Mata Kuliah Bisnis Bahasa, Agoes Hendriyanto
MATA KULIAH BISNIS BAHASA
AGOES HENDRIYANTO
PRODI PBSI STKIP PGRI PACITAN
BUKU ACUAN BISNIS BAHASA
DESKRIPSI MATA KULIAH
Mata kuliah Bisnis Bahasa sebagai mata kuliah wajib di Program Studi Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Proyek. Pembelajaran berbasis proyek atau dikenal dengan Project Based Learning adalah adalah pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung melalui media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi di silabus.
Perguruan tinggi harus dapat mencetak mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha dimana melalui metode pembelajaran berbasis proyek ini melatih pemikiran mahasiswa berpikir kritis merubah hambatan menjadi peluang dan melahirkan kekuatan dari kelemahan yang didapat. PBL akronim pembelajaran berbasis proyek adalah pembelajaran yang menggunakan metode belajar berbasis masalah yang selanjutnya mengumpulkan dan mengintegrasikan pemahan baru berdasarkan pengalaman dalam aktivitas nyata. hal ini berfungsi untuk mengatassi permasalahan komplek yang dibutuhkan mahasiswa dalam melalukan pencarian permasalan dan memahaminya.
Usaha yang membutuhkan kemampuan berbahasa seperti: Marketing, Moderator Pertemuan, Negosiator, konten kreator, youtuber, Penulis; managemen umum, administrasi, Customer Service, distributor, keuangan, marketing, sumber daya manusia, dan sales.
PBL di mata kuliah BISNIS BAHASA inovasi pendidikan dimana mahasiswa dapat merancang produk dari kebutuhan mahasiswa untuk mandiri di bidang Bahasa dan Sastra Indonesia dengan membuat dan merencanakan bisnis yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.
Mahasiswa harus cepat merespon kebutuhan masyarakat masyarakat ataupun permasalahan yang ada dimasyarakat melalui observasi dan merancang kebutuhan tersebut menjadi sebuah produk/model yang da[at dipresentasikan dan selanjutnya dapat ditawarkan kepada masyarakat sebagai solusi permasalahan
2-3 HAKIKAT DAN ORGANISASI BISNIS
4-5 KIAT SUKSES BISNIS
6-7 STRATEGI KELAYAKAN BISNIS
Bisnis Bahasa sebuah bisnis yang mengandalkan kemampuan berbahasa seperti berbicara dan menulis dengan media online atau memanfaatkan internet dengan bantuan alat-alat komunikasi.
Bisnis media online independen belakangan menjadi model bisnis yang cukup banyak ditekuni terutama di Indonesia.
Di era keterbukaan dan serba cepat, konsumsi informasi dan pemberitaan tidak lagi terbatas pada televisi atau berlangganan berita.
Bahkan media sosial pun bisa menjadi wadah memulai bisnis media online independen
Sebenarnya model bisnis media online secara umum terbagi menjadi 3 jenis; display ad, dimana media online Anda dimanfaatkan sebagai media iklan.
Premium content, dimana setiap kontennya dikenakan biaya untuk mengaksesnya dan yang terakhir adalah content creator.
Khusus jenis content creator, model bisnis media online ini bisa dilakukan oleh siapapun bahkan dengan modal seadanya.
Siapapun bisa memulainya sehingga model content creating ini sering disebut dengan media online independen karena jenis model ini tidak bergantung pada traffic namun pada audience engagement.
Lalu bagaimana model bisnis media online meraup rupiah jika tidak begitu mengandalkan iklan dan juga traffic?
Menjadi Lebih Niche untuk Dapatkan Community Engagement
Ada berbagai cara agar media online independen mendapatkan cuan dari bisnisnya; pertama adalah community engagement.
Hal ini berkaitan dengan seberapa besar audience Anda terhubung dengan konten yang dibuat.
Dari engagement ini, terbentuklah sebuah komunitas yang akan terus mendukung media online yang Anda bangun.
Lalu bagaimana cara mendapatkan engagement ini?
Fokus. Fokuskan rencana pada apa yang Anda suka, hobi, dan kemampuan.
Pepatah bilang, Bisnis yang baik berasal dari hobi.
Bisnis media online ini sebenarnya bisa menjadi penyaluran hobi Anda.
Angkatlah tema-tema tertentu dalam membangun media online Anda.
Misalnya Anda hobi bermain game, buatlah media informasi yang memuat review, gameplay, atau berita-berita terkait game.
Bisa saja Anda saat ini sedang menjalankan bisnis pertanian dan memulai media online Anda sendiri dengan membuat konten blog pribadi berisi ulasan, tips dan trik pertanian dan produk-produknya.
Karena topik-topik tertentu ini, Anda akan mendapatkan audience yang lebih niche sehingga membentuk komunitas tertentu yang siap dan terus mendukung bisnis Anda.
Lalu bagaimana mereka mendukung bisnis Anda?
Pertama
Dukungannya bisa dalam bentuk traffic yang stabil (bukan banyak) artinya, konten yang Anda buat tidak mengalami anomali.
Dari komunitas ini juga akan terbentuk yang namanya model permodalan crowdfunding.
Di mana audience media Anda dapat memberikan “modal” terhadap media online yang Anda bangun.
Kedua
Anda bisa memanfaatkan media Anda sebagai media iklan.
Cara kedua ini berlaku jika cara pertama, audience engagement Anda berhasil.
Karena media online Anda lebih niche, engagement produk yang ingin beriklan di media Anda akan semakin berdampak pada mereka. Topik yang niche bisa mendatangkan komunitas tertentu.
Biasanya jika Anda sudah mendapatkan engagement yang besar dari audiens Anda, dengan sendirinya bisnis media online Anda memiliki traffic yang stabil dan banyak tanpa harus mengorbankan integritas konten.
Traffic yang stabil dan besar ini yang nantinya mengundang produk-produk yang berkaitan dengan topik media online Anda mengajukan diri untuk bekerja sama sebagai endorser.
Misalnya saja media online games. Anda bisa membuat soft selling dengan mengulas produk laptop yang dikeluarkan oleh merek A.
Jika media online petani, Anda bisa membuat konten tips menanam jagung dengan bibit yang dibeli oleh produsen B.
Mengawali Bisnis dari Media Sosial Online
Anda tidak perlu mengawali dengan membuat website. Benar-benar tidak perlu!
Beberapa media online di Indonesia yang besar saat ini bahkan mengawali media online dari platform obrolan LINE sebagai official account.
Anda pun juga bisa memulainya dari media sosial.
Sebagai acuan, Databoks merilis 10 besar media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia, di antaranya adalah Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, LINE, dan Linkedin.
Anda bisa memanfaatkan media sosial tersebut untuk memulai konten bisnis media online Anda.
Namun saran kami, Anda bisa memulainya tergantung topik apa yang Anda angkat.
Misalnya jika konten Anda membahas otomotif, Youtube bisa menjadi media yang paling legit.
Jika ingin memulai media online game, animasi, atau perfilman Anda bisa memulai dari media sosial seperti LINE, Instagram, Twitter atau Facebook. Karena media sosial tersebut masih didominasi oleh pengguna kawula muda yang memang ketertarikannya lebih mengarah pada budaya populer.
Jika bisnis ini sudah memiliki engagement yang besar, mulailah berekspansi ke media lain yang bisa melakukan monetisasi seperti YouTube atau website.
Dengan begitu, penghasilan Anda bukan hanya dari crowdfunding atau endorsement saja.
Strategi Konten
Meski mengandalkan engagement, bisnis media online independen tetaplah butuh traffic.
Tapi ingat, bukan berarti traffic menjadi tujuan membabi-buta yang bisa menyebabkan disengagement dari audiens Anda.
Lalu bagaimana caranya? Tetap up-to-date dan peka terhadap tren.
Namun, tren yang disajikan masih berada di ruang lingkup komunitas.
Misalnya saja Anda membuat media online edukasi politik, sosial dan budaya. Tentu Anda harus peka dengan kondisi tren saat ini.
Misalnya saja, saat pandemi. Anda bisa mengangkat topik, “Bagaimana kebijakan pemerintah hadapi pandemi?” atau tren media sosial berbagi video lipsync, “kenapa media sosial lipsync kian populer?”. Kira-kira begitu.
Selain konten terbaru, buat isi konten atau informasi media Anda shareable. trending. viral atau dilihat banyak orang.
Konten shareable itu harus menyentuh emosi, menjawab pertanyaan, memberikan pengalaman baru, dan dapat membangun kepercayaan.
Menyentuh emosi maksudnya adalah bagaimana konten itu bisa relate dengan audience, “eh iya gue ngalamin ini!, gue butuh ini!” wah, temen gue kayaknya butuh ini!”
Namun ingat ya, bukan berarti konten atau informasi yang disampaikan clickbait atau sensasional.
Sebagai usaha atau bisnis media online independen, kualitas konten dan informasi menjadi nomor satu.
Anda bisa memulai dengan membuat copywriting yang bisa dikonsumsi sesuai dengan target usia.
Jika tulisan Anda diperuntukan untuk usia muda, buatlah tulisan yang memang mudah dipahami oleh usia tersebut.
Begitu pun dengan audiens usia tua.
Selain itu Anda juga bisa membuat judul atau topik yang memang mengundang emosi sang pembaca.
Misalnya, “Anda kaum rebahan? Saatnya berhenti jika tidak ingin mengalami hal ini!”
Kedua menjawab pertanyaan. Poin ini yang sangat umum dijadikan konten oleh media online.
Misalnya membuat konten tips dan trik merawat laptop atau membuat judul dengan, “mitos yang bikin laptop kamu rusak”
Intinya, konten yang disajikan bisa menjawab pertanyaan dan rasa penasaran audiens atau bahkan memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada audiens Anda.
Pada poin ini, Anda bisa memberikan bukti misalnya berdasarkan penelitian, pengalaman, atau percobaan.
Dari sini, Anda bisa membangun rasa percaya pada audiens yang membuat mereka akan terus menunggu update informasi dari media online Anda.
Memang, membangun bisnis seperti ini sulit-sulit-mudah semua bergantung pada konsistensi Anda mulai dari seberapa sering Anda mengunggah konten dan informasi, seberapa cepat informasi tersebut sampai kepada audiens, dan faktor lainnya.
Tugas untuk Mata Kuliah Bisnis Bahasa:
Anda adalah seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Proyek dan akan merancang sebuah bisnis yang berbasis bahasa. Tugas bersifat kelompok terdiri dari maksimal 3 mahasiswa. Tugas ini akan membantu Anda melatih keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta mengintegrasikan pengetahuan bahasa dan sastra dengan kemampuan kewirausahaan.
Langkah 1: Observasi dan Analisis Kebutuhan
- Lakukan observasi di masyarakat atau lingkungan sekitar Anda dan temukan permasalahan yang berkaitan dengan bahasa atau sastra.
- Analisis kebutuhan masyarakat atau lingkungan sekitar Anda dan cari tahu apakah ada kebutuhan yang belum terpenuhi dalam bidang bahasa atau sastra.
Langkah 2: Rancang Produk/Bisnis
- Berdasarkan observasi dan analisis kebutuhan yang telah Anda lakukan, rancanglah sebuah produk atau bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
- Pastikan produk atau bisnis yang Anda rancang memiliki nilai tambah dan dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang telah Anda identifikasi.
Langkah 3: Rencanakan Bisnis
- Buat rencana bisnis yang detail, meliputi visi, misi, tujuan, target pasar, strategi pemasaran, dan rencana keuangan.
- Pastikan rencana bisnis Anda realistis dan dapat diimplementasikan dengan baik.
Langkah 4: Presentasikan Bisnis
- Buat presentasi bisnis yang menarik dan persuasif untuk meyakinkan calon investor atau konsumen.
- Pastikan presentasi Anda informatif dan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan oleh audiens.
Langkah 5: Evaluasi dan Refleksi
- Evaluasi keberhasilan bisnis Anda dan temukan cara untuk meningkatkan bisnis Anda di masa depan.
- Refleksikan proses pembuatan bisnis dan identifikasi apa yang telah Anda pelajari dari tugas ini.
Note:
Tugas ini harus ditulis dalam bentuk laporan, meliputi Bab 1 observasi bisnis bahasa, Bab 2 analisis, Bab 3 rancangan produk/bisnis, Bab 4 rencana bisnis, Bab 5 presentasi, dan Bab 6 evaluasi. Dikumpulkan pada pertemuan minggu depan 10 Mei 2023 dalam bentuk hard copy dan soft Copy.
MID TEST BISNIS BAHASA
Jawaban pertanyaan di bawah ini dengan menggunakan kertas folio bergaris, dengan singkat dan jelas tentang topik yang diberikan. Berikan contoh konkret dan relevan dalam menjawab setiap pertanyaan. Hindari plagiat dan pastikan sumber yang digunakan disebutkan dengan benar. Gunakan bahasa yang jelas, lugas, dan mudah dipahami. Periksa kembali tata bahasa dan ejaan sebelum menyerahkan pekerjaan. Berikan analisis yang baik dan menyeluruh dalam menjawab pertanyaan esai. Gunakan referensi yang sesuai untuk mendukung jawaban Anda. Dikumpulkan di ruangan Pak Agoes. Terima Kasih. Selamat mengerjakan.
Berikut Pertanyaannya
- Jelaskan pentingnya komunikasi yang efektif dalam bisnis bahasa yang telah saudara rencanakan dan berikan contoh situasi di mana komunikasi yang buruk dapat berdampak negatif pada bisnis.
- Menurut Anda, mengapa penting bagi bisnis bahasa yang telah saudara rencanakan harus memahami budaya dan bahasa di mana mereka ingin memasarkan produk mereka?
- Apa manfaat dari melakukan riset pasar bisnis bahasa yang telah saudara rencanakan, sebelum memasuki pasar baru dan bagaimana riset pasar dapat membantu bisnis dalam memutuskan strategi pemasaran?
- Jelaskan peran teknologi dalam memudahkan komunikasi dan transaksi bisnis dalam skala internasional. Berikan contoh teknologi yang digunakan dalam bisnis bahasa.
- Jelaskan pentingnya etika bisnis dalam bisnis bahasa dan bagaimana etika bisnis dapat membantu meningkatkan citra perusahaan.
9-10 BEBERAPA PILIHAN BISNIS BAHASA
12- BISNIS EO
13- PRO-READER ATAU EDITOR BAHASA
