Kisah di Kandang Kuda Pacitan: Memahami Perawatan dan Penggunaan Kuda Pantai Telengria

Kisah di Kandang Kuda Pacitan: Memahami Perawatan dan Penggunaan Kuda Pantai Telengria
SHARE

PRABANGKARANEWS || PACITAN – Pada hari Kamis, tanggal 2 November 2023, pukul 16:30, saya berkunjung ke kandang kuda yang terletak di Desa Barehan, Kecamatan Sidoharjo, Pacitan, Jawa Timur. Dengan penuh antusiasme, saya mencoba menunggangi kuda berusia 3 tahun yang dimiliki oleh Pak Sipur, seorang pemilik kuda yang memiliki total 5 ekor dengan beragam usia.

Awalnya, Pak Sipur memutuskan untuk memelihara kuda karena minatnya terhadap hewan ini. Ia kemudian mencari bibit kuda berkualitas dan mengawinkannya dengan kuda dari pemilik lain, yang akhirnya berkembang biak. Sebelumnya, kuda-kuda yang dimilikinya juga pernah diperdagangkan oleh orang lain, tetapi Pak Sipur juga mempertimbangkan untuk menyewakan kuda-kuda tersebut kepada wisatawan yang berkunjung ke Pantai Telengria.

Baca Juga  Norwegia, Negara Pertama yang Melarang Deforestasi: Ketika Hutan Dijaga Demi Dunia

Pak Sipur, sebagai pemilik kuda, menjelaskan bahwa menjaga kesehatan kuda sangat penting, dan untuk itu, ia memberikan vitamin khusus yang disesuaikan untuk kuda. Selain itu, kuda-kuda ini diberikan minuman dengan campuran katul untuk peningkatan nutrisi, dan makanan utamanya adalah rerumputan yang khusus. Kebersihan dan perawatan kuda merupakan prioritas, sehingga kuda-kuda ini selalu terlihat sehat dan bersih. Setiap sore, Pak Sipur membawa kuda-kuda ini berjalan-jalan di sekitar pantai atau mengitari tempat pacuan kuda untuk mencegah stres pada hewan-hewan tersebut.

Pak Sipur memiliki 5 ekor kuda dengan usia yang bervariasi, mulai dari 2 tahun hingga 7 tahun. Kuda yang saya tunggangi berusia 3 tahun, dan Pak Sipur menjelaskan bahwa kuda yang siap untuk ditunggangi biasanya sudah mencapai usia 3 tahun. Kuda-kuda yang dimiliki oleh Pak Sipur digunakan untuk disewakan kepada wisatawan Pantai Telengria sebagai sarana transportasi untuk menjelajahi area sekitar Pantai Telengria. Biasanya, harga yang dikenakan oleh Pak Sipur adalah 40 ribu rupiah untuk satu putaran perjalanan.

Baca Juga  Alhamdulillah 3 Pasien Covid-19 di Pacitan Dinyatakan Sembuh, Total Menjadi 8 Orang

Oleh: Siska Yuliani