Asal Usul Rumah Pacenan dan Tabing Tongkok di Situbondo
BPK-XI (PRABANGKARANEWS) – Rumah Pacenan, yang juga dikenal sebagai Tabing Tongkok, memiliki akar sejarah dari daerah Tanjung Pecinan di Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo (Arifurrohman, 2016). Menurut Budayawan Situbondo, Imam Kutunuk, rumah ini pada awalnya dihuni oleh komunitas Tionghoa, sehingga dikenal sebagai “Rumah Pecinan” (Radar Situbondo, 2012). Istilah Pacenan berasal dari kata “pa-Cena-an,” yang berarti menyerupai bangunan Cina (Sutarto, dkk., 2013).
Kutunuk menjelaskan bahwa “Tabing Tongkok” berasal dari “Tabing Tiongkok.” Dalam bahasa setempat, tabing merujuk pada dinding atau sekat luar rumah, sedangkan Tiongkok adalah sebutan untuk Cina. Karena pengucapan bahasa Madura, kata Tiongkok mengalami perubahan menjadi Tongkok. Seiring waktu, istilah Tabing Tongkok menjadi umum digunakan.
Warga Situbondo memiliki pandangan berbeda terkait istilah ini; sebagian memahami sebagai tipe rumah tertentu, sementara yang lain menganggapnya sebagai bagian rumah Pacenan berupa pagar kayu (tabing) di ruang tamu depan atau samping yang tidak menyentuh lantai, dilansir dari BPK-XI Sabtu (26/10/24).
Penamaan rumah Pacenan, yang dirujuk dalam penelitian Arifurrohman sebagai berasal dari Tanjung Pecinan, serta gagasan Kutunuk mengenai Tabing Tongkok, sesuai dengan temuan peta berjudul Kaart van het eiland Madura en de oosthoek van het eiland Java (Peta Pulau Madura dan Ujung Timur Pulau Jawa) dari tahun 1818 (Yoandinas, dkk., 2023). Peta tersebut menampilkan “Tanj. China” (Tanjung China), yang kini adalah Desa Tanjung Pecinan, terletak di bagian utara Kabupaten Situbondo, berdekatan dengan Desa Trebungan.
Rumah Pacenan atau Tabing Tongkok terdiri dari tiga jenis, yaitu se kona (klasik), topengan, dan totopan.
