Situs Makam R. Bomontoro: Legenda Sakti dari Pacitan

Situs Makam R. Bomontoro: Legenda Sakti dari Pacitan
Amat Taufan di Lokasi Situs
SHARE

PRABANGKARANEWS || Bismillah. Salam Literasi Sejarah. Pacitan, Kota Misteri. Di balik keindahannya, Pacitan menyimpan banyak cerita mistis dan sejarah yang menarik. Salah satu situs bersejarah yang menarik perhatian adalah “Citus Makam R. Bomontoro,” yang terletak di Dusun Bomo, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Dikisahkan bahwa pada zaman pewayangan di tanah Jawa, terdapat sebuah kerajaan besar bernama “Kerajaan Dwarawati” yang terletak di dalam lautan bebas di pantai Buyutan, Widoro, Donorojo, Pacitan. Kerajaan ini dipimpin oleh Raja Shri Betoro Khresna yang terkenal sakti mandraguna dan bijaksana. Beliau memiliki seorang putra bernama R. Bomontoro yang juga sangat sakti.

R. Bomontoro berambisi untuk menyamai kesaktian ayahandanya. Untuk mencapai tujuannya, dia melakukan pertapaan di sebuah gua yang kini dikenal sebagai “Gua Jolo Tundo,” serta di dekat sebuah air terjun di sekitar lokasi tersebut. Pertapaannya berlangsung sangat lama hingga akhirnya dia berhasil memperoleh ilmu sakti “Pancasona” atau “Rawa Rontek.” Ilmu ini membuat pemiliknya hampir tidak bisa mati karena sudah menguasai alam keabadian.

Baca Juga  Webinar P3S; Prabowo-Gibran Berpotensi Menang di Pilpres 2024

Sebagai tanda keberhasilannya, R. Bomontoro menanam rambutnya di lokasi citus tersebut. Setelah itu, dia melanjutkan perjalanannya kembali ke Kerajaan Dwarawati di bawah laut hingga akhir hayatnya. Lokasi citus ini dianggap sangat wingit (angker) dan sakral oleh masyarakat setempat. Di tempat ini terdapat sebuah pohon wungu yang sangat besar sebagai penanda tempat yang sakral.

Nama desa, “Desa Bomo,” diambil dari nama R. Bomontoro sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada beliau. Tempat ini juga menjadi lokasi bertapa bagi generasi selanjutnya, termasuk R. Damarwulan, Raja Majapahit. Hal ini menambah kepercayaan masyarakat bahwa daerah tersebut memiliki kekuatan spiritual yang kuat dan sakral.

Mugio Gusti ALLAH Paring berkahipun teng Engsun, keluarga, rakyat, lan penerus ipun Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah, bumi langit sak isinipun. Semoga Tuhan memberikan berkah kepada kita semua.

Baca Juga  Desa Sendang Pacitan, Masuk 75 Desa Wisata Terbaik Anugerah ADWI 2023

Penulis: Amat taufan

Editor: M Rafid