STKIP PGRI Pacitan Laksanakan Pambiwara Adicara: Melestarikan Budaya Jawa Melalui Seminar dan Peran Pranatacara
PRABANGKARANEWS || PACITAN – Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah di STKIP PGRI Pacitan, Jawa Timur, memiliki upaya melestarikan budaya Jawa melalui Pasinaon Pambiwara Adicara. Dilaksanakan di Aula STKIP PGRI Pacitan, Selasa (13/6/2023).
Pasinaon Pambiwara Adicara adalah cara yang digunakan dalam pertemuan atau acara dalam masyarakat Jawa. Suatu acara seminar di kampus tersebut diselenggarakan dengan suasana yang berbeda, di mana mahasiswa dan dosen mengenakan pakaian adat Jawa dan gamelan mengiringi acara tersebut, menciptakan suasana yang mengingatkan pada masa lalu.
Dalam sambutannya, Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr. Mukodi, menyatakan bahwa banyak generasi muda saat ini yang mulai melupakan tradisi dan adat istiadat nenek moyang. Oleh karena itu, dunia pendidikan perlu meningkatkan kesadaran untuk mengatasi kepunahan tersebut.
Kehadiran pranatacara dalam masyarakat Jawa merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Jawa yang kaya sebagai sumber kearifan dalam kehidupan bermasyarakat, serta mencerminkan identitas lokal masyarakat Jawa. Oleh karena itu, sangat penting bagi masyarakat Jawa untuk terus melestarikan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Heri Santoso, pemateri dalam seminar tersebut, menjelaskan bahwa menjadi pranatacara tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga kemampuan atau keterampilan. Peran pranatacara dalam acara resmi maupun hiburan menjadi penentu kesuksesan acara tersebut. Tanpa pranatacara, acara tersebut akan terasa tidak teratur dan kurang menarik.
Seorang pranatacara juga harus mampu melafalkan dengan benar kata-kata dalam bahasa Jawa krama inggil. Mereka juga diharapkan dapat mengendalikan suara mereka agar tetap menarik dan tidak membosankan. Kemampuan teknik vokal dan pengendalian nafas juga menjadi syarat bagi seorang pranatacara.
Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah, Galang Alfadiana, merasa bersyukur karena masih ada usaha pelestarian adat Jawa di era modern ini. Mereka berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, mereka dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan tersebut di masyarakat jika diperlukan. (*)
