Lezatnya Tumpang Koyor Mbok Semi, Warisan Rasa dari Dapur Tradisional

Lezatnya Tumpang Koyor Mbok Semi, Warisan Rasa dari Dapur Tradisional
SHARE

PRABANGKARANEWS, BOYOLALI – Di Dukuh Bakalan, Desa Tanduk, Ampel, terdapat sebuah warung makan legendaris bernama Sego Tumpang Koyor Mbok Semi. Berdiri sejak tahun 1977, warung ini hanya menyajikan satu menu andalan: Sego Tumpang Koyor.

Warung sederhana yang tersembunyi di dalam gang ini selalu ramai pengunjung. Setiap harinya, puluhan porsi Sego Tumpang Koyor ludes terjual. Pengunjungnya tidak hanya berasal dari Kota Boyolali, tetapi juga dari luar kota seperti Solo, Semarang, Magelang, hingga Jogja.

“Biasanya pengunjung dari luar kota memesan dulu lewat WhatsApp, Mbak. Mereka takut kalau datang tiba-tiba, nanti kehabisan,” ungkap Siti, anak Mbok Semi.

Warung Mbok Semi yang berada di dalam rumah memberikan suasana yang tenang dan nyaman, serasa makan di rumah sendiri. Lesehan dengan alas tikar serta dapur yang berdampingan dengan ruang makan semakin memperkuat nuansa tradisional. Pengunjung juga dapat melihat langsung proses memasak dari dapur terbuka.

Baca Juga  UNESCO Tetapkan Raja Ampat sebagai Cagar Biosfer Dunia ke-21 Indonesia

Proses memasak yang masih mempertahankan cara tradisional dan resep turun-temurun selama 48 tahun membuat rasa masakan di warung ini tetap autentik dan tidak berubah. Resep warisan dari Mbok Semi dijaga dengan baik oleh anak-anaknya sehingga cita rasa khasnya tetap terjaga dan tidak bisa ditemukan di tempat lain.

“Soalnya, sebelum Simbok meninggal, semua yang mengerjakan sudah anak-anaknya. Mulai dari bikin sambal, bikin serundeng, sampai masak koyor, semuanya dikerjakan oleh anak-anaknya,” tambah Siti.

Warung Sego Tumpang Koyor Mbok Semi juga memiliki keunikan dalam pembuatan sambal tumpangnya. Mereka tidak menggunakan tempe busuk yang dibeli di pasar, tetapi memilih tempe segar yang kemudian dibusukkan sendiri agar kualitas dan rasanya tetap terjaga.

Baca Juga  Presiden Jokowi: Kita Jalani Tahun 2021 Dengan Langkah Lebih Tegap

“Kalau tempe, kita nggak beli yang sudah busuk, Mbak. Kita beli tempe yang masih bagus, lalu kita busukkan sendiri,” jelas Siti.

Warung Sego Tumpang Koyor Mbok Semi buka mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Harga satu porsi hanya Rp20.000. Dengan harga yang terjangkau, kita dapat menikmati sajian legendaris yang telah bertahan selama kurang lebih 48 tahun, dengan cita rasa yang tetap orisinal dan penuh kenangan.

Penulis : Anggi Wulandari, Hendras Dyah P.D