Tradisi Laut yang Tak Lekang Zaman: Nelayan Pacitan Gelar Larung Tumpeng Sambut 1 Suro

Tradisi Laut yang Tak Lekang Zaman: Nelayan Pacitan Gelar Larung Tumpeng Sambut 1 Suro
SHARE

PRABANGKARANEWS, PACITAN – Ratusan nelayan dari Tamperan bersama masyarakat umum memadati kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, dalam rangka pelaksanaan tradisi Sedekah Laut atau Larung Tumpeng, menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Suro 1447 Hijriah.

Kegiatan yang sarat makna ini diawali dengan doa bersama di halaman Gedung Grhatama Jaladri, dilanjutkan dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas berkah laut. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Wakil Bupati, dalam sambutan tertulis yang dibacakannya, menekankan pentingnya menjaga tradisi sekaligus kelestarian laut sebagai sumber penghidupan utama masyarakat pesisir. “Melestarikan budaya lokal dan laut adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Baca Juga  Playoff dan Babak Grup AFC Cup 2021 Dibatalkan

Prosesi larung tumpeng berlangsung semarak dengan iringan seni hadrah, kethek ogleng, dan seni reog, memperkaya suasana sakral dengan nuansa budaya. Tradisi ini dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan harapan agar nelayan senantiasa diberi keselamatan serta hasil laut yang melimpah.

Tradisi larung tumpeng juga menjadi penanda pembukaan Festival Nelayan Pacitan 2025, yang digelar rutin oleh komunitas nelayan untuk menyambut datangnya bulan Muharram, sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya bahari khas Pacitan.