PT Dirgantara Indonesia Perluas Layanan, Garap Pasar Militer hingga Komersial Global
PRABANGKARANEWS, Bandung – PT Dirgantara Indonesia (PTDI), satu-satunya manufaktur platform udara di Indonesia dan Asia Tenggara, terus menunjukkan kiprah globalnya. Perusahaan yang dahulu dikenal sebagai Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) ini kini tak hanya memproduksi pesawat, tetapi juga mengembangkan layanan pemeliharaan dan modernisasi untuk berbagai jenis armada udara, baik militer maupun komersial.
Sejak didirikan oleh Bapak Teknologi Indonesia BJ Habibie, PTDI telah memproduksi berbagai pesawat andalan seperti CN235, NC212i, dan N219. Kolaborasi internasional pun dijalin, di antaranya dengan Airbus untuk produksi helikopter H225M Caracal, AS565 MBe Panther, H135, dan H145.
Langkah ekspansi terbaru PTDI tercermin dari pelaksanaan Service Life Extension Program (SLEP) untuk pesawat CN235-110 milik United Arab Emirates Air Force & Air Defence (UAE AFAD) yang tiba di Bandung pada 14 April 2025. Program ini merupakan kelanjutan kontrak yang diteken saat pameran International Defence Exhibition (IDEX) 2025 di Abu Dhabi. “Kami tidak hanya memperpanjang usia pakai pesawat, tetapi juga memastikan kesiapan operasional yang optimal sesuai kebutuhan misi,” ujar Direktur Utama PTDI, Amperiawan.
Tak hanya menyasar pasar militer, PTDI kini agresif memperluas cakupan Aircraft Services (ACS) ke sektor komersial dan general aviation. Layanan meliputi pengecatan livery baru untuk private jet seperti Boeing Business Jet (BBJ) dan Gulfstream G550, hingga cabin refurbishment untuk pesawat komersial. PTDI bahkan telah menuntaskan proyek pengecatan dan penggantian kursi Airbus A319 milik maskapai Aero Dili, Timor Leste, serta tengah mengerjakan C-Check Airbus A320 milik Citilink Indonesia bersama GMF AeroAsia.
Saat ini, lebih dari 50 pelanggan di tiga benua telah memercayai layanan PTDI, menunjukkan pengakuan internasional atas kapabilitas dan kualitas perusahaan. Ke depan, PTDI akan memperkuat daya saing global dengan meraih otorisasi dari otoritas penerbangan internasional, menjadikan fasilitas di Bandung sebagai pusat layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) terpadu untuk pesawat militer, komersial, dan general aviation.
Sumber: zonajakarta.com
