Bangsring Underwater di Banyuwangi: Surga Laut dengan Sentuhan Konservasi

Bangsring Underwater di Banyuwangi: Surga Laut dengan Sentuhan Konservasi
SHARE

PRABANGKARANEWS || BANYUWANGI –  Kabupaten Banyuwangi, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, telah menjadi destinasi wisata favorit berkat pantainya yang panjang dan pantai eksotis. Selain pantainya yang menawan, dunia bawah lautnya juga indah, sehingga menjadi tempat ideal untuk snorkeling dan menyelam. Salah satu lokasi yang cocok untuk wisata bahari di Banyuwangi adalah “Bangsring Underwater” (sering disebut “Bunder”). Dikelola oleh kelompok nelayan setempat bernama “Kelompok Usaha Bersama (KUB) Samudera Bakti,” Bunder adalah destinasi ekowisata yang berfokus pada konservasi ikan dan terumbu karang.

Terletak di perairan Selat Bali di ujung timur Pulau Jawa, Bunder menawarkan harga tiket masuk yang terjangkau, yaitu Rp5.000 per orang. Di masa lalu, terumbu karang di area ini mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan, seperti peledakan ikan yang dilakukan oleh para nelayan setempat. Namun, sejak itu, Bunder telah berubah menjadi zona konservasi laut yang dilindungi. Pada tahun 2009, perairan Bangsring diumumkan sebagai “Zona Perlindungan Bersama” melalui Peraturan Desa Nomor 2 tahun 2009.

Baca Juga  BRIN, Proses Modifikasi Cuaca di Sirkuit Mandalika

Nelayan lokal dari KUB Samudera Bakti, setelah mendapatkan pengetahuan tentang lingkungan dan pariwisata, terlibat dalam kegiatan untuk mengembalikan fungsi alam dari perairan Bangsring. Upaya mereka termasuk peningkatan kapasitas, konservasi ekosistem laut dan pesisir, serta manajemen sampah plastik. Akibatnya, pada tahun 2013, komunitas setempat mulai merasakan dampak positif dari pemulihan ekosistem laut Bangsring yang membawa manfaat pariwisata dan ekonomi.

Setelah pulihnya terumbu karang dan meningkatnya populasi ikan, Bunder diubah oleh KUB Samudera Bakti menjadi destinasi pariwisata bahari dengan fokus pada pendidikan dan konservasi. Pada tahun 2017, Bangsring Underwater menerima penghargaan “Kalpataru Penyelamat Lingkungan” dalam kategori pelestarian lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pengunjung ke Bunder dapat menikmati berbagai fasilitas untuk aktivitas air dan pengamatan kehidupan laut. Salah satu atraksi menarik adalah “Rumah Apung,” sebuah rumah kayu berukuran sekitar 27 x 7 meter yang terletak sekitar 20 meter dari pantai. Rumah Apung berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi para wisatawan yang ingin melakukan snorkeling dan menyelam. Selain itu, rumah ini digunakan sebagai klinik ikan dan tempat pelestarian hiu dan penyu. Terdapat keramba ikan di Rumah Apung yang digunakan untuk pelestarian hiu dan penyu.

Baca Juga  Presiden Kunjungi Batang, Danrem 071/Wijayakusuma Pantau Perkembangan Situasi (Bangsit) di Wilayah Kabupaten Batang

Untuk mencapai Rumah Apung, pengunjung disediakan dengan perahu motor dengan biaya sebesar Rp5.000 per orang. Fitur menarik lainnya di Rumah Apung adalah kesempatan untuk berenang dengan hiu kecil. Hiu-hiu kecil dalam keramba pelestarian biasanya dalam kondisi yang buruk. Setelah direhabilitasi, hiu-hiu ini dilepaskan kembali ke laut. Berenang bersama hiu dipandu dan mengikuti aturan tertentu untuk memastikan keselamatan dan mengurangi gangguan terhadap kehidupan laut.

Bunder juga merupakan destinasi yang luar biasa bagi pecinta snorkeling dan menyelam. Pengunjung dapat menjelajahi lanskap bawah air, terumbu karang, dan kehidupan laut yang beragam di perairan Selat Bali yang indah. Daerah ini menjadi rumah bagi ratusan jenis ikan, termasuk ikan badut yang terkenal.

Alat untuk snorkeling dan menyelam dapat disewa dengan tarif yang terjangkau. Snorkeling seharga Rp30.000 per orang, sedangkan menyelam seharga Rp500.000 per orang. Bagi pemula, tersedia pemandu yang memberikan instruksi dan menunjukkan lokasi terbaik untuk snorkeling dan menyelam.

Baca Juga  Delapan Puluh Pati TNI Resmi Menyandang Pangkat Baru

Bunder juga menawarkan perjalanan dengan perahu ke Pulau Tabuhan dan Pulau Menjangan yang terdekat, yang terkenal dengan keindahan snorkeling dan menyelam. Biaya sewa kapal ke Pulau Tabuhan sebesar Rp500.000 (pulang-pergi) untuk maksimal sepuluh orang. Sedangkan, biaya sewa kapal ke Pulau Menjangan sebesar Rp1 juta (pulang-pergi) untuk maksimal sepuluh orang, belum termasuk tiket masuk ke pulau-pulau tersebut.

Sebagai destinasi wisata bahari populer di Banyuwangi, Bunder dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk pengunjung, termasuk gasebo, taman bermain, layanan Wi-Fi, kamera bawah air, perahu motor, musala, warung makan, toilet, dan toko suvenir. Selain menikmati lingkungan laut dan belajar tentang transplantasi karang dan kehidupan laut, pengunjung dapat mengabadikan momen melalui fotografi sambil menyaksikan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang memukau. Bunder menawarkan pengalaman tak terlupakan bagi pecinta alam dan petualang laut.

Sumber: Artikel  ini  telah dipublikasikan di antaranews.com dengan judul seru seruan berwisata bahari di bangsring underwater banyuwangi