Pacitan Tempo Dulu

Pacitan Tempo Dulu
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Pasar Arjowinangun sebagai pasar tertua di Pacitan dengan terminal taxinya banyak kenangan terutama dengan makan dan minuman.  Selain itu juga listrik dengan tenaga Diesel dengan voltase 110 V hanya sampai Arjowinangun dan sebagaian Sirnoboyo. Yang menjadi kenangan saat itu sudah banyak warga masyarakat yang mempunyai televisi tabung.  Untuk menyalakan butuh accu yang setiap minggu harus di struum di wilayah Arjowinangun.

Dokar kereta yang ditarik Kuda menjadi kendaraan vaforit masyarakat Desa di sekitar pasar untuk menjual hasil buminya.  Oleh sebab itu profesi sebagai kusir Dokar menjadi profesi vaforit saat itu.  Namun bagi yang tidak mampu naik Dokar biasanya menggunakan sepeda yang menjadi kendaraan umum masyarakat Pacitan.

Baca Juga  "Jum'at Berkah Mlipir Bareng" Eratkan Soliditas dan Kebersamaan

Jembatan Penceng sekitar tahun 1970-1n terlihat rumah almarhum Kepala SPG (Sekolah Pendidikan Guru).  Terlihat kendaraan yang lalu lanang saat itu becak, dokar, dan sepeda menjadi primadona masyarakat Pacitan.  Bagi yang kaya saat itu mengendarai sepeda motor.

Wilayah Baleharjo, sekarang Jl. Ahmad Yani Pacita.  Pohon beringin dengan Benteng peninggalan Belanda menjadi saksi.  Rumah Sakit Pacitan berada di sebelah kanan jalan. Jalan sudah lebar saat itu dengan sepeda warga yang lalu lanang dengan sesekali becak mengantarkan penumpang.

Apalagi saat jam 06.30 WIB jalanan penuh sesak dengan sepeda siswa yang berangkat ke sekolah.  Semoga foto kenangan ini bisa mengingatkan saudara Pacitan yang sekarang tinggal di luar daerah.  Bahwa kita punya kenangan indah dengan kesederhanaan dan optimisme kita mampu untuk menyongsong Pacitaan yang lebih maju. Amiin YRA

Baca Juga  Tayub sebagai Tradisi Guyub dalam Kehidupan Masyarakat Punung-Pacitan (Dana Indonesiana 2025)