Rahasia Beton Abadi Bangsa Romawi: Teknologi Kuno yang Kalahkan Zaman

Rahasia Beton Abadi Bangsa Romawi: Teknologi Kuno yang Kalahkan Zaman
SHARE

PRABANGKARANEWS, TEKNOLOGI – Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangunan dan jalan yang dibangun oleh bangsa Romawi kuno terkenal kuat dan tahan lama meski usianya telah mencapai ribuan tahun.

Hingga kini, bangunan dan jalan yang mereka bangun masih berdiri dengan megah dan menjadi daya tarik bagi banyak orang.

Rahasia dari kokohnya bangunan dan jalan yang mereka bangun tentu tak luput dari ilmu sains yang mereka terapkan dalam material bangunan yang mereka gunakan dalam pembangunan.

Bangunan dan jalan buatan Romawi kuno terkenal sangat kuat dan tahan lama, bahkan masih berdiri kokoh setelah ribuan tahun. Contohnya adalah Pantheon yang berusia hampir 2.000 tahun, yang masih utuh dan memiliki kubah beton tak bertulang terbesar di dunia.

Baca Juga  Bupati Indartato Resmikan "Omah Cokelat", Lengkapi Ragam Jenis Usaha TTP Pacitan

Kekuatan ini berasal dari teknik pencampuran material bangunan yang cermat, terutama penggunaan pozzolana (abu vulkanik) dan kapur. Namun, penelitian terbaru oleh tim internasional yang dipimpin MIT pada 2023 menemukan bahwa rahasia keawetan beton Romawi juga terletak pada teknik “pencampuran panas” (hot mixing).

Alih-alih menggunakan kapur mati, bangsa Romawi mencampurkan kapur tohor (kalsium oksida) langsung dengan pozzolana dan air dalam suhu tinggi. Hasilnya adalah terbentuknya gumpalan kapur putih dalam beton yang selama ini dianggap cacat, padahal justru berperan penting dalam kemampuan perbaikan otomatis (self-healing) beton, dilansir dari nationalgeographic Sabtu (24/5/25).

Saat terjadi retakan, air yang masuk akan bereaksi dengan kapur dalam gumpalan tersebut dan membentuk kalsium karbonat, yang menutup retakan dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Teknik ini menjelaskan mengapa struktur Romawi tahan terhadap kondisi ekstrem, termasuk ombak laut.

Baca Juga  Purwarupa Jet Tempur KF-21 Boramae: Kerjasama Indonesia-Korea dalam Pengembangan Alutsista dan Potensi Ekonomi

Eksperimen membuktikan bahwa beton yang menggunakan teknik pencampuran panas mampu pulih dari keretakan dalam dua minggu, sedangkan beton biasa tidak.