Festival Dolanan Anak dan Ukari VI Meriahkan STKIP PGRI Pacitan, Libatkan 34 Sekolah Dasar
PRABANGKARANEWS, Pacitan, 19 Juli 2025 — Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti Student Hall STKIP PGRI Pacitan pada Sabtu (19/7), saat digelarnya Festival Dolanan Anak dan Ukari (Unjuk Karya Tari) Volume VI. Acara tahunan ini melibatkan 34 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pacitan.
Festival dibuka secara resmi oleh Ketua STKIP PGRI Pacitan, Bakti Sutopo, M.A., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada sekolah mitra yang telah aktif berpartisipasi dan mendukung mahasiswa, kepada dosen pembimbing, serta orang tua siswa yang turut hadir dan mendukung. Melestarikan dolanan anak adalah bagian dari menjaga warisan budaya yang sarat nilai moral dan sosial,” ujar Bakti.
Namun, ia juga memberi catatan penting tentang pentingnya selektif dalam memperkenalkan permainan tradisional kepada anak. Ia menyoroti potensi bias gender, penggunaan diksi sarkastis, serta unsur kekerasan fisik dalam beberapa lirik permainan tradisional.
Festival ini tidak hanya menjadi wahana hiburan dan edukasi, tetapi juga bertujuan menanamkan kecintaan anak terhadap budaya lokal sejak dini, serta memperkuat kolaborasi antara STKIP PGRI Pacitan dengan sekolah mitra dan masyarakat.
Tampak hadir dalam kegiatan ini perwakilan Dewan Kesenian Pacitan, wakil ketua dan kaprodi, dosen PGSD, serta para orang tua siswa yang mendukung langsung penampilan anak-anak. Mereka menampilkan beragam dolanan tradisional seperti Jamuran dan Sluku-Sluku Bathok, serta tari kreasi daerah hasil karya bersama mahasiswa dan siswa sekolah mitra.
Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Mega Isvandiana Purnamasari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proyek tiga mata kuliah, yakni Pembelajaran Seni Musik, Seni Tari, dan Dolanan Anak.

“Seni Tari dan Dolanan Anak dikemas dalam bentuk festival dan melibatkan sekolah mitra, sedangkan proyek mata kuliah Pembelajaran Seni Musik berupa tampilan paduan suara mahasiswa,” jelas Mega.
Sebagai agenda rutin tahunan, Festival Dolanan Anak dan Ukari diharapkan tidak hanya menjadi ruang ekspresi dan kreativitas mahasiswa, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai budaya di tengah tantangan globalisasi.
