Pacitan Kota Misteri: Buku Ensiklopedia: Situs Pacitan, Kota Misteri Resmi Tercatat di Kemenkumham
PRABANGKARANEWS – Pacitan, 18 Juli 2025, Kebanggaan baru hadir bagi masyarakat Pacitan. Sebuah karya monumental berjudul Ensiklopedia: Situs Pacitan, Kota Misteri secara resmi telah tercatat dalam Surat Pencatatan Ciptaan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Penetapan tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, menandai pengakuan negara atas karya budaya yang lahir dari tanah penuh sejarah ini.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas capaian tersebut. Dalam wawancara dengan jurnalis, Taufan menyebut buku ini sebagai hasil perjalanan panjang pengabdian selama 36 tahun.
“Buku ini adalah hadiah terbaik yang kami persembahkan untuk Bumi Pacitan. Disusun dalam bahasa sederhana agar dapat dinikmati oleh mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum,” ungkap Taufan.
Ensiklopedia ini tidak hanya memuat catatan sejarah dan situs arkeologis, namun juga menghadirkan kekayaan spiritual dan budaya lokal, termasuk kisah-kisah mistis yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Pacitan.
Taufan menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Pacitan, Indrarta Nur Bayu Aji, yang telah memberi dukungan besar terhadap terbitnya buku ini, serta kepada Sekretaris Daerah, jajaran Kepala OPD, para camat, lurah, tokoh masyarakat, komunitas seni, budayawan, ulama, sahabat Ansor, hingga Sedulur Arab Gundulan Arjosari.
Ucapan terima kasih yang sangat istimewa disampaikan kepada Dr. Agoes Hendriyanto, dosen STKIP PGRI Pacitan, yang menjadi rekan penulis dan sahabat selama proses kreatif berlangsung.
“Kami sadar buku ini belum mencakup seluruh situs yang ada. Namun, isinya merupakan hasil dari temuan lapangan dan literasi turun-temurun yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Buku ini adalah wujud kesetiaan kami menjaga warisan leluhur,” tambahnya.
Lebih dari sekadar buku, ensiklopedia ini menjadi jendela pengetahuan yang mempertemukan sisi rasional sejarah dan dimensi spiritual masyarakat Pacitan yang kaya dengan nilai-nilai lokal. Dengan tercatatnya buku ini di Kemenkumham, harapannya akan semakin memperkuat branding Pacitan sebagai kota yang penuh misteri, sejarah, dan daya tarik budaya.
“Mugio Gusti Allah SWT paring berkahipun dhumateng kita sedaya. Aamiin.” tutup Taufan penuh haru.
