Menakar Cagub Potensial PDI Perjuangan Sulut 2024
PRABANGKARANEWS.COM || P3S dan Esensinews.com selenggarakan webinar dengan topik “Menakar Cagub Potensial PDI P Sulut 2024, dilaksanakan mulai pukul 15.00 WIB, hari Jum’at (2/12/2022).
Webinar kali ini P3S mengundang narasumber Jerry Sumampouw dan Jerry Massie dengan moderator Rikardo Marbun.
Rikardo Marbun sebagai moderator memberikan kesempatan kepada pembicara pertama yakni Jerry Sumampouw, aktivis, pengamat politik Indonesia serta Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI),
Jerry Sumampow menjelaskan, calon PDI Perjuangan ditentukan oleh bung Oli. Sangat ditentukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey 2020-2024.
Dinamika politik dalam beberapa tahun ke depan sangat banyak kader yang maju lewat PDI Perjuangan. Beredar nama-nama yang beredar di PDI Perjuangan sebagai berikut: Wagup Steven Octavianus Estefanus Kandouw , Bupati Minahasa yang merupakan kader PDI Perjuangan di daerah Royke Octavian Roring.
Jerry Sumampow selain kedua nama di atas, yaitu Walikota bitung Maurits Mantiri, mempunyai relasi yang sangat kuat dengan dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey 2020-2024. Mauritus yang saat ini menjadi walikota Bitung mempunyai suara yang significan. Dan Bupati Minahasa Utara James, mempunyai kans untuk menjadi gubernur di Sulut. Ketua KNPI Rio Dondokambey diberikan ruang oleh Gubernur jika dipersiapkanakan menjadi sebagai suksesor Olly Dondokambey,” jelas Jerry Sumampouw.
“Jerry Massie P3S, kekuatan uang masih menentukan. Figur dan kerja partai politik masih mempunyai peran untuk menang di Sulut.
PDIP tak berkoalisi bisa ajukan sendiri calon. Sisi elektoral, kesolidan partai, dan finansial sangat menentukan. PDI Perjuangan mempunyai modal itu
PDIP akan merajai 10 tahun yang akan datang di Sulut. Sebelumnya Golkar merajai dalam kontestasi di Sulut namun sekarang ini PDI Perjuangan.
“Kualitas Pilgub di Sulut Utara akan semakin berkualitas dengan calon baik dari kota maupun dari wilayah. mengurangi politik uang menjadi prioritas dalam penyelenggaraan,” jelas Rikardo Marbun.
Jerri Massie menjelaskan bahwa PDI Perjuangan masih mendominasi kontestasi pilkada dan pilgub di Sulut. Apalagi dengan modal tujuh kemenangan itu diraih di Pilgub Sulut, Pilbup Bolaang Mongondow Selatan, Pilbup Minahasa Utara, Pilwalkot Kota Bitung, Pilbup Minahasa Selatan, Pilwalkot Kota Tomohon, dan Pilwalkot Kota Manado. Dari 8 konstestasi pilgub dan pilkada 2020.
“Jadi yang berpotensi besar diusung PDIP Joune Ganda. Selain memiliki kedekatan dengan Olly Dondokambey beliau figur bersih dan punya strategy memajukan Sulut,” jelas Jerri Masie.
Jerry Massie menjeleskan, dari heart, hand and head beliau sangat piawai. Jebolan S2 Universitas Indonesia ini dan Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ini lebih berpeluang besar di pasangkan dengan istri Gubernur Rita Tumuntuan atau pun Ketua DPRD Andi Silangen sampai Walikota Bitung Maurits Mantiri.
Saya kira Walikora Manado juga Andrei Angouw punya potensi besar. Selain Bendahara PDIP Sulut seorang pengusaha.
“Kalau mewakili Nusa Utara maka Andi Silangen lebih berpeluang dan mewakili generasi muda maka Rio Dondokambey punya potensi besar.
Jadi kekuatan PDIP ada di soliditas dan dukungan parpol untuk calon kepala daerah,”jelas Jerri Masie.
“Tanpa koalisi pun saya kira PDIP akan memenangkan pertarungan lihat saja saat ini mereka menguasai Gedung Cengkih dengan 18 kursi dan 11 Ketua DPRD. Bukan itu saja, saat ini 11 kepala daerah dikuasai PDIP kecuali Sangihe, Talaud dan Boltim<“ujar Jerri Masie.
Jerry Massie, untuk mewujudkan kontestasi pilkada dan pilgub yang berkualitas di Sulut, mengharaapkan akan terpilihnya pemimpin yang mencintai rakyat dengan semangat gotong royong dan kebersamaan untuk bangun Sulawesi Utara.
Jerry berandai-andai jika ada dana publik untuk membiayai kandidat yang berkuallitas untuk maju menjadi pemimpin. Sehingga memungkinkan kandidat yang berkualitas bisa ikut dalam kontestasi pemilihan baik di pilkada, pilgub, pileg serta pilihan lainnya. Tanpa alasan tidak ada biaya. elain itu juga perlu adanya perubahan penyelenggaraan dalam hal ini peningkatan wewenang KPU dan Bawaslu dalam menindak setiap pelanggaran.
“Walaupun tidak bisa kita pungkiri untuk menjajadi calon dan memenangkan kontestasi pemilu dibutuhkan dukungan partai politik, dukungan massa yanag sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit, Oleh sebab itu tidak bisa dipungkiri akan terjadi kesepakatan anatara pihak yang mempunyai modal untuk biaya kontestasi yang tidak sedikit dengan kandidat,” jelas Jerry.
“Apalagi kita tidak bisa memungkiri bahwa kekuatan finansial dan dukungan partai politik serta pemilih akan sangat menentukan untuk memengkan kontestasi politik elektoral di daerah. Akhirnya kesepakatan-kesepakatan dijalankan demi memenangkan kandidat dalam kontestasi politik elektotal di pilkada,pilgub, dan pileg. Oleh sebab itu cagup di Sulut hanya akan beredar pada nama-nama yang popularitas dan elektabilitas selama ini masih mendominasi. Sehingga sulit bagi nama lain untuk bersaing terutama untuk dicalonkan dari PDI Perjuangan Sulut,” tutupnya. (Hendriyanto)
