Studi Banding Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember ke Pacitan: Apresiasi atas Inovasi Pengamanan Aset Sejarah Daerah

Studi Banding Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember ke Pacitan: Apresiasi atas Inovasi Pengamanan Aset Sejarah Daerah
SHARE

PRABANGKARANEWS, Pacitan, 7 Agustus 2025 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan kembali menjadi rujukan daerah lain dalam pengelolaan literasi sejarah dan pemajuan budaya. Kali ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember, yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas P. Mardiyanto, melakukan kunjungan studi banding untuk mempelajari berbagai inovasi Pacitan dalam pengamanan aset sejarah daerah.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif tersebut, tim dari Jember mendapat pemaparan tentang transformasi penulisan sejarah lokal yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan melalui penerbitan buku “Situs Pacitan Kota Misteri”. Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi antara dinas dan komunitas budaya lokal, yang mengangkat kembali narasi-narasi sejarah Pacitan yang selama ini belum banyak terungkap secara ilmiah dan populer.

Baca Juga  Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Dilantik Sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029

Selain penulisan buku, Dinas Pacitan juga mempresentasikan format kerja sama strategis dengan berbagai komunitas seperti Sanggar Lemah Teles, komunitas pusaka, hingga kelompok seni tari dan teater dalam upaya pelestarian dan pemajuan budaya lokal. Tak hanya berhenti di tataran literasi, inovasi Pacitan juga menjangkau media visual, dengan proyek pembuatan film animasi sejarah Pacitan yang digagas sebagai bagian dari penguatan identitas bangsa dan edukasi generasi muda menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember, P. Mardiyanto, menyampaikan rasa takjub dan apresiasi atas berbagai langkah kreatif dan progresif yang telah dilakukan oleh Kabupaten Pacitan. Ia menyebut bahwa Jember akan meniru pendekatan Pacitan dalam mengelola aset sejarah daerah dan menyusun program serupa untuk kemajuan lembaganya.

Baca Juga  Pimpinan DPR Yakin RUU Otsus Papua Selesai Tahun Ini

“Kami benar-benar belajar banyak dari Pacitan. Terutama dalam hal mengintegrasikan penulisan sejarah, kerja sama dengan komunitas, hingga pemanfaatan teknologi animasi untuk pelestarian budaya. Ini bukan hanya lompatan, tapi lari cepat menuju penguatan jati diri bangsa,” ujarnya.

Amat Taufan menjelaskan kepada junalis, “Studi banding ini menegaskan posisi Kabupaten Pacitan sebagai pelopor dalam literasi sejarah dan pemajuan budaya di tingkat lokal, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antar daerah dalam mengisi kemerdekaan dengan langkah-langkah strategis berbasis nilai-nilai budaya dan sejarah bangsa.”

Melalui  kreatifitas dan visi dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat tidak akan terhalang apapun khususnya anggaran. Anggaran yang terbatas bisa tergerak untuk ciptakan inovasi melalui kerjasama dengan akademisi budayawan, seniman yang mempunyai visi dalam pelestarian dan pengambangan sosial budaya yang ada di suatu wilayah.

Baca Juga  PBSI STKIP PGRI Pacitan, Baca Puisi Tema "Gema Sastra dalam Jiwa Pancasila" tingkat SMA/SMK/MA 2022 se-Kabupaten Pacitan