KKN STKIP PGRI Pacitan Kelompok 4 Laksanakan “Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja” SMP 5 Ponggok

KKN  STKIP PGRI Pacitan Kelompok 4  Laksanakan “Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja”  SMP 5 Ponggok
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || PACITAN – Mahasiswa KKN STKIP PGRI Pacitan Kelompok 4 Laksanakan”Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja sebagai upaya pencegahan stunting, di Aula SMP Negeri 5 Ponggok, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Sabtu (25/2/0223).

Edukasi kesehatan reproduksi remaja,  dihadiri oleh 50 an peserta didik mulai kelas 7-9 SMP Negeri 5 Ponggok, Pacitan.  Memenuhi Aula SMP Negeri 5 dengan sangat antusiasme tinggi disebabkan belum pernah ada sebelumnya.

Agoes Hendriyanto sebagai DPL dalam sambutanya pentingnya adik-adik SMP negeri 5 Pacitan, untuk giat belajar untuk mencapai prestasi di tingkat sekolah yang lebih tinggi.  Menimba  ilmu bagian dari kegiatan  yang sangat dimulaikan oleh Allah SWT dalam rangka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk lebih bermakna.  Insya Allah untuk biaya pendidikan  akan dicukupkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa.  Semua murid-murid semoga menjadi insan generasi penerus yang bermanfaat bagi Negara Indonesia.

Baca Juga  Kemensos Pentingnya Gotong Royong: 102.727 Warga Kabupaten Tangerang Terima Bantuan Sosial Tunai

Kepala sekolah SMP Negeri 5 mengucapkan terima kasih.  Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam mempersiapkan dan merencanakan kehidupan yang lebih baik.  Terutama bisa menyelesaikan tingkat SMP dan bahkan ada yang melanjutkan ke SMA dan akan melanjutkan kuliah.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Insan Genre, Dinas PPKB dan PPA Pacitan, serta Puskesmas Tanjungsai

Dinas PPKB dan PPA Pacitan Intan Natalina, S.Sos., M.A, dengan gaya komunikasinya yang khas walaupun asli Purworejo, Jawa Tengah namun tekadnya untuk mengabdi untuk Pacitan sangat luar biasa khususnya terkait dengan remaja. Jangan sampai terjadi pernikahan dini yang diakibatkan salah pergaulan saat menginjak masa remaja.

Lebih jauh Intan lulusan  S2 UGM menjelaskan bahwa, masa remaja terjadi perubahan anak-anak menjadi remaja. Hal ini ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis dari remaja.  Usia antara  10 – 24 thn merupakan masa remaja.  Intas menekankan masa pubertas suatu proses alamiah anak-anak menjadi remaja. Untuk wanita usia pubertasnya  10-14 tahun ,  sedangkan laki-laki usia  12-16 thn

Baca Juga  Sinergi ESDM dan DPR RI, 18.071 Rumah Tangga di Jatim Nikmati Instalasi Listrik Gratis Selama Tahun 2022

Okta siswi kelas 8, SMP Negeri 5 Ponggok menjawab pertanyaan narasumber bahwa  nikah muda menjadi penyebab stunting.   Intan juga menjelaskan bahwa siswa-siswi SMP N 5 Ponggok harus bersyukur mumpung orang tua masih membiayai kita manfaatkan untuk terus belajar mencapai cita-cita yang tinggi.

Duta Genre dalam pemaparan yang asyik dengan adanya permainan-permaian atau game dengan door price yang telah dipersiapkan oleh pemateri.  hal ini akan menambah semaraknya acara yang dimulai mulai pukul 09.00 sampai 12.00 WIB siswa betah sampai akhir acara.

Narasumber dari Puskesmas  menjelaskan nyeri haid bisa diobati dengan cara mandiri dengan membeli obat meredakan nyeri yakni paracetamol atau asam mefenamat yang bisa dibeli di apotik. Agar haid tidak mengganggu konsentrasi belajar siswi SMP N 5 Ponggok.

Baca Juga  Kegiatan Sosialisasi Edukasi KB Dusun Nongko, Desa Petungsinarang oleh KKN Kelompok 2 STKIP PGRI Pacitan

Petugas dari Puskesma Tanjungsari Ibu Ari, menjelaskan kegiatan aborsi menggugurkan kandungan meruapakan perbuatan kriminal. Akibatnya akan  maĺu sehingga tidak sekolah. Bisa  masuk penjara bahkan perilaku bunuh diri bunuh diri.  Oleh sebab itu perlunya  pendampingan dan komunikasi intensif dengan  teman ataupun orang tua.  Selain itu juga siswi jika keluar rumah haruis ijin dengan  orang tua. Bekali peserta didik dengan  iman yang kuat dan aklaq yang mulia sehingga tidak terjadi hal-hal yang melanggar syariat agama. (*)