kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega OtomotifJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaSekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokiKiyo4dkiyo4dkiyo4danalisis mendalam pola aktivitas pemainjejak digital analisis ubah cara bermainpemetaan model permainan dominan trenpenelitian sinyal tersembunyi rtp livepengembangan komunitas tumbuh pesatpermainan target 28 juta strategi efektifstokastik populer di kalangan pemainstrategi mental cerdas hadapi fluktuasiteknik akurat stabil raih kemenangan tinggiteknik layering menangkap multiplier x50riset komputasi ritme pola penentusistem acak digital pola liarstudi psikofisiologis emosistudi ritmis jam hoki pola stabil cepatprediktif pola keuangan stabilitasperubahan persentase pola awal menang besaranomali perubahan pola mendadakkenaikan return lapisan beruntunmembaca frekuensi sistem acak polanaik pola acak meledakcara membaca sinyal perubahan responsifcara menganalisis pola permainan efisiencara mengenali pola berulang dalampendekatan analitik perubahan sistem gamestrategi adaptif menghadapi game digitalstrategi berbasis insight untuk mengelolastrategi cerdas menggunakan data permainanstrategi dinamika permainan real timeteknik identifikasi momen pentingteknik memahami fluktuasi permainan digitalanalisis momentum fluktuatif return eksplorasi pola konsisten efek psikologisperubahan ritme sistem acak polapola adaptif efektivitas finansial stabilprediksi analisis ritme pola sistemriset ritme harian jam optimal kemenangansimulasi pola rahasia variabel tersembunyistrategi komunitas data return 3 kali lipatstudi longitudinal aktivasi pola return maksimal10 siklus lompatan kemenanganData Resonansi RTP AI yang sering diabaikanPintar Navigasi AI RTP membantu memahami arahMengikuti arus Digital Denyut RTP CerdasPresisi Algoritma AI RTP hadir di tengah keputusanbelajar membaca Mesin Intuisi RTP DigitalKoordinasi RTP AI Dinamis membuka jalan fokusKeseimbangan Sistem Game Digital dari Sudut Respons dan Intensitas InteraksiPendekatan Data Analitik untuk Membaca Kinerja Sistem Game ModernTransisi Fase dalam Game Online Pengembangan Model Prediktif Berbasis DataStabilitas Sistem Game Digital Terungkap Lewat Analisis MendalamMeningkatkan Konsistensi Sistem Game dengan Optimalisasi PolaMengurai Kinerja Sistem Permainan Modern melalui Analitik Data dan Pola DinamisInteraksi Gameplay sebagai Sinyal Stabilitas dalam Dunia Sistem Game Digital Modernangka keamanan pola permainan digitalcara cerdas menentukan momentum terbaikcara mengoptimalkan pola permainan digitalpendekatan modern membaca ritme permainanstrategi adaptif perubahan sistem gamestrategi analisis data game efektifstrategi mengelola timing game digitalstrategi mengikuti alur game onlineteknik memahami pola dinamis gameteknik membaca siklus permainan stabilpemahaman pola bermain lebih terarahpola bantu stabilitas hasilcara membaca pola bermain konsistenpola bermain terstruktur ambil keputusananalisis sederhana menjaga ritme permainanpola untuk menjaga konsistensistrategi pola kurangi keputusan acakpola awal arah strategi jelasmembaca pola untuk langkah rasionalkonsistensi bermain dari pola sederhanaalgoritma putaran optimalkan akurasi simbolmanajemen risiko berbasis statistikevaluasi siklus kemenangan waktumetode membaca pergerakan simbolmembaca pola grafik visual targetrasio keuntungan 98 persen polacara jenius membaca grafik visualmetode membaca logika mesin profitstrategi data statistik prediksiaplikasi teori probabilitas titik balik kemenanganubah keberuntungan teknik analisisstrategi ampuh kemenangan besarcara temukan pola keuntungansensasi jutawan kombinasi gambarsukses finansial analisis grafikstrategi putaran visual akuratledakan kemenangan fantastis malammanfaatkan bonus saldo terjagarahasia menang pola nagarahasia pola keuntungan fantastisteknologi membaca dinamika rtpmodel statistik sinyal tersembunyiobservasi pola rahasia potensi menangpenelitian simbol scatter jalur cuanstrategi efektif ritme efisienstrategi profit analisis kemenanganalgoritmik alasan scatter jarang munculanalisis rtp ritme game real timekomputasi scatter hitam pola keunggulanmetode hemat energi bermain adaptasi pola pikir terhadap mekanismeevolusi kebiasaan pemula dan berpengalamanpembaruan pola permainan pemahaman sistemanalisis pola tersembunyi strukturpendekatan berpikir terstruktur untuk kontrolteknik adaptif perubahan sistem modernmetode bermain terarah untuk konsistensiaktivitas bermain dan performa harianidentifikasi waktu bermain favoritpopularitas pola konsistensi irama mudah dipahamipenelitian terstruktur pola datapola pagi hari waktu efektif returnputaran pelan hasil stabilsimulasi acak turbo dampak rtpsinkronisasi waktu scatter bukan kebetulanskema sederhana rtp 35 jutastrategi paroli kunci disiplinstrategi real time mengejutkantrik pola visual interaktif efisiensi returnvalidasi probabilitas timing bermainperan data modern analisis polaanalisis kompleksitas dinamika pola modernadaptasi strategi ritme permainananalisis pola sebelum ambil keputusanvariasi waktu bermain dan performaobservasi data untuk strategi terukurperubahan pola permainan durasi bermainidentifikasi pola stabil bermain malampengaruh perangkat pada pola bermainteknik analisis untuk keputusan tenangpengumuman resmi program bonus terbaru telah dibukainformasi penting cara klaim hadiah secara amanpemberitahuan sistem baru untuk klaim reward hariancara resmi mendapatkan bonus tanpa risiko kesalahanupdate terbaru mengenai program hadiah untuk penggunapanduan lengkap klaim reward dengan proses cepatpengumuman penting mengenai perubahan sistem bonuscara mudah redeem hadiah dengan langkah sederhanainformasi resmi tentang bonus tambahan periode inipanduan baru untuk klaim reward tanpa hambatananalisis sistem peluang meningkateksperimen interaktif pola pemaineksperimen real time strategiinvestigasi sistemik strategikognitif gaya win harianobservasi pola mikro konsisten untungpenelitian peluang menang besarstudi matematis stabilitas profitteknologi data update sistemvisual pola cara menang cepateksperimen pemula cara menangeksperimen pola scatter potensimodal minim strategi efisiensipola bintang ganda muncul cepatpola matematis peluang maxwinrtp tidak stabil pola tersembunyistrategi taruhan bertahap efektifstrategi tersembunyi pola spinstudi mendalam fokus terarahdata historis 2 pola picu rtptransformasi geometris indikator kemenanganevaluasi metodologi rtp konsistenanalisis dinamika probabilitas terapankorelasi multiplier output akurateksplorasi parameter deteksi celahdekomposisi struktur rng momentumtinjauan mekanisme prediksi fitursinkronisasi deviasi ukur potensiparadigma analisis struktur statistikriset siklus algoritma kemenangananalisis rtp dan arah permainananalisis skema permainan digital konsistenanalisis timing permainan digital peluangcara konsisten membaca perubahan polakombinasi pola permainan ini jadi kunci memahami dinamika permainan digitalpola pergerakan digital timing tepatpola tersembunyi timing bermain terstrukturstrategi analisis permainan digitalstrategi mengikuti ritme game digitalanalisis pola digital kemenangan terukurcara modern memahami arah permainanpanduan alur permainan digital terstrukturpola tersembunyi game digitalrahasia membaca pola menentukan momentumritme permainan digital stabilstrategi berbasis data tingkatkan peluangstrategi cerdas membaca angka rtpstrategi efektif menyesuaikan permainanteknik adaptif permainan digitalmetode kreatif komunitas pahami polastrategi admin analisis arah permainanpendekatan terstruktur analisis tempo visualeksperimen menentukan ritme bermain stabilmodel adaptasi strategi tanpa prediksipengambilan keputusan pemain berpengalamanpopularitas digital berdasarkan visual dan mekanismepanduan sistem digital langkah efektifanalisis komunitas pola permainan mingguanritme santai untuk stabilitas sistemanalisis rtp dan rng modernprobabilitas kelangkaan simbol emasstrategi interpretasi simbol hitamstudi transformasi sosial ekonomi digitalanalisis dampak iklan digital mahasiswaeksplorasi teknik tidak lazim pemulatinjauan anomali riwayat perilisananalisis viralisasi komunitas dan partisipasievaluasi promosi adopsi pengguna komunitasringkasan rtp rng analisis polastudi neural pola ritmikteknik anti stres pemainstudi multilapisan crashsimulasi probabilitas iramariset interaktif respinriset multilapis petirpenelitian pola awal mesinprobabilitas batas modal adaptifanalisis data real timemodel kuantitatif variabel barupola modal kecil kenaikan kemenangan tajamsimbol keberuntungan psikologi transformasi finansialstudi kognitif insting lonjakan tak terdugastudi psikofisik momentum spin presisitransformasi pola visual data efek positifupdate sistem lonjakan return siklus datavalidasi ilmiah pola anomali strategi unikefek viral pattern media sosial returneksperimen pola acak multiplier modal minimmodel disiplin bermain 3 tahap kemenangananalisis putaran otomatis hasil akhirmetode admin untuk peluang kemenanganminat publik konsep parlay piala duniapemahaman putaran misterius alur permainanteknik makro untuk konsistensi putaran gratisfaktor peralihan pemain ke wisma138 2026panduan bertahap penguasaan pemulapemanfaatan sistem pusat untuk momentumstrategi pola stabil jangka panjangobservasi mendalam untuk keputusan taktisritme putaran peluang kejutanreview teknis pola putarananalisis algoritma hasil maksimaloptimasi strategi data statistikrasio keberhasilan metode terbaruanalisis geometris reaksi beruntunmetode efektif kelola emositeknik keputusan pergerakan grafikcelah algoritma siklus berulangteknik cerdas baca strategipola bonus ramai dibahasriset mandiri kode digitalsimulasi mandiri pola berulang strategi naik turun pola konsistendetail kecil sistem menangeksperimen modal klasik returnfitur baru pola rahasiakode tersembunyi sistem gameperhitungan sederhana returnpola angka sinkron beruntunstrategi adaptif efisiensistudi banding pola repetisistudi statistik pola repetisisimulasi visual real time keputusanriset olympus pola kemenangansimulasi real time perubahananalisis prediktif 2 waktudata terbaru pola terstrukturfitur baru scatter buka jalanmodel taruhan bertingkat efektif

Kerajaan Kadiri atau Panjalu

Kerajaan Kadiri atau Panjalu
SHARE

Oleh: Agoes Hendriyanto

Kerajaan Kadiri atau Kediri atau Panjalu, adalah sebuah kerajaan yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di Dahanapura (Daha), yang menjadi bagian Kota Kediri sekarang.

Kerajaan Kediri atau Kerajaan Panjalu adalah merupakan sebuah kerajaan besar yang terletak di daerah Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-12 yang terdapat di Jawa Timur antara tahun 1042-1222. Kerajaan ini berpusat di kota Daha, yang terletak di sekitar Kota Kediri sekarang. Kerajaan ini merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Pusat kerajaanya terletak di tepi Sungai Brantas yang pada masa itu telah menjadi jalur pelayaran yang ramai  (Jihan K.A., 2018)

Kerajaan Janggala dan Panjalu (Kediri) kemudian bersatu menjadi Kerajaan Kediri.

Sesungguhnya kota Daha sudah ada sebelum Kerajaan Kadiri berdiri. Daha merupakan singkatan dari Dahanapura, yang berarti kota api. Nama ini terdapat dalam prasasti Pamwatan yang dikeluarkan Airlangga tahun 1042. Hal ini sesuai dengan berita dalam Serat Calon Arang bahwa, saat akhir pemerintahan Airlangga, pusat kerajaan sudah tidak lagi berada di Kahuripan, melainkan pindah ke Daha.

Pada akhir November 1042, Airlangga terpaksa membelah wilayah kerajaannya karena kedua putranya bersaing memperebutkan takhta. Putra yang bernama Sri Samarawijaya mendapatkan kerajaan barat bernama Panjalu yang berpusat di kota baru, Daha, sedangkan putra yang bernama Mapanji Garasakan mendapatkan kerajaan timur bernama Janggala yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan.

Menurut Nagarakretagama, sebelum dibelah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu, yang berpusat di Daha. Jadi, Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu. Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga dan kemudian menjadi ibu kota Janggala.

Pada mulanya, nama Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai daripada nama Kadiri. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang diterbitkan oleh raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Tiongkok berjudul Ling wai tai ta (1178).

Nama “Kediri” atau “Kadiri” sendiri berasal dari kata bahasa Sansekertakhadri, yang berarti pacé atau mengkudu (Morinda citrifolia). Batang kulit kayu pohon ini menghasilkan zat perwarna ungu kecokelatan yang digunakan dalam pembuatan batik, sementara buahnya dipercaya memiliki khasiat pengobatan.

Hubungan Pai-Hua-Yuan dengan Kerajaan Kadiri / Kediri / Panjalu

Masa-masa awal Kerajaan Panjalu atau Kadiri tidak banyak diketahui. Prasasti Turun Hyang II (1044) yang diterbitkan Kerajaan Janggala hanya memberitakan adanya perang saudara antara kedua kerajaan sepeninggal Airlangga.

Sejarah Kerajaan Panjalu mulai diketahui dengan adanya Prasasti Banjaran dan Prasasti Mataji. Setelah Raja Sri Jitendrakara diketahui terdapat raja bernama Sri Bameswara berdasarkan Prasasti Karanggayam. Selanjutnya dalam Prasasti Hantang raja yang memerintah sudah berganti Sri Jayabhaya.

Panjalu di bawah pemerintahan Sri Jayabhaya berhasil menaklukkan Kerajaan Janggala dengan semboyannya yang terkenal dalam prasasti Ngantang (1135), yaitu Panjalu Jayati, yang berarti “Panjalu Menang”.

Pada masa pemerintahan Sri Jayabhaya inilah, Kerajaan Panjalu mengalami masa kejayaannya. Wilayah kerajaan ini meliputi seluruh Jawa dan beberapa pulau di Nusantara, bahkan sampai mengalahkan pengaruh Kerajaan Sriwijaya di Sumatra.

Hal ini diperkuat kronik Tiongkok berjudul Ling wai tai ta karya Chou Ku-fei tahun 1178, bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Tiongkok secara berurutan adalah ArabJawa, dan Sumatra. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya.

Baca Juga  Kepala BSKDN; Kualitas Inovasi di Kabupaten Bone Bolango Harus Terus Ditingkatkan

Chou Ju-kua menggambarkan di Jawa penduduknya menganut dua agama: Buddha dan Hindu. Penduduk Jawa sangat berani dan emosional. Waktu luangnya untuk mengadu binatang. Mata uangnya terbuat dari campuran tembaga dan perak.

Buku Chu-fan-chi  (Zhao Rugua, 1225) menyebut Jawa adalah maharaja yang punya wilayah jajahan: Pai-hua-yuan , Ma-tung (Medang), Ta-pen (Tumapel, Malang), Hi-ning (Dieng), Jung-ya-lu (Hujung Galuh, sekarang Surabaya), Tung-ki (Jenggi, Papua Barat), Ta-kang (Sumba), Huang-ma-chu (Papua), Ma-li (Bali), Kulun (Gurun, mungkin Gorong atau Sorong di Papua Barat atau Nusa Tenggara), Tan-jung-wu-lo (Tanjungpura di Borneo), Ti-wu (Timor), Pingya-i (Banggai di Sulawesi), dan Wu-nu-ku (Maluku) .

Kutipan selanjutnya dari buku  (Hirth Friedrich and W.W. Rockhill, 1911: 65)

Sebuah prasasti peninggalan Raja Brameswara ditemukan aktivis lintas komunitas pencinta sejarah di Desa Karanggayam Kecamatan Srengat, Blitar, pada awal Juli 2021. Penemuan ini memperkaya khazanah sejarah perkembangan Kerajaan Panjalu atau Kadiri.

Prasasti yang ditemukan diperkirakan berasal dari periode pertama era Maharaja Bameswara. Ambang pintu bertuliskan tahun 1034 Saka atau 1.122 Masehi.

Menurut Nagarakretagama, sebelum dibelah menjadi dua, nama kerajaan yang dipimpin Airlangga sudah bernama Panjalu, yang berpusat di Daha (Jalan Doho-Kota Kediri) . Jadi, Kerajaan Janggala lahir sebagai pecahan dari Panjalu.

Adapun Kahuripan adalah nama kota lama yang sudah ditinggalkan Airlangga. Daerah ini kemudian menjadi ibu kota Janggala.

Kerajaan Panjalu atau Pangjalu memang lebih sering dipakai daripada nama Kadiri. Hal ini dapat dijumpai dalam prasasti-prasasti yang dibuat raja-raja Kadiri. Bahkan, nama Panjalu juga dikenal sebagai Pu-chia-lung dalam kronik Tiongkok berjudul “Ling Wai Tai Ta” (Chou Ku-fei, 1178).

Dalam penelusuran yang dilakukan merdeka.com kronik Tiongkok berjudul “Ling Wai Tai Ta” karya Chou Ku-Fei tahun 1178, bahwa pada masa itu negeri paling kaya selain Tiongkok secara berurutan adalah Arab, Jawa, dan Sumatra. Saat itu yang berkuasa di Arab adalah Bani Abbasiyah, di Jawa ada Panjalu, sedangkan Sumatra dikuasai Kerajaan Sriwijaya (Chou Ku-fei, 1178).

 

Maharaja Cri Bamecwara Sakalabuanatustijarana Sarwwaniwaryyawiryya Parakrama Digjayotunggadewa atau Bamecwara atau Bameswara memerintah Kerajaan Panjalu di bumi Kadiri hingga 1057 Saka /1135 Masehi. Raja Bameswara memakai Lancana Ardhacandrakapalalancana (Prasasasti Gneng I) yakni tengkorak memakan rembulan  (Imam Mubarok, 2015).

Masa Kerajaan Kadiri,  di tebaran situs purbakala di desa sebelah, di luar Karanggayam, ada situs Kunir. Situs di sebuah pondok ada sebuah makam Mbah Wali Cemandi. Nisan makam menggunakan prasasti Raja Terakhir Panjalu, yakni Raja Dandang Gendis atau Raja Kertajaya dengan angka tahun 1127 Saka atau 1205 Masehi,” sebutnya.

Di Desa Pikatan Kecamatan Srengat juga ditemukan Prasasti Pandelegan. Raja Bameswara membuat prasasti yang sekarang ada di Museum Candi Penataran, berangka tahun 1038 Saka. Sampai sekarang, prasasti ini merupakan prasasti pertama yang dikeluarkan Raja Bameswara. Dengan kata lain, menjadi prasasti pertama Kerajaan Panjalu/Kadiri setelah mengalami masa gelap sejak Raja Samarawijaya (1042 M-1044 M) berkuasa di Daha setelah pembagian kerajaan oleh Raja Airlangga.

Baca Juga  Bupati Pacitan Sambangi Warga Desa Wonokarto Rumahnya Hancur Tertimpa Longsor

“Prasasti Pandelegan lebih muda 4 tahun dari batu ambang pintu yang ditemukan di Desa Karanggayam. Dengan melihat tebaran prasasti-prasasti era Kerajaan Kadiri, kita yakin bahwa di sini merupakan atau menandakan masuk wilayah Kerajaan Kadiri,” tandasnya.

Setelah pematangan tim dari berbagai komunitas kebudayaan dan sejarah, akhirnya dilakukan ekskavasi. Prasasti yang terpendam berhasil ditemukan dan didirikan.

Prasasti Karanggayam yang terpendam ini kita dirikan. Tingginya totalnya dari dari lapik yaitu 1,83. Dari pengangkatan ini, di prasasti nampak relief yakni Lancana Raja Bameswara dengan gambar Candrakapala/bulan sabit dimakan raksasa. Saat dibersihkan dengan air, hampir 90 persen prasasti mengalami aus . Dari penelusuran yang ada, dulu prasasti ini pernah digunakan sebagai tempat aktivitas bermain anak, yakni sebagai tempat perosotan, akhirnya tulisan dalam prasasti hilang.

Belum lagi ditambah faktor alam, prasasti yang sudah berusia hampir 1.000 tahun ini juga terkena letusan Gunung Kelud yang hanya berjarak beberapa puluh kilometer. Prasasti itu akhirnya terkubur dan baru ditemukan aktivis lintas komunitas

Penemuan Situs Tondowongso pada awal tahun 2007, yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Kadiri, diharapkan dapat membantu memberikan lebih banyak informasi tentang kerajaan tersebut.

Karya sastra

Seni sastra mendapat banyak perhatian pada zaman Kerajaan Panjalu-Kadiri. Pada tahun 1157 Kakawin Bharatayuddha ditulis oleh Mpu Sedah dan diselesaikan Mpu Panuluh. Kitab ini bersumber dari Mahabharata yang berisi kemenangan Pandawa atas Korawa, sebagai kiasan kemenangan Sri Jayabhaya atas Janggala.

Selain itu, Mpu Panuluh juga menulis Kakawin Hariwangsa dan Ghatotkachasraya. Terdapat pula pujangga zaman pemerintahan Sri Kameswara bernama Mpu Dharmaja yang menulis Kakawin Smaradahana. Kemudian pada zaman pemerintahan Kertajaya terdapat pujangga bernama Mpu Monaguna yang menulis Sumanasantaka dan Mpu Triguna yang menulis Kresnayana.

Kerajaan Panjalu-Kadiri runtuh pada masa pemerintahan Kertajaya, dan dikisahkan dalam Pararaton dan Nagarakretagama.

Pada tahun 1222 Kertajaya sedang berselisih melawan kaum brahmana yang kemudian meminta perlindungan Ken Arok akuwu Tumapel. Kebetulan Ken Arok juga bercita-cita memerdekakan Tumapel yang merupakan daerah bawahan Kadiri.

Perang antara Kadiri dan Tumapel terjadi dekat Desa Ganter. Pasukan Ken Arok berhasil menghancurkan pasukan Kertajaya. Dengan demikian, berakhirlah masa Kerajaan Kadiri, yang sejak saat itu kemudian menjadi bawahan Tumapel atau Singhasari.

Setelah Ken Arok mengalahkan Kertajaya, Kadiri menjadi suatu wilayah di bawah kekuasaan Singhasari. Ken Arok mengangkat Jayasabha, putra Kertajaya sebagai bupati Kadiri. Tahun 1258 Jayasabha digantikan putranya yang bernama Sastrajaya. Pada tahun 1271 Sastrajaya digantikan putranya, yaitu Jayakatwang. Jayakatwang memberontak terhadap Singhasari yang dipimpin oleh Kertanegara, karena dendam masa lalu dimana leluhurnya Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok. Setelah berhasil membunuh Kertanegara, Jayakatwang membangun kembali Kerajaan Kadiri, namun hanya bertahan satu tahun dikarenakan serangan gabungan yang dilancarkan oleh pasukan Mongol dan pasukan menantu Kertanegara, Raden Wijaya.

Pada saat Daha menjadi ibu kota kerajaan yang masih utuh

Airlangga, merupakan pendiri kota Daha sebagai pindahan kota Kahuripan. Ketika ia turun takhta tahun 1042, wilayah kerajaan dibelah menjadi dua. Daha kemudian menjadi ibu kota kerajaan bagian barat, yaitu Panjalu.

Menurut Nagarakretagama, kerajaan yang dipimpin Airlangga tersebut sebelum dibelah sudah bernama Panjalu.

Baca Juga  Indrata Nur Bayuaji, Harapkan Siswa SD Negeri Watukarung Mengenal Sejarah Wilayah Sendiri

Pada saat Daha menjadi ibu kota Panjalu

  1. Maharaja Sri Samarawijaya
  2. Sri JitendrakaraParakrama Bakta (Prasasti Mataji 973 Saka),
  3. Maharaja Sri Bameswara(Prasasti Pandlegan IPrasasti PanumbanganPrasasti TangkilanPrasasti BesolePrasasti BameswaraPrasasti KaranggayamPrasasti Pagiliran)
  4. Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya(Prasasti HantangPrasasti Jepun, dan Prasasti Talan)
  5. Maharaja Rakai Sirikan Sri Sarweswara(Prasasti Pandlegan II dan Prasasti Kahyunan)
  6. Sri Maharaja Rakai Hino Sri Aryeswara(Prasasti Waleri & Prasasti Angin)
  7. Sri Maharaja Kroncaryyadipa Sri Gandra(Prasasti Jaring)
  8. Sri Maharaja Mapanji Kamesywara(Prasasti Semanding dan Prasasti Ceker)
  9. Sri Maharaja Crengga/Kertajaya(gugur tahun 1144 Saka).

Pada saat Daha menjadi bawahan Singhasari

Kerajaan Panjalu runtuh tahun 1222 dan menjadi bawahan Singhasari. Berdasarkan prasasti Mula Malurung, diketahui raja-raja Daha zaman Singhasari, yaitu:

Pada saat Daha menjadi ibu kota Kadiri

Jayakatwang, adalah keturunan Kertajaya yang menjadi bupati Gelang-Gelang. Tahun 1292 ia memberontak hingga menyebabkan runtuhnya Kerajaan SinghasariJayakatwang kemudian membangun kembali Kerajaan Kadiri. Tapi pada tahun 1293 ia dikalahkan Raden Wijaya pendiri Majapahit.

Pada saat Daha menjadi bawahan Majapahit

Sejak tahun 1293 Daha menjadi negeri bawahan Majapahit yang paling utama. Raja yang memimpin bergelar Bhre Daha tetapi hanya bersifat simbol, karena pemerintahan harian dilaksanakan oleh patih Daha. Bhre Daha yang pernah menjabat ialah:

  1. Jayanagara1295130947:2; Prasasti Sukamerta – didampingi Patih Lembu Sora.
  2. Rajadewi1309137527:15; 29:31; Nag.4:1 – didampingi Patih Arya Tilam, kemudian Gajah Mada.
  3. Indudewi1375141529:19; 31:10,21
  4. Suhita14151429 ?
  5. Jayeswari1429146430:8; 31:34; 32:18; Waringin Pitu
  6. Manggalawardhani14641474 Prasasti Trailokyapuri

Pada saat Daha menjadi ibu kota Majapahit

Menurut Suma Oriental tulisan Tome Pires, pada tahun 1513 Daha menjadi ibu kota Majapahit yang dipimpin oleh Bhatara Wijaya. Nama raja ini identik dengan Dyah Ranawijaya yang dikalahkan oleh Sultan Trenggana raja Demak tahun 1527.

Sejak saat itu nama Kediri lebih terkenal daripada Daha. Dan pada saat ini berdasarkan peta daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit dan peta Provinsi Jawa Timur maka dapat dilihat bahwa Kota Daha pada saat ini berada di daerah sekitar Pare-Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang memiliki banyak peninggalan arkeologis sampai sekarang.

DAFTAR PUSTAKA

Arief Bijaksana R. (2020). Invasi Rajendra Cola I Ke Sriwijaya (1025 M). https://ikilhojatim.com/invasi-rajendra-cola-i-ke-sriwijaya-1025/

Chou Ku-fei. (1178). Ling-wai-tai-ta (嶺外代答).

Hirth Friedrich and W.W. Rockhill. (1911). Chau Ju-kua on The Chinese and Arab Trade in The Twelfth and Thirteenth Centuries, entitled Chu-fan-chi. Imperial Academy of Sciences.

Imam Mubarok. (2015). Membaca 7 lencana kerajaan kuno di era Kediri. Https://Www.Merdeka.Com/Peristiwa/Membaca-7-Lencana-Kerajaan-Kuno-Di-Era-Kediri.Html.

Jihan K.A. (2018). Bagaimana Sejarah Kerajaan Kadiri ? Https://Www.Dictio.Id/t/Bagaimana-Sejarah-Kerajaan-Kediri/87951.

Zhao Rugua. (1225). Chau Ju Kua – Chu Fan Chi – His Work on the Chinese and Arab Trade in the XII & XIII Centuries Entitled Chu-fan-chi. Pt.Petersburg