kota dengan sebutan “Kota 1001 Gua” Pacitan mempunyai banyak sekali gua yang tersebar di seluruh wilayahnya. Baru-baru ini Pacitan kembali membuka tempat wisata berupa gua yang resmi dibuka pada bulan Mei 2022. Gua ini bernama Gua Selo Arum. Terletak di Dusun Beji, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku. Gua ini termasuk dalam salah satu wahana Beiji Park yang terkenal dengan spot foto dan suasananya yang asri karena terletak di wilayah hutan Mahoni yang membuatnya sejuk dan rindang.
Beiji Park sendiri sudah dikenal masyarakat lokal Pacitan ataupun luar Pacitan sejak satu tahun yang lalu. Walaupun sempat sepi karena pandemi Covid-19, pesona wisata alam Beiji Park selalu berhasil membuat para wisatawan tergiur untuk mengunjunginya.
Gua Selo Arum pertama kali ditemukan karena faktor ketidaksengajaan. Ditemukan saat proyek pelebaran jalan. Salah seorang tukang yang sedang mengebor batu tidak sengaja menembus dinding gua yang mengakibatkannya berlubang. Sejak saat itu, akhirnya gua tersebut diselidiki dan resmi dibuka sebagai wisata alam baru di Pacitan. Sebenarnya, rencana untuk membuka wisata ini sudah ada sejak dua tahun yang lalu namun, baru terealisasikan di tahun 2022.
Gua ini memiliki kedalaman sekitar 149 meter. Pembangunan dan pengerjaannya memakan waktu selama 3,5 bulan untuk membuatnya sempurna. Gua ini dirasa aman untuk anak-anak dan lansia karena bentuknya yang datar dan lonjong. Para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan stalaktit dan stalakmit yang luar biasa indah dan mempunyai bentuk yang beragam, ditambah dengan pancaran sinar lampu yang berwarna-warni. Masuk ke dalamnya seperti masuk kedalam dunia fantasi yang penuh dengan sinar yang masih khas dengan aroma batu dan air yang menandakan bahwa gua tersebut masih asri.
Hanya dengan Rp 17.000 saja pengunjung dapat masuk dan menikmati pemandangan gua yang indah. Tiket masuk seharga Rp 15.000 dan uang parkir untuk motor seharga Rp 2.000. Buka mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Lokasi gua yang dekat dengan jalan raya mampu memudahkannya untuk dijangkau oleh para wisatawan. Jalan menuju lokasi juga baik tanpa ada jalan yang rusak atau sulit dijangkau.
Saat tiba di pintu gerbang menuju pintu gua, pengunjung akan disambut oleh patung kera berukuran cukup besar dan tangga yang berjumlah 70 buah. 17 buah pada anak tangga pertama, 8 buah pada anak tangga kedua dan 45 buah pada anak tangga terakhir, sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun Indonesia merdeka. Di area tempat wisata sudah banyak fasilitas-fasilitas yang tersedia, seperti warung, toilet dan tempat duduk. Pemandangan disekitar gua menjadi incaran para pengunjung untuk berfoto dan berselfie ria. Suasananya yang rindang mampu membuat para wisatawan betah untuk berlama-lama di area Gua Selo Arum.
Namun, perlu diperhatikan saat masuk ke dalam Gua Selo Arum. Walaupun keadaan lantainya sudah di plaster, permukaan lantainya masih cukup basah dan masih ada lumpur di beberapa area dalam Gua Selo Arum. Tidak jarang pengunjung yang sedang terlena berfoto dan berselfie ria tidak sengaja terkena lumpur pada baju karena menempel atau menyentuh lantai dalam gua.
Seperti tempat wisata pada umumnya, pada saat hari libur jumlah pengunjung jauh lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Ini menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi bersama teman, sahabat ataupun keluarga untuk sejenak memanjakan mata dan raga karena pemandangan dan suasana yang mampu membuat diri merasakan healing yang sesungguhnya.
Oleh: Qisthi Maharani (PBSI_2022)
