Seminar Nasional STKIP PGRI Pacitan 2024: Sinergi Teknologi untuk Pendidikan Berkelanjutan
PACITAN (PRABANGKARANEWS) – Dunia pendidikan menghadapi tantangan besar dengan kemajuan teknologi yang pesat, perubahan zaman yang tak terelakkan, serta tuntutan pendidikan berkualitas yang terus meningkat. Menjawab tantangan ini, Seminar Nasional STKIP PGRI Pacitan 2024 digelar dengan tema “Mengembangkan Ekosistem Pembelajaran Berbasis Teknologi untuk Mewujudkan Pendidikan Unggul Berkelanjutan”.
Sebagai forum ilmiah tahunan, acara ini menjadi wadah bagi 441 peserta dari seluruh Indonesia, meliputi dosen, mahasiswa, dan praktisi pendidikan, untuk bertukar gagasan, mencari solusi, serta menjalin kolaborasi. Sugiyono, M.Pd., Ketua Panitia, membuka acara dengan semangat optimis, menekankan pentingnya teknologi yang memanusiakan proses pembelajaran.
Plt Ketua STKIP PGRI Pacitan Saptanto Hari Wibawa, M.Hum., mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada para pembicara yang hadir seperti; Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru, yang akan memberikan materi kesiapan STKIP PGRI Pacitan menerima mahasiswa PPG.
“Terima kasih atas kehadiran Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Ketua Umum PB PGRI, memberikan dukungan penuh. Sementara Prof. Herman Dwi Surjono, M.Sc., M.T., Ph.D., Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, memaparkan pentingnya adaptasi teknologi dalam pembelajaran sebagai investasi masa depan bangsa,” jelas Saptanto Hari Wibawa.
Seminar ini juga menghadirkan 55 presenter yang memaparkan hasil penelitian mereka, memberikan ruang bagi penyebaran ide-ide inovatif demi pendidikan yang unggul dan berkelanjutan. Sugiyono menutup acara dengan mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi, menyebut mereka sebagai “pahlawan pendidikan,” seraya berharap diskusi yang berlangsung dapat membawa manfaat besar bagi masa depan generasi bangsa.
Seminar Nasional STKIP PGRI Pacitan 2024, dilanjutkan dengan Diskusi paralel yang terbagi menjadi 4 kelas yang terdiri dari pemakalah internal STKIP PGRI dalam hal ini dosen dan mahasiswa. Serta pemakalah ekternal dengan memaparkan hasil pengabdian dan penelitian sampai sekitar 15.30 WIB.
Sugiyono mengucapkan terima kasih kepada pemakalah, peserta Semnas yang telah mengikuti proses mulai pagi hari sampai sore hari. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan adalah perjalanan tanpa henti. Ini bukan sekadar angka atau materi, tetapi sebuah upaya untuk terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
