Bahaya Fruktosa dan Pentingnya Pembatasan Konsumsi

Bahaya Fruktosa dan Pentingnya Pembatasan Konsumsi
SHARE

PRABANGKARANEWS ||  Setelah dikonsumsi, fruktosa diolah dalam tubuh menjadi salah satu sumber energi. Namun, beberapa orang tidak bisa mencernanya dengan optimal. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, masalah kesehatan tertentu, atau jumlah konsumsi fruktosa harian.

Ketidakmampuan mencerna fruktosa dengan baik dapat memicu beberapa masalah kesehatan, seperti:

  1. Gangguan Pencernaan Ketidakmampuan usus kecil menyerap fruktosa menyebabkan penumpukan fruktosa di saluran cerna. Akibatnya, muncul keluhan seperti sakit perut, diare, perut kembung, dan mual muntah. Orang dengan riwayat penyakit saluran cerna seperti penyakit celiac dan radang usus lebih rentan mengalami malabsorpsi fruktosa.
  2. Peningkatan Kadar Gula Darah Konsumsi fruktosa dapat meningkatkan kadar gula darah, sehingga penderita diabetes perlu membatasi asupan gula dan pemanis tambahan lainnya. Gejala peningkatan gula darah meliputi sering berkemih, mulut kering, dan rasa haus yang berlebihan.
  3. Resistensi Insulin Penelitian menunjukkan konsumsi fruktosa berlebihan dapat menyebabkan peradangan hati, yang mengganggu produksi dan fungsi insulin. Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin, kondisi di mana tubuh tidak bisa menggunakan gula darah dengan baik.
  4. Obesitas Fruktosa dapat meningkatkan nafsu makan, yang jika dikombinasikan dengan kurangnya aktivitas fisik, bisa menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas. Konsumsi makanan dan minuman manis yang berlebihan adalah salah satu sumber kalori yang berkontribusi pada obesitas.
Baca Juga  Bupati Pacitan; Optimalkan Fungsi BPD Mitra Pemerintah Desa

Fruktosa terbukti lebih berbahaya dibandingkan pemanis lain seperti sukrosa atau glukosa. Selain dapat memicu berbagai penyakit, fruktosa juga dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Pentingnya Membatasi Asupan Fruktosa

Bagi mereka yang mengalami malabsorpsi fruktosa, penting untuk membatasi asupan fruktosa. Beberapa buah dan sayur yang tinggi fruktosa antara lain:

  • Apel
  • Anggur
  • Semangka
  • Pisang
  • Stroberi
  • Bluberi
  • Alpukat
  • Asparagus
  • Wortel
  • Buncis
  • Selada

Untuk makanan atau minuman olahan, penting membaca label kemasan karena fruktosa dapat ditemukan dalam bentuk sirup jagung tinggi fruktosa, sirup agave, madu, gula invert, sirup maple, molase, gula palem, atau gula kelapa.

Jika Anda mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan tersebut, jangan langsung menganggap diri Anda mengalami malabsorpsi fruktosa. Temui dokter untuk menjalani pemeriksaan yang tepat.

Baca Juga  Pengalaman Inspiratif, Raih Doktor Melalui PMDSU Batch 2

Tetap batasi konsumsi fruktosa atau pemanis lainnya untuk mencegah efek negatif pada kesehatan. Konsultasikan dengan dokter, terutama jika Anda memiliki riwayat diabetes, penyakit celiac, atau penyakit metabolisme lainnya, terkait saran konsumsi fruktosa dan pemanis lainnya.

Sumber: www.alodokter.com