Optimisme Pemuda Indonesia Terendah di 2025: Alarm bagi Masa Depan Bangsa
PRABANGKARANEWS – Laporan Optimism Index 2025 yang dirilis oleh GoodStats dan Good News From Indonesia (GNFI) mengungkap temuan yang mengejutkan: kelompok pemuda Indonesia berusia 17–25 tahun mencatat skor optimisme terendah, yakni hanya 5,45—di bawah rata-rata nasional sebesar 5,51. Angka ini menunjukkan adanya kecemasan kolektif di kalangan anak muda terhadap masa depan mereka, meskipun selama ini mereka dikenal sebagai generasi yang penuh semangat, ambisi, dan idealisme.
Sebaliknya, kelompok usia 46–55 tahun justru menunjukkan skor optimisme tertinggi sebesar 6,21. Ini menciptakan anomali, di mana generasi yang umumnya diasosiasikan dengan kelelahan hidup dan sikap realistis ternyata justru lebih percaya diri dalam memandang masa depan dibanding generasi muda, dikutip dari seasianews Jum’at (8/8/25).
Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting: apakah generasi muda saat ini sedang kehilangan arah, atau mereka sebenarnya justru lebih jujur dalam menilai tantangan zaman, seperti naiknya harga kebutuhan pokok, gelombang PHK, dan ketidakpastian kerja di era digital?
Temuan ini menjadi catatan penting bagi semua pemangku kepentingan—mulai dari pembuat kebijakan, pendidik, hingga media—untuk membangun narasi harapan yang lebih membumi, bukan sekadar slogan motivasi, karena optimisme adalah bahan bakar bagi kemajuan.
Jika anak muda saat ini sedang “mengemudi” dengan tangki kosong, maka mereka membutuhkan kepastian, peluang nyata, dan ruang partisipasi yang relevan dengan keresahan generasi mereka, agar mereka tidak terus melangkah ke masa depan tanpa optimisme yang diperlukan untuk mendorong kemajuan bangsa.
