KAFIB UNS Gelar Rapat Virtual, Sepakati Pembentukan Yayasan Adyayana Budaya Universitas Sebelas Maret
PRABANGKARANEWS, Solo – Pengurus Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya (KAFIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar rapat daring melalui Zoom Meeting pada Minggu malam, 11 Mei 2025. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KAFIB UNS 2025–2029, Dr. Kandar, dan difokuskan pada pembentukan yayasan alumni sesuai arahan dari Dekan FIB UNS.
Dalam rapat yang berlangsung penuh diskusi tersebut, Sekretaris KAFIB, Eko Susanto, memaparkan sejumlah poin penting hasil konsultasi dengan pihak notaris mengenai persyaratan pendirian yayasan. Beberapa dokumen dan data yang dibutuhkan antara lain:
-
Nama Yayasan
-
Alamat resmi yayasan
-
Susunan pengurus inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dan pembina
-
KTP semua pengurus dan pembina
-
NPWP Ketua Yayasan
-
Modal awal atau kekayaan yayasan
Setelah melalui diskusi yang panjang dan mendalam, peserta rapat akhirnya menyepakati nama yayasan sebagai “Yayasan Adyayana Budaya Universitas Sebelas Maret”. Nama ini dipilih dengan semangat pelestarian dan pengembangan budaya yang menjadi jantung dari Fakultas Ilmu Budaya UNS.
Beberapa tokoh yang terlibat aktif dalam diskusi antara lain Ganjar, Agoes Hendriyanto, Dyah, Agus, Kandar, Eko, dan Agung. Masing-masing memberikan pandangan terhadap makna filosofis dan relevansi nama yayasan yang akan menjadi wajah alumni di bidang sosial dan budaya.
Ketua KAFIB, Dr. Kandar, juga menugaskan bendahara KAFIB untuk mengoordinasikan aspek kekayaan awal dan dana yayasan. Sementara itu, Sekretaris Eko ditugaskan untuk melengkapi dokumen administratif seperti alamat yayasan, KTP, dan NPWP pengurus.
Adapun Ganjar akan menyusun profil dan filosofi dari nama Yayasan Adyayana Budaya, yang nantinya akan dijadikan dasar identitas kelembagaan dalam akta pendirian.
Menutup rapat, Dr. Kandar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, “Terima kasih kepada Bapak-Ibu yang telah berkenan mengikuti rapat pembentukan yayasan. Semoga segera terbentuk dan kita bisa bertemu secara luring, seperti usulan dari Mbak Ren.”
Pembentukan Yayasan Adyayana Budaya ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara alumni dan kampus, serta menjadi wahana pengabdian budaya yang berkelanjutan.
