“Hamemayu Hayuning Sarira”: Pameran Tunggal Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono di Museum Sonobudoyo

“Hamemayu Hayuning Sarira”: Pameran Tunggal Serat Holistik Kehidupan  Susilawati Susmono di Museum Sonobudoyo
SHARE

PRABANGKARANEWS , YOGYAKARTA – Pameran tunggal bertajuk Hamemayu Hayuning Sarira karya Susilawati Susmono akan diselenggarakan pada tanggal mulai 2 – 17 Agustus 2025 , bertempat di Gedung Saraswati, Museum Negeri Sonobudoyo.

Kegiatan hari    Sabtu 2 Agustus 2025, jam 10.00 – 12.00 WIB,  direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas selaku Wakil Ketua DPD RI.  Acara ini diprakarsai oleh Ir. Hj. Sandra Rina Sahelangi, MBA sebagai ketua penyelenggara.

Dalam ruang seni kontemporer, kebebasan dalam mengeksplorasi objek, simbol, dan ekspresi menjadi ruang kreatif yang luas. Karya-karya Susilawati Susmono mencerminkan proses spiritual yang mendalam, yang ditampilkan dalam bentuk karya ilmiah dan berbagai jenis karya seni, mulai dari lukisan, lagu ciptaannya sendiri (sebanyak 42 masterpiece), tarian, serat dan sastra, puisi, hingga iluminasi.

Baca Juga  Fajar Pramono : Dominasi NasDem Mulai Tergerus di Wilayah Mataraman

Kegiatan  merupakan pameran tunggal  Susilawati Susmono, yang dikurasi oleh Dr. Drs. Hajar Pamadhi, M.A.Hons.

Pameran Tunggal karya Hj. R.Ngt. Susilawati Susmono ini merupakan wujud ungkapan intelektual dan kreativitas artistik. Ungkapan intelektual diwujudkan dalam bentuk ajaran tauhid yang memuat nilai-nilai pengajaran dan nasihat, mencakup: pengetahuan tauhid, ilmu tauhid, dan jiwa tauhid. Sementara itu, ekspresi kreatifnya hadir dalam berbagai bentuk karya seni, antara lain: seni lukis, sastra (puisi), musik (lagu-lagu yang diaransemen oleh Idris Sardi), serta karya kriya seperti lukisan pada tas, keramik, batik, ornamen tekstil, dan iluminasi.

Dalam aspek intelektual, Susilawati menghasilkan beberapa karya tulis penting seperti Hakikat Yunus, Wasiat Rasulullah SAW Sebelum Wafat, dan Pedoman Menjalani Wasiat Rasulullah SAW, yang merupakan buku ke-120, 121, dan 122. Gagasannya tentang Trihayu telah dipublikasikan dalam Jurnal Holistik Kehidupan (JHK), Volume 4 Nomor 1 (31 Januari 2024) dan Volume 4 Nomor 2 (30 April 2024), dengan ISSN 2774-3038X (cetak) dan 3030-8712 (online), yang diterbitkan oleh Yayasan Riyadhatul Ihsan (YRI).

Baca Juga  Petahana Ir. H. Eddy Ganefo, MM Disupport Kembali Maju Pada Munas IX Kadin, LANJUTKAN !!!

Terdapat hubungan yang erat antara proses intelektual dan penciptaan karya seni, di mana wilayah imajinatif yang bersifat non-rasional (naqli) dan tersirat melalui pemikiran rasional (aqli) melahirkan seni spiritual. Judul pameran Hamemayu Hayuning Sarira mencerminkan visualisasi ajaran dan petuah untuk meniti jalan menuju kesempurnaan diri dengan tujuan akhir menjadi janma utama (manusia utama). Melalui proses kontemplasi, perjalanan spiritual, serta perenungan mendalam tentang makna hidup, seseorang dapat menemukan arah dan jati diri, serta memaknai hubungan antara hidup pribadi dan tatanan sosial.

Penulis: Dr. Drs. Hajar Pamadhi, M.A.Hons