” Aksi Peduli Berbagi” Kolaborasi Ormawa STKIP PGRI dan Laznas LMI Pacitan
PRABANGKARANEWS.COM || Pacitan – Beberapa pekan yang lalu, kota dengan sebutan “Kota 1001 Gua” dilanda hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor pada beberapa daerah di Kabupaten Pacitan. Dampak yang ditimbulkan cukup banyak. Rumah, tanaman siap panen, jalan yang tertimbun longsor dan lain sebagainya.
Adanya beberapa bencana yang terjadi, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) STKIP PGRI Pacitan berkolaborasi dengan Laznas LMI (Lembaga Manajemen Infaq) Pacitan untuk membantu sesama dalam aksi Peduli Berbagi. Aksi ini diwujudkan melalui galang dana dari setiaporganisasi mahasiswa STKIP PGRI Pacitan dan Laznas LMI Pacitan yang di buka selama kurang lebih 21 hari. Donasi yang terkumpul disalurkan kepada masyarakat yang terdampak tanah longsor di daerah bagian timur Kabupaten Pacitan.
Penyaluran donasi dilaksanakan pada hari Rabu (02/11/2022) di empat dusun di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tepatnya di Dusun Mukus, Dusun Pucang Palet, Dusun Margodadi dan Dusun Dilem. Kegiatan ini disambut baik oleh perangkat desa dan masyarakat sekitar.
“Saya mendapatkan informasi terkait bencana disini dan beberapa warga yang terdampak longsor yang kebetulan belum mendapatkan bantuan,” ujar Mariyatul Fitritah selaku manajer dari Laznas LMI area X Pacitan-Ponorogo.
“Meskipun agak telat, alhamdulillah Allah masih memberikan kami kesempatan untuk datang kemari,” lanjutnya.
Keadaan rumah warga yang terkena longsor cukup memprihatinkan. Beberapa teras rumah ambruk, bangunan retak, beberapa tembok jebol, beberapa belakang rumah tertutup longsor, beberapa bagian rumah menggantung, beberapa kamar mandi tertimbun longsor dan salah satu dapur warga yang juga tertimbun longsor hingga perabotannya pun ikut tertimbun. Terlihat banyak terpal untuk menutupi tanah yang longsor sebagai upaya pemerintah desa agar dapat meminimalisir tanah yang semakin turun saat hujan deras kembali melanda.
Yusuf Mukib, presiden mahasiswa STKIP PGRI Pacitan menyampaikan, “Kegiatan kita pada hari ini dilandasi dengan kepedulian dan juga kepekaan terhadap kondisi sesama yang sedang dirundung musibah tanah longsor. Terima kasih sudah di berikan kesempatan kepada kami mahasiswa untuk mengaktualisasikan peran dan tugas kami sebagai mahasiswa di lingkunganmasyarakat.”
“Harapan yang ingin dicapai melalui kegiatan ini adalah bagaimana bantuan dan juga uluran tangan yang kami berikan semoga bermanfaat dan bernilai barokah,” lanjutnya.
Sebanyak 3 orang tim dari Laznas LMI dan 10 orang tim dari Ormawa STKIP PGRI Pacitan yang diwakili oleh Badan Eksekutif Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan, didampingi oleh 3 kepada dusun dan beberapa perangkat desa, sebanyak 30 paket sembako berhasil disalurkan kepada keluarga yang terdampak tanah longsor. Dalam pelaksanaannya tidak ada kendala yang berarti. Penerima bantuan merasa sangat terbantu. Dengan adanya bantuan sembako ini diharapkan dapat menambah semangat bagi para penerimanya. Donasi dari para donatur dapat menghadirkan senyum bahagia penuh syukur. Yang sedikit dapat memberikan banyak manfaat bagi mereka
yang membutuhkan.
“Yang bisa kami sampaikan hanyalah terima kasih, semoga amal baiknya di balas lebih oleh Allah SWT,” ungkap salah satu penerima bantuan.
Kembali pulihnya daerah terdampak longsor adalah harapan dari semua pihak. Aktivitas masyarakat kembali pulih, masyarakat tidak terus dihantui rasa khawatir. Pemerintah desa juga sedang mengusahakan untuk selalu melakukan pengawasan dan perbaikan bagi daerah terdampak tanah longsor. (Qisthi-Maharani-PBSI-STKIP)
