Wayang Beber Jaka Kembang Kuning Diluncurkan: Suluh Budaya dari Pacitan untuk Dunia

Wayang Beber Jaka Kembang Kuning Diluncurkan: Suluh Budaya dari Pacitan untuk Dunia
SHARE

PRABANGKARANEWS, Pacitan, 11 Juni 2025 – Denting sejarah dan denyut budaya bersatu dalam momen bersejarah di Auditorium Unit Museum Song Terus, Pacitan. Tri Hartanto, seniman sekaligus penerima Program Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro (DKPM) 2024, secara resmi meluncurkan buku dan duplikasi artefak Wayang Beber bertajuk “Duplikasi Wayang Beber Tawangalun Donorojo”.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 12.30 hingga 15.30 WIB ini tidak hanya menjadi seremoni peluncuran semata, namun menjadi titik balik dalam pelestarian seni tutur bergambar tertua di Nusantara.

Dalam sambutannya, Tri Hartanto menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya proses penduplikatan artefak Wayang Beber Jaka Kembang Kuning, yang menurutnya merupakan langkah konkret dalam upaya penyelamatan budaya luhur bangsa. “Wayang Beber ini adalah warisan berharga, bukan hanya untuk Pacitan, tetapi untuk Indonesia, bahkan dunia. Karena itu, duplikasinya penting agar seni ini tetap hidup tanpa merusak artefak aslinya yang sudah rapuh,” ujarnya.

Baca Juga  Petani Produktif Ketahanan Pangan Terjaga
Ki Dalang Tri Hartanto dengan Gulungan Duplikasi Wayang Beber dari Kertas Daluang

Tri juga menegaskan bahwa karya ini tidak hanya akan berhenti di Pacitan. Ia meminta doa restu karena rencananya pada Juli 2025 mendatang, duplikat Wayang Beber Jaka Kembang Kuning akan dipamerkan dalam pameran dan seminar di Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta.

Menjaga Nilai, Menolak Komersialisasi

Lebih jauh, Tri Hartanto menekankan bahwa Wayang Beber Jaka Kembang Kuning tidak perlu dimodifikasi demi mengejar popularitas atau “tanggapan”. Baginya, kekuatan karya ini justru terletak pada keaslian, filosofi, dan nilai tradisinya.

“Wayang Beber Jaka Kembang Kuning akan tetap kukuh sebagai acuan akademis dan inspirasi penciptaan karya baru. Ia menjadi muara kajian, bukan tontonan tanpa makna,” tegasnya.

Tri menyebut bahwa Wayang Beber Tradisi telah menjadi fondasi bagi munculnya berbagai bentuk Wayang Beber Kontemporer, seperti Wayang Beber Kota di Solo, Wayang Beber Pancasila di Bantul, hingga Wayang Beber Metropolitan di Jakarta.

Baca Juga  Haflah Akhiruddirosah MAN Pacitan Tahun Pelajaran 2021 / 2022, Banjir Reward Siswa/Siswi Berprestasi
Ki Dalang Tri Hartanto dengan Guluangan Duplikasi Wayang Beber dari Kertas Daluang

Seruan Kolaborasi untuk Pelestarian

Dalam penutup sambutannya, Tri mengajak pemerintah daerah, pusat, serta komunitas budaya untuk berkolaborasi menjaga eksistensi Wayang Beber. Ia berharap karya ini tidak hanya dinikmati secara visual, namun juga menjadi inspirasi dan sumber nilai luhur bagi generasi Z, Alpha, dan generasi masa depan lainnya.

“Peristiwa bersejarah ini adalah bukti nyata kolaborasi mereka yang memilih bergerak di jalan sunyi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah nyengkuyung hingga terwujudnya duplikat Wayang Beber Jaka Kembang Kuning. Mohon doa restunya, kami akan membeberkan seni ini untuk Indonesia, bahkan dunia,” pungkasnya.