Syarat Menjadi Sarjana Berkualitas

Syarat Menjadi Sarjana Berkualitas
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Kualitas sarjana di Indonesia belum semuanya memenuhi standar yang diinginkan dunia industri. Menurut data Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (2018), jumlah pengangguran bergelar sarjana mencapai 630 ribu orang atau sekitar 8,8 persen dari angka pengangguran di Indonesia yang mencapai tujuh juta orang. Apalagi banyaknya lulusan  dengan predikat cumlaude namun mereka bingung setelah lulus apa yang akan diputuskan.

Kualitas lulusan dari Universitas A dengan akreditasu unggul pasti untuk mendapatkan nilai juga akan sulit.  Trrkadang sampai lulus ada beberapa mata kuliah walaupun diulang beberapa kali masih tetap D. Namun bagi Perguruan Tinggi dengan akreditasi B atau C untuk mendapatkan nilai A begitu mudahnya.

Baca Juga  BPOM Pastikan Keamanan & Efektivitas Vaksin COVID-19 Sebelum Diedarkan

Untuk menjawab permasalahan tersebut, kualitas sarjana harus ditingkatkan. Bagaimana caranya? Berikut ini empat syarat untuk menjadi sarjana yang berkualitas dan berkelas:

Memiliki prestasi akademik yang baik

Indeks prestasi adalah salah satu bukti pencapaian seorang sarjana selama kuliah. Prestasi akademik akan diperhitungkan oleh perusahaan pencari pekerja. Selain itu, indeks prestasi yang baik sangat bermanfaat bila seorang sarjana ingin mencari beasiswa pascasarjana. Namun harus bersaing dengan lulusan-lulusan dari PT ternama di Indonesia. Hal inilah yang akan menentukan mutu lulusan sebuah Perguruan Tinggi.

Membangun jejaring yang luas

Tugas utama mahasiswa memang belajar. Tapi jangan lupa untuk membangun jejaring yang luas. Aktif di organisasi atau mengikuti berbagai kompetisi tingkat mahasiswa bisa menjadi jalan untuk memperluas jejaring. Manfaat jejaring luas ini akan dirasakan saat memasuki dunia profesional.

Baca Juga  Jagong 5 Wayang Beber: Misi Jaka Kembang Kuning dan Tawangalun, Menghadirkan Kabar Tentang Dewi Sekartaji ke Kerajaan Kediri

Mempunyai skill mumpuni

Seorang sarjana juga diharapkan memiliki skill mumpuni, baik hard skill maupun soft skill. Hard skill bisa didapat dari bangku kuliah. Bisa juga dari workshop yang sesuai dengan minat. Untuk soft skill seperti kemampuan berkomunikasi, kerja dalam tim, empati, dan lainnya bisa diasah melalui organisasi dan kegiatan ekstra kampus lainnya.

Memiliki visi yang jelas

Visi biasanya menjadi pembeda lulusan perguruan tinggi dengan lulusan pendidikan di bawahnya. Sarjana berkualitas sudah seharusnya memiliki visi yang jelas, baik dalam membangun karier maupun dalam pengabdian masyarakat. Visi inilah yang bisa mendorong perubahan besar dan positif dalam masyarakat.