Kepala Prodi Sastra Indonesia FIB UNS Dorong Pelestarian Naskah Kuno di Sragen
PRABANGKARANEWS, Sragen, 28 Mei 2025 – Kepala Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Sebelas Maret (UNS), Asep Yudha Wirajaya, memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kelestarian naskah kuno kepada warga Sragen, Rabu (28/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk “Sosialisasi Naskah Kuno: Peran Serta Masyarakat dalam Pelestarian dan Pendaftaran Naskah Kuno” yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kabupaten Sragen. Program berlangsung selama lima hari pada 26–28 Mei dan 2–3 Juni 2025.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga Sragen akan pentingnya naskah kuno yang masih tersimpan di berbagai desa. Dalam sesi kali ini, peserta berasal dari wilayah Kecamatan Gondang dan Sambirejo.
Asep menekankan pentingnya upaya pelestarian naskah kuno melalui proses identifikasi, katalogisasi, hingga digitalisasi sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa dan kearifan lokal desa.
“Naskah kuno adalah bentuk literatur yang perlu kita lindungi. Kita pernah mengalami kasus seperti batik dan reog Ponorogo yang diklaim negara lain. Kita bisa mempertahankan hak atas budaya itu karena adanya bukti berupa naskah kuno,” jelas Asep.
Selain penjabaran teknis seputar pengelolaan naskah, Asep juga membahas hubungan antara naskah dan mitos lokal. Ia menyebut mitos sebagai cara masyarakat masa lalu memahami hal-hal yang belum bisa dijelaskan secara ilmiah.
Sesi sosialisasi berlanjut dengan penekanan terhadap peran naskah kuno dalam memperkaya kebudayaan nasional dan pentingnya menumbuhkan minat generasi muda untuk mempelajari serta mencintai warisan tersebut.
“Naskah-naskah ini perlu dirawat secara berkelanjutan. Tapi tentu kita tak bisa bekerja sendiri—perlu ada keterlibatan generasi muda,” kata Asep.
Menanggapi pertanyaan dari Aji, peserta asal Kecamatan Gondang, mengenai cara menarik minat anak muda terhadap naskah kuno, Asep menyarankan pendekatan kreatif melalui alih wahana. “Konten dari naskah bisa dikemas menjadi komik, film, bahkan dimanfaatkan melalui teknologi kecerdasan buatan (AI),” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Sragen semakin sadar pentingnya menjaga dan mendigitalisasi naskah kuno agar tetap lestari dan relevan bagi generasi mendatang. ( (Penulis: Muhammad Anas Wifaqul Azmi & Radhivi’anh Ardhine Ruhl Jihad)
