Antusiasme Tinggi Warnai Pameran Duplikasi Wayang Beber Joko Kembang Kuning di Ullen Sentalu
PRABANGKARANEWS – Pameran duplikasi Wayang Beber Joko Kembang Kuning/Tawangalun asal Donorojo, Pacitan, berlangsung selama dua hari, yakni pada 25–27 Juli 2025, di ruang pamer Museum Ullen Sentalu, Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Kegiatan budaya ini menampilkan hasil duplikasi wayang beber yang diyakini sebagai salah satu karya seni tradisi tertua di Indonesia.
Pameran yang digelar pada bulan Juli ini menarik perhatian besar, tidak hanya dari wisatawan domestik tetapi juga turis mancanegara. Suasana museum tampak ramai dengan pengunjung yang penasaran dan antusias menyaksikan koleksi duplikasi wayang beber yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Salah satu daya tarik utama adalah keberadaan karya berdasarkan candrasengkala “Gawe Srabi Ginamah Wong” yang merujuk pada tahun 1614 Saka atau 1692 Masehi, menjadikan sunggingan wayang ini sebagai salah satu yang paling tua di Nusantara. Nilai sejarah yang terkandung membuat pengunjung semakin terpikat.
Faris Wibisono, sang penyungging (pembuat gambar wayang), turut berpartisipasi dalam pameran ini dengan menampilkan karya-karyanya di atas media kain dan kertas daluang. Sentuhan kontemporer pada medium tradisional tersebut menambah kekayaan visual dalam pameran, sekaligus menghadirkan interpretasi baru terhadap warisan budaya yang hampir punah ini.
Tri Hartanto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari “Duplikasi Wayang Beber Tawangalun Donorojo Pacitan” salah satu kegiatan desiminasi program kegiatan Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro DKPM tahun 2024″.
