Mendikbud Nadiem: Dorong Transformasi Pendidikan di Papua Barat

Mendikbud Nadiem: Dorong Transformasi Pendidikan di Papua Barat
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM || Saya senang mendengar bahwa peralatan TIK yang disalurkan bermanfaat bagi para guru dan siswa. Saya senang diminta lebih banyak lagi. Itu artinya digunakan. Mereka yang benar-benar butuh pemerataan tersebut, butuh akses internet yang berimbang sama seperti di kota. Pemerataan ini terus diupayakan pemerintah,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, Papua Barat, Rabu, 10 Februari 2021. Dilansir dari laman infokabinet.ID

Dalam kunjungan tersebut, Mendikbud mendorong program-program kerja prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2021, diantaranya digitalisasi sekolah, revitalisasi pendidikan vokasi, penguatan guru dan tenaga kependidikan, pembiayaan pendidikan, dan pemajuan kebudayaan.

Baca Juga  Dahsyat! Materi Pelatihan Dasar Jurnalistik Online Sesi-3 DPN-PPWI dan FIKOM UMT Bikin Melek

Mendikbud memastikan pemanfaatan bantuan alat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari Kemendikbud sampai dan dimanfaatkan oleh para guru dan siswa SMPN 14 Kabupaten Sorong.

Mendikbud menyadari bantuan TIK ini masih belum sesuai dengan jumlah murid yang ada mengingat sekolah yang lain juga membutuhkan. Mendikbud memastikan, ke depan akan terus mengakselerasi bantuan TIK ini lebih banyak lagi.

“Teman-teman harus menyadari itu bukan alat yang yang murah dan banyak sekali sekolah lain yang juga membutuhkan. Tapi di tahun-tahun ke depan kita akan terus mengakselerasi bantuan TIK ini,” tutur Mendikbud.

Dalam kesempatan ini, Mendikbud juga berdiskusi dengan warga sekolah. “Tadi saya tanya ada yang memanfaatkan laptop untuk menulis laporan. Saya senang sekali karena salah satu fungsi kenapa laptop itu disediakan adalah untuk mengasah kemampuan anak-anak dalam belajar menulis,” imbuh Mendikbud.

Baca Juga  Belanja Besar Jet Tempur Indonesia

“Belajar menulis itu adalah fondasi dari kompetensi literasi. Dari situ, anak-anak dapat berargumentasi melalui tulisan,” lanjut Mendikbud.

Mendikbud menegaskan daerah-daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) akan menjadi salah satu area prioritas untuk digitalisasi sekolah.

Pada saat yang sama, Duta Rumah Belajar Papua Barat, Novita Sari mengatakan kedatangan Mendikbud ke SMPN 14 merupakan pengalaman berharga di Tanah Papua. Di masa pandemi, dukungan pemerintah ditunjukkan oleh Kemendikbud melalui apresiasi bagi anak-anak Papua dan Papua Barat. Para siswa tidak hanya menerima bantuan fisik seperti peralatan TIK, tapi juga pilihan-pilihan pembelajaran.

“Banyak perubahan ketika anak-anak diberikan bantuan TIK. Semangat belajar mulai meningkat. Awalnya jenuh karena hanya membaca. Sekarang bisa browsing dan mencari sumber belajar yang beraneka ragam. Sekarang pelajaran lebih mudah mereka serap,” tutur Novita.

Baca Juga  Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo, Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2024

Bantuan TIK Kemendikbud diberikan kepada 29 sekolah di Provinsi Papua Barat. SMPN 14 Kabupaten Sorong merupakan satu dari 250 sekolah di Indonesia yang menerima bantuan TIK dari Kemendikbud.