kilas sepak bolaindokulinerbeautyniquejawara beritawellnesiahubastralythickuliner viralatletic zone hubzoonestifysorotan hari iniSudut LapanganCombatpediaTinta BeritaKuliner HariankuLuxurious BakingLacak Jejak SejarahBerita KecelakaanInformasi Harga SahamUpdate Seputar Berita PenipuanInformasi Seputar Harga EmasBerita Kecelakaan TerkiniBerita PenipuanInformasi Tentang Emasharga emas realtimeHarga Semen IndonesiaInformasi Kenaikan Harga EmasHarga SemenBerita Seputar EsportBerita Seputar KacaFashion IndonesiaBerita Harian SejatiUpdate Berita TerpercayaBerita Utama TerupdateSeklas Kabar BeritaInformasi Berita Bola TerkiniInformasi Berita CepatBerita Terbaru TerpopulerBerita Harian CepatSeputar Berita BolaPacu BeritaUpdate TeknoRanah AutoRumpi TetanggaMega Otomotifdunia faunaJelajah FaunaTatoo Art IndonesiaLoves Diet SehatSkena Fashionprediksi master hari iniUnited GamingFundacion RapalaFakta SehariTren HarapanGadgetkanGosipliciousiNewsComplexiNewsFootballPollux TierFoomer OfficialCommon SightJurnal TempoRuang MistisiNews CombatOhana MagazineLove Food Ready MealsPetite PaulinaBeauty RivalSpecialty Network SllcFilm Terbaru Penuh Pesan MoralMovie AutoAlmansorsMayumioteroCipta WacanaSekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabayasensa138sensa138sensa138sensa138Round Rock JournalbociljpBiobaeckereiBornheimerBukemersanacokyakisirTrans To FindBrivifybudaya dan alam sulawesi baratprabangkara newsyourbestieSekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah PemudaBalai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DIYAloha4daloha4daloha4daloha4dbimahokibima88bima88BIMAHOKIbimahokibimahokibimahokibima88Kiyo4dkiyo4dkiyo4dkajian neurodinamis mahjong ways dalam ledakan interaksi virtual moderngates of olympus memunculkan anomali digital pada komunitas hiburan malamsweet bonanza dikaitkan dengan pergeseran ritme psikososial generasi onlineanalisis metakognitif starlight princess dalam perilaku virtual anak mudabounty showdown menjadi sorotan dalam simulasi pola acak moderngates of gatot kaca memicu diskursus baru tentang sistem interaktifpencerahan psikodigital sugar rush pada fenomena komunitas virtual aktifmahjong ways disebut membentuk resonansi baru dunia hiburan interaktifpemetaan kuantum perilaku gates of olympus mulai dibahas komunitas digitalstarlight princess memunculkan dinamika baru dalam aktivitas virtual malambaca titik kritis transisipola terbaca respons cepat momentumdata aktivitas jam produktifpola harian terukur konsistenbermain santai buka pola terlewatputaran otomatis fitur bonuspergeseran fitur sinyal lonjakan hasilupgrade ritme peluang terarahstatistik rtp pola presisiputaran gratis strategi terukurkajian hiperrealitas sweet bonanza dalam fenomena digital generasi modernmemicu resonansi siber gates of olympus pada komunitas hiburan interaktifmenjadi variabel baru dalam analisis perilaku virtual modern starlight princess membentuk dinamika psikososial dalam ruang digital malammulai dihubungkan dengan pola adaptif komunitas online aktif sugar rushmemunculkan diskursus baru gates of gatot kaca tentang simulasi virtualmahjong ways dikaitkan dengan fragmentasi ritme hiburan era kontemporeranalisis transformatif gates of olympus dalam lanskap digital anak mudasweet bonanza memperlihatkan gejala interaktif yang sulit dipetakan komunitasbounty showdown menjadi pusat observasi tren siber generasi masa kinianalisis virtual modern mahjong ways membentuk pola interaksi generasi digitalfenomena komunitas siber gates of olympus memicu perubahan ritme onlinekajian psikososial interaktif sweet bonanza menarik perhatian anak muda moderndinamika hiburan kontemporer starlight princess membawa atmosfer digital baruobservasi perilaku virtual sugar rush mengubah cara komunitas berinteraksifragmentasi tren digital gates of gatot kaca menjadi sorotan komunitasresonansi aktivitas online koi gate memunculkan diskusi virtual berbedapembentukan neurodigital lucky neko membentuk fenomena hiburan modern anak mudasimulasi sistem interaktif wild bandito menghadirkan pengalaman virtual tak biasapenalaran adaptasi komunitas aztec gems dalam lanskap digital generasi barumetode kreatif memahami pola efektifstrategi admin untuk analisis cerdasanalisis terstruktur perubahan tempo permainaneksperimen ritme bermain untuk stabilitas performaadaptasi strategi bermain tanpa prediksi polapendekatan pemain berpengalaman ambil keputusanpopularitas visual dan mekanisme interaktifpanduan sistem digital untuk strategianalisis mingguan pola permainan modernritme santai stabilitas permainan adaptifmanajemen data harian 28 jutamahjong modern pendekatan konseptualrng wild scatter stabilsistem digital interaktif momentum stabilsistem permainan interaktif komunitas digitalstatistik pergerakan hasil konsistenstrategi rekonstruksi bermain balanceevaluasi rtp modern struktur dinamisfenomena digital pola harian stabilkonstruksi data interaktif presisiritme digital kemenangan stabiltiming interaktif malam haristrategi data hasil konsistenpembacaan sistem momentum tepatdata interaktif momentum besarfrekuensi harian konsisten digitalputaran interaktif timing tepatritme aktivitas peluang terarahtiming digital arah berbedafrekuensi interaktif berubah stabilevaluasi sistem game analisis data akuratmanajemen permainan digital ritme stabilpergeseran pola dinamis harianreturn 22 juta ritme stabilritme faktor penting pengguna digitalrtp live strategi presisisistem adaptif membaca pola konsistenstudi pola terukur struktur digitaltransformasi putaran fase awal intensitas permainandinamika pola sistem adaptifalur mode turbo kebiasaan bermainefek super scatter membentuk polakombinasi modern membaca ritmepanduan bermain modern mengatur ritme spin terarahpecahan beruntun putaran acakpola permainan membaca ritme lebih stabilpola tersembunyi menarik perhatian penggunartp dan pergerakan game modern ritme berbedartp dinamis pendekatan data mikro dan makrotiming putaran potensi 31 jutaanalisis adaptif zeus vs hades membawa dinamika baru dunia virtual fenomena siber candy village memicu perubahan kebiasaan hiburan digitalkajian interaksi modern pirate gold membentuk tren komunitas virtual baruobservasi psikososial phoenix rises menghadirkan pengalaman online lebih intensdinamika aktivitas virtual golden lotus menjadi sorotan komunitas digitalstaihas.ac.idresonansi tren interaktif medusa fortune dalam dunia hiburan kontemporerkajian digital modern jungle delight membuka diskusi baru komunitas onlinesimulasi hiburan virtual garuda gems membentuk atmosfer siber generasi mudaanalisis perilaku online mystic fortune memunculkan fenomena interaktif modernfragmentasi komunitas digital samurai master mengubah cara bermain generasi barumetode kreatif komunitas memahami polastrategi admin untuk analisis arahanalisis terstruktur perubahan tempo permainaneksperimen ritme bermain untuk stabilitas performaadaptasi strategi bermain tanpa prediksipendekatan pemain berpengalaman tanpa spekulasipopularitas visual dan mekanisme interaktifpanduan strategi digital yang efektifanalisis mingguan komunitas pola modernpengaruh ritme santai permainan adaptifstrategi modern return 58 jutatiming wild scatter pola baru viralaktivitas bermain momentum sesi stabilanalisis performa digital profit stabil hariandinamika data interaksi pemain digitalirama modern ritme dinamis hariankajian visual permainan konsentrasi pemainkomparasi rtp rng modernpendekatan real time momentum presisipola harian ritme permainan konsistenalgoritma putaran optimalkan akurasimetode efektif sinyal keberuntunganevaluasi siklus waktu bermainmembaca pergerakan simbol hasilpola grafik target keuntunganritme balok keberuntungan konsistencelah grafik kemenangan beruntunpola grafis berulang fantastissimbol wild muncul seringanalisis siklus simbol digitalspektrum siber mahjong ways mengguncang ekosistem hiburan virtual modernorbit interaktif eternal phoenix memantik evolusi komunitas digital kontemporereskalasi virtual lunar eclipse mengaburkan batas hiburan generasi onlinepolarisasi dinamis ocean king membentuk struktur aktivitas siber anak mudafluktuasi digital koi gates menarik atensi komunitas virtual indonesiakonvergensi interaktif shadow panther memunculkan atmosfer hiburan alternatifdistorsi ritmik crystal cavern mengubah navigasi komunitas dunia mayaekspansi neurovirtual thunder strike membawa sensasi siber lebih intenssingularitas modern frozen empire memicu transformasi aktivitas digital malamdekonstruksi hiburan sugar rush membuka dimensi baru komunitas onlinestrategi data dan intuisi menangpengaturan interval bermain untuk stabilitasanalisis pola terhadap optimalisasi profitpendekatan modern evaluasi pola ritmeanalisis frekuensi putaran untuk profitstrategi modern pembacaan alur akuratstrategi adaptif gantikan jam bermainpendekatan untuk profit harian pemulametode konsistensi untuk stabilitas strategianalisis statistik dan momentum piala duniaakselerasi siber desert mirage menghidupkan lanskap hiburan kontemporerrefraksi komunitas titan forge memperluas spektrum aktivitas virtual generasi baruhiperbola interaktif mystic river menjadi katalis tren digital moderndisrupsi ritme phantom castle menggeser pola hiburan komunitas siber sinkronisasi virtual arctic queen membentuk ekosistem hiburan lebih adaptiffragmentasi dinamika ruby kingdom memantik gelombang interaktif anak mudamodulasi modern storm rider mengubah resonansi dunia virtual kontemporerkontinum siber velvet moon menarik perhatian komunitas hiburan digitalrekonstruksi interaktif solar beast memunculkan lanskap virtual generasi masa kiniparadigma virtual neon kraken menginvasi ruang interaktif generasi digitaltransmisi siber iron eclipse mengaktifkan resonansi hiburan kontemporermorfologi digital black vortex memicu gejolak komunitas virtual modernkronologi interaktif nova empire menembus batas aktivitas dunia mayaspektral dinamis cyber titan membentuk identitas hiburan anak mudalabirin virtual crimson oracle mengacaukan ritme komunitas siber aktifeuforia transdigital savage phoenix menghidupkan atmosfer hiburan futuristikresonator modern abyss legend menggerakkan evolusi komunitas interaktifdimensi holografik thunder reign menjadi magnet fenomena virtual baruekskalasi neurodigital infernal king membuka era hiburan siber alternatifakhir bulan pola menguntungkanrotasi game terukur profit stabilpola harian peluang menang cepatstrategi santai kemenangan konsistensistem terukur profit harianperubahan mikro fase stabil menguntungkanritme modal kecil berpeluangdisiplin analisis terukurfitur efektif dengan ritme tepatpola mikro fase stabil menguntungkan

Agoes Hendriyanto: Pengembangan Pembelajaran IPS di SD

Agoes Hendriyanto: Pengembangan Pembelajaran IPS di SD
SHARE

 Pengembangan Pembelajaran IPS di SD

PGSD STKIP PGRI PACITAN
Bobot: 2 SKS (14 Pertemuan)

Pertemuan 1 – Pengantar Mata Kuliah

  • Kontrak kuliah, tujuan, capaian pembelajaran.

  • Konsep dasar IPS di SD: ruang lingkup, karakteristik, dan tujuan pembelajaran IPS.

  • Diskusi: Mengapa IPS penting untuk siswa SD?

Pertemuan 2 – Landasan Pengembangan IPS di SD

  • Landasan filosofis, psikologis, dan pedagogis IPS.

  • Karakteristik peserta didik SD dan implikasi dalam pembelajaran IPS.

  • Studi kasus kurikulum IPS SD.

Pertemuan 3 – Kurikulum IPS di SD

  • Analisis Kurikulum Merdeka/K13 (kompetensi inti, kompetensi dasar, CP-TP).

  • Penjabaran profil pelajar Pancasila dalam IPS.

  • Diskusi kelompok: Perbandingan muatan IPS antar kelas.

Pertemuan 4 – Pendekatan dan Model Pembelajaran IPS

  • Pendekatan tematik integratif.

  • Model pembelajaran kontekstual, inkuiri, problem based learning, project based learning.

  • Micro teaching singkat.

Pertemuan 5 – Strategi dan Metode Pembelajaran IPS

  • Strategi ekspositori, diskusi, simulasi, role playing, studi lapangan.

  • Analisis kelebihan dan kekurangan.

  • Latihan: memilih metode sesuai tema.

Pertemuan 6 -7– Media dan Sumber Belajar IPS

  • Pengembangan media sederhana (peta, gambar, komik, video).

  • Pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

  • Praktik: Mendesain media sederhana.

Pertemuan 8 Mid Test

Pertemuan 9– Pengembangan Bahan Ajar IPS

  • Konsep bahan ajar cetak & digital.

  • Analisis materi IPS di buku teks SD.

  • Tugas: Membuat rancangan bahan ajar topik IPS kelas IV–V.

Pertemuan 10 – Inovasi Pembelajaran IPS di SD

  • Literasi digital dalam pembelajaran IPS.

  • Pemanfaatan teknologi (Google Earth, VR, aplikasi kuis, dll).

  • Diskusi: best practice inovasi guru.

Pertemuan 11 – Penilaian dalam Pembelajaran IPS

  • Prinsip penilaian autentik (sikap, pengetahuan, keterampilan).

  • Bentuk instrumen: tes tertulis, observasi, portofolio, proyek.

  • Latihan membuat instrumen.

Pertemuan 12 – Isu Kontemporer dalam IPS SD

  • Isu sosial-budaya, lingkungan, globalisasi, multikulturalisme.

  • Integrasi nilai karakter dan pendidikan kewarganegaraan.

  • Diskusi kasus aktual.

Pertemuan 13 -15– Desain RPP/Modul Ajar IPS SD

  • Langkah-langkah menyusun modul ajar sesuai Kurikulum Merdeka.

  • Latihan: menyusun modul ajar tema IPS kelas IV.

Pertemuan 16

Ujian Akhir Semester (UAS)

  • Presentasi rancangan pembelajaran IPS.

  • Evaluasi capaian pembelajaran dan refleksi mata kuliah.

👉 Output akhir mahasiswa:

  • Mahasiswa mampu merancang pembelajaran IPS di SD yang inovatif, kontekstual, dan sesuai kurikulum.

  • Produk akhir: Modul ajar + media pembelajaran + laporan micro teaching.

Pertemuan 1 – Pengantar Mata Kuliah

Topik: Kontrak Kuliah, Tujuan, dan Konsep Dasar IPS di SD

Deskripsi Materi

Pada pertemuan pertama ini, mahasiswa diperkenalkan dengan gambaran umum mata kuliah Pengembangan Pembelajaran IPS di SD. Dosen dan mahasiswa melakukan kontrak kuliah untuk menyepakati aturan perkuliahan, metode pembelajaran, sistem penilaian, serta etika akademik.

Mahasiswa kemudian diajak memahami konsep dasar IPS di SD, meliputi:

  1. Ruang Lingkup IPS di SD – materi IPS mencakup aspek geografi, sejarah, sosiologi, ekonomi, dan antropologi yang dikemas dalam bentuk tematik integratif.

  2. Karakteristik IPS di SD – pembelajaran lebih menekankan pada pengalaman nyata, kedekatan dengan lingkungan sekitar, serta pembentukan sikap sosial dan kewarganegaraan.

  3. Tujuan Pembelajaran IPS – membentuk siswa menjadi warga negara yang baik, memiliki pengetahuan sosial dasar, keterampilan berpikir kritis, kepedulian terhadap lingkungan, serta nilai dan moral yang sesuai dengan Pancasila.

Aktivitas Pembelajaran

  • Diskusi kelas: Mahasiswa diminta menganalisis pertanyaan “Mengapa IPS penting untuk siswa SD?”.

    • Diharapkan mahasiswa mampu mengaitkan peran IPS dengan pembentukan karakter, keterampilan sosial, serta kesiapan hidup dalam masyarakat yang majemuk.

    • Hasil diskusi dipresentasikan secara singkat, kemudian ditanggapi bersama.

Capaian Pembelajaran Pertemuan

  • Mahasiswa memahami kontrak kuliah, aturan, dan mekanisme penilaian.

  • Mahasiswa mampu menjelaskan ruang lingkup, karakteristik, dan tujuan pembelajaran IPS di SD.

  • Mahasiswa mampu mengemukakan alasan pentingnya pembelajaran IPS bagi siswa SD secara argumentatif.

Penugasan

  • Mahasiswa menulis refleksi singkat (1–2 halaman) tentang:
    “Bagaimana pengalaman saya belajar IPS di SD dulu, dan bagaimana seharusnya pembelajaran IPS dikembangkan di masa sekarang?”

Pertemuan 2 – Landasan Pengembangan IPS di SD

1. Pendahuluan

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD tidak hanya mengenalkan fakta-fakta sosial, tetapi juga membentuk sikap, nilai, dan keterampilan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, pengembangan pembelajaran IPS harus berpijak pada landasan yang kuat agar tujuan pembelajaran tercapai.

2. Landasan Filosofis

IPS di SD berpijak pada nilai-nilai dasar yang diyakini oleh bangsa dan pendidikan.

  • Filsafat Pancasila: menuntun siswa untuk menjadi warga negara yang beriman, bermoral, dan cinta tanah air.

  • Humanisme: menekankan pada pengembangan potensi manusia secara utuh (pengetahuan, sikap, keterampilan).

  • Konstruktivisme: siswa membangun pengetahuan sosialnya melalui pengalaman nyata dan interaksi dengan lingkungan.

Implikasi: Guru harus menyajikan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai, moral, dan sikap sosial.

3. Landasan Psikologis

Setiap rancangan pembelajaran IPS harus memperhatikan karakteristik perkembangan anak SD:

  • Tahap operasional konkret (Piaget): siswa lebih mudah memahami konsep sosial melalui benda, peristiwa nyata, gambar, atau simulasi.

  • Motivasi belajar: anak SD belajar lebih cepat bila materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

  • Perkembangan sosial: anak mulai belajar bekerja sama, berbagi, serta memahami aturan kelompok.

Implikasi: Materi IPS sebaiknya bersifat konkret, dekat dengan pengalaman anak, serta memberi kesempatan untuk interaksi sosial.

4. Landasan Pedagogis

Landasan pedagogis menjelaskan prinsip dan strategi mengajar IPS di SD:

  • Pembelajaran harus aktif, kreatif, dan menyenangkan.

  • Guru berperan sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber belajar.

  • Pembelajaran bersifat tematik integratif, menghubungkan IPS dengan mata pelajaran lain.

  • Menggunakan berbagai metode: diskusi, role playing, simulasi, studi lapangan.

Implikasi: Guru perlu menciptakan suasana belajar yang demokratis, kolaboratif, dan kontekstual.

5. Karakteristik Peserta Didik SD

  • Rasa ingin tahu tinggi, cenderung eksploratif.

  • Lebih mudah memahami hal konkret daripada abstrak.

  • Menyukai aktivitas kelompok (belajar sambil bermain).

  • Mudah meniru perilaku sosial orang dewasa.

Implikasi dalam IPS:

  • Gunakan contoh nyata dan dekat dengan kehidupan siswa.

  • Manfaatkan lingkungan sekolah dan rumah sebagai laboratorium sosial.

  • Dorong kerja sama melalui diskusi, permainan peran, atau proyek kelompok.

6. Studi Kasus Kurikulum IPS SD

Contoh Tema: “Kegiatan Ekonomi di Lingkungan Sekitar” (Kelas IV)

  • Kurikulum K13: siswa mengenal jenis pekerjaan, kegiatan jual-beli, dan kebutuhan sehari-hari.

  • Kurikulum Merdeka: siswa tidak hanya mengenal, tetapi juga melakukan proyek sederhana, seperti membuat simulasi pasar, wawancara pedagang, atau observasi kegiatan ekonomi di sekitar rumah.

Analisis:

  • K13 menekankan pada penguasaan pengetahuan.

  • Kurikulum Merdeka lebih menekankan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pengalaman nyata.

7. Aktivitas Diskusi Kelas

Pertanyaan diskusi:

  • Bagaimana perkembangan psikologis siswa SD memengaruhi cara guru mengajarkan IPS?

  • Apakah kurikulum IPS di SD sudah sesuai dengan kebutuhan siswa zaman sekarang?

8. Kesimpulan

Landasan filosofis, psikologis, dan pedagogis sangat penting dalam merancang pembelajaran IPS. Guru perlu memahami karakteristik siswa SD agar pembelajaran lebih efektif. Kurikulum harus dianalisis secara kritis agar bisa dikembangkan sesuai kebutuhan siswa dan tantangan zaman.

Baca Juga  Menbud Fadli Zon Kunjungi FIB UNS, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Aksara Budaya

9. Penugasan

Tuliskan esai singkat (2–3 halaman) tentang:
“Bagaimana landasan psikologis siswa SD dapat dijadikan dasar dalam merancang strategi pembelajaran IPS?”

Pertemuan 3 – Kurikulum IPS di SD

1. Pendahuluan

Kurikulum merupakan kerangka dasar dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di SD. Kurikulum IPS tidak hanya memuat pengetahuan sosial, tetapi juga sikap dan keterampilan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dalam konteks Indonesia, pembelajaran IPS di SD diatur melalui Kurikulum 2013 (K13) dan kini dikembangkan menjadi Kurikulum Merdeka.

2. Analisis Kurikulum K13 dan Kurikulum Merdeka

a. Kurikulum 2013 (K13)

  • Kompetensi Inti (KI): mencakup aspek sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

  • Kompetensi Dasar (KD): diturunkan dari KI, menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran.

  • Karakteristik: IPS diajarkan secara tematik integratif di kelas I–III, dan mulai berdiri sendiri sebagai mata pelajaran di kelas IV–VI.

b. Kurikulum Merdeka

  • Capaian Pembelajaran (CP): rumusan tujuan belajar yang lebih ringkas, fleksibel, dan berbasis fase (Fase A untuk kelas I–II, Fase B untuk kelas III–IV, Fase C untuk kelas V–VI).

  • Tujuan Pembelajaran (TP): turunan dari CP yang lebih operasional dan bisa disesuaikan guru.

  • Karakteristik: menekankan pembelajaran berbasis proyek (P5), kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.

c. Perbandingan Umum

Aspek Kurikulum 2013 (K13) Kurikulum Merdeka
Struktur KI – KD CP – TP
Fokus Pengetahuan + Keterampilan Profil Pelajar Pancasila
Pendekatan Tematik integratif, mapel Fleksibel, berbasis fase
Kegiatan belajar Buku teks, LKS Proyek, eksplorasi, refleksi

3. Profil Pelajar Pancasila dalam IPS

Kurikulum Merdeka menjadikan Profil Pelajar Pancasila sebagai orientasi utama. Dalam pembelajaran IPS, profil ini dijabarkan melalui:

  1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME: IPS mengajarkan nilai moral dan sikap sosial.

  2. Berkebinekaan global: siswa mengenal budaya, menghargai perbedaan, dan belajar hidup harmonis.

  3. Gotong royong: banyak aktivitas IPS berbasis kerja kelompok, simulasi, dan proyek sosial.

  4. Mandiri: siswa diajak aktif mencari informasi dan belajar melalui pengalaman nyata.

  5. Bernalar kritis: IPS melatih siswa menganalisis masalah sosial dan mencari solusi.

  6. Kreatif: siswa dapat mengekspresikan ide sosial melalui media, cerita, atau proyek kelas.

4. Diskusi Kelompok

Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membandingkan muatan IPS di K13 dan Kurikulum Merdeka antar kelas.

Contoh topik:

  • Tema “Lingkungan” di kelas III (K13) vs Fase A-B (Kurikulum Merdeka).

  • Tema “Kegiatan Ekonomi” di kelas IV (K13) vs Fase B-C (Kurikulum Merdeka).

Pertanyaan panduan diskusi:

  1. Apa persamaan dan perbedaan kompetensi yang diharapkan?

  2. Bagaimana pendekatan pembelajaran yang digunakan pada masing-masing kurikulum?

  3. Mana yang lebih kontekstual dengan kondisi siswa SD saat ini?

5. Capaian Pembelajaran Pertemuan

  • Mahasiswa mampu menganalisis perbedaan K13 dan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS.

  • Mahasiswa memahami bagaimana profil pelajar Pancasila diintegrasikan dalam IPS.

  • Mahasiswa mampu melakukan perbandingan muatan IPS antar kelas melalui studi kasus.

6. Penugasan

  • Buat tabel perbandingan tema IPS kelas IV–VI antara K13 dan Kurikulum Merdeka.

  • Tuliskan refleksi singkat (1 halaman) tentang:
    “Apakah Kurikulum Merdeka lebih sesuai dengan pembelajaran IPS di SD dibandingkan K13? Berikan alasan.”

Pertemuan 4 – Pendekatan dan Model Pembelajaran IPS di SD

1. Pendahuluan

Pembelajaran IPS di SD tidak cukup hanya disampaikan secara teoritis, tetapi harus dirancang dengan pendekatan dan model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Tujuannya agar siswa tidak hanya mengetahui konsep sosial, tetapi juga mampu menghubungkannya dengan kehidupan nyata.

2. Pendekatan Tematik Integratif

  • IPS di SD (khususnya kelas I–III) diajarkan secara tematik, artinya materi IPS diintegrasikan dengan mata pelajaran lain (Bahasa Indonesia, PPKn, IPA, dll).

  • Karakteristik:

    1. Menekankan keterpaduan antarmateri.

    2. Berpusat pada siswa dan pengalaman nyata.

    3. Membentuk keterampilan sosial melalui tema kehidupan sehari-hari.

  • Contoh: Tema “Lingkungan Sekitarku” dapat memuat aspek IPS (interaksi sosial), IPA (keanekaragaman makhluk hidup), Bahasa Indonesia (menulis laporan), dan SBdP (membuat poster).

3. Model-Model Pembelajaran IPS

a. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL)

  • Prinsip: siswa belajar lebih bermakna jika materi dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

  • Ciri: konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, refleksi, penilaian autentik.

  • Contoh: Siswa belajar tentang “Pasar Tradisional” dengan cara berkunjung ke pasar lalu membuat laporan kegiatan.

b. Model Inkuiri (Inquiry Learning)

  • Prinsip: siswa menemukan pengetahuan melalui proses penyelidikan.

  • Langkah: merumuskan masalah – mengumpulkan data – menganalisis – menyimpulkan.

  • Contoh: Siswa menyelidiki “Mengapa terjadi banjir di sekitar sekolah?” dengan observasi lapangan.

c. Problem Based Learning (PBL)

  • Prinsip: siswa belajar melalui pemecahan masalah nyata.

  • Langkah: orientasi masalah – kerja kelompok – mencari solusi – presentasi hasil.

  • Contoh: Siswa diminta memecahkan masalah “Sampah menumpuk di lingkungan sekolah.”

d. Project Based Learning (PjBL)

  • Prinsip: siswa menghasilkan produk dari sebuah proyek pembelajaran.

  • Ciri: berbasis kolaborasi, eksplorasi, dan kreativitas.

  • Contoh: Proyek membuat “Peta Sosial Desa/Kelurahan” yang memuat pekerjaan penduduk, sarana umum, dan interaksi sosial.

4. Micro Teaching Singkat

Pada sesi ini mahasiswa diminta melakukan praktik micro teaching dengan tema IPS sederhana, misalnya:

  • Tema “Keragaman Budaya di Indonesia”.

  • Mahasiswa memilih model (CTL, Inkuiri, PBL, atau PjBL).

  • Waktu 10–15 menit per kelompok untuk mempraktikkan satu bagian pembelajaran (pendahuluan/kegiatan inti/penutup).

  • Dilanjutkan dengan umpan balik dari dosen dan teman sejawat.

5. Capaian Pembelajaran Pertemuan

  • Mahasiswa memahami konsep pendekatan tematik integratif dalam pembelajaran IPS di SD.

  • Mahasiswa mengenal dan mampu menjelaskan model CTL, Inkuiri, PBL, dan PjBL.

  • Mahasiswa mampu mempraktikkan micro teaching singkat dengan menerapkan salah satu model pembelajaran IPS.

6. Penugasan

  • Mahasiswa menyusun skenario pembelajaran IPS (RPP singkat/modul ajar) dengan menggunakan salah satu model pembelajaran yang dipelajari.

  • Produk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya dan dipresentasikan secara bergiliran.

Pertemuan 5 – Strategi dan Metode Pembelajaran IPS di SD

1. Pendahuluan

Dalam pembelajaran IPS, guru tidak hanya perlu memahami konsep, pendekatan, dan model pembelajaran, tetapi juga strategi dan metode yang tepat. Strategi dan metode ini menjadi cara operasional guru untuk menyampaikan materi agar mudah dipahami, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa SD.

2. Strategi dan Metode Pembelajaran IPS

a. Strategi Ekspositori

  • Guru menyampaikan materi secara langsung (ceramah, presentasi, demonstrasi).

  • Cocok digunakan untuk pengenalan konsep baru.

  • Contoh: Guru menjelaskan konsep “Peta dan Simbol” sebelum siswa praktik membaca peta.

b. Strategi Diskusi

  • Siswa bertukar pendapat, ide, atau solusi terhadap suatu masalah sosial.

  • Melatih keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama.

  • Contoh: Diskusi tentang “Dampak Penggunaan Plastik terhadap Lingkungan”.

c. Metode Simulasi

  • Siswa melakukan tiruan situasi atau peristiwa nyata.

  • Memberikan pengalaman langsung dalam memahami proses sosial.

  • Contoh: Simulasi sidang musyawarah kelas untuk menentukan ketua kelas.

Baca Juga  5 Duel Pemain Kunci, Indonesia vs Vietnam Leg Kedua Semifinal AFF 2022

d. Metode Role Playing (Bermain Peran)

  • Siswa memerankan tokoh tertentu dalam situasi sosial.

  • Mengembangkan empati, komunikasi, dan pemahaman nilai sosial.

  • Contoh: Bermain peran sebagai pedagang dan pembeli di pasar.

e. Studi Lapangan (Field Trip)

  • Siswa belajar dengan cara mengunjungi tempat nyata yang relevan dengan materi IPS.

  • Menumbuhkan pengalaman otentik dan keterkaitan langsung dengan lingkungan.

  • Contoh: Kunjungan ke balai desa untuk mengenal struktur pemerintahan lokal.

3. Analisis Kelebihan dan Kekurangan

Metode/Strategi Kelebihan Kekurangan
Ekspositori Efisien, mudah dilakukan, cocok untuk konsep baru Siswa pasif, kurang kontekstual
Diskusi Melatih berpikir kritis, kerja sama, komunikasi Tidak efektif jika siswa pasif atau kelas besar
Simulasi Memberi pengalaman nyata, menyenangkan Butuh waktu, persiapan lebih banyak
Role Playing Meningkatkan empati, kreativitas, keterampilan sosial Tidak semua siswa berani tampil
Studi Lapangan Belajar langsung dari lingkungan, kontekstual Membutuhkan biaya, waktu, dan pengawasan ekstra

4. Latihan: Memilih Metode Sesuai Tema

Mahasiswa dibagi ke dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diberi tema IPS dan diminta memilih strategi/metode yang paling sesuai, beserta alasannya.

Contoh Tema:

  • “Keragaman Budaya di Indonesia”

  • “Kegiatan Ekonomi di Desa dan Kota”

  • “Interaksi Sosial di Lingkungan Sekolah”

  • “Pemerintahan Desa dan Kelurahan”

Output: Setiap kelompok menjelaskan pilihan metode dan mempresentasikan simulasi singkat.

5. Capaian Pembelajaran Pertemuan

  • Mahasiswa memahami berbagai strategi dan metode pembelajaran IPS di SD.

  • Mahasiswa mampu menganalisis kelebihan dan kekurangan setiap strategi/metode.

  • Mahasiswa dapat memilih strategi atau metode yang tepat sesuai tema IPS.

6. Penugasan

  • Buat rancangan pembelajaran IPS singkat (1 halaman) untuk tema yang dipilih, lengkap dengan strategi/metode yang digunakan.

  • Sertakan alasan pemilihan strategi tersebut.

Pertemuan 6 –7  Media dan Sumber Belajar IPS

Materi Pokok:

  1. Pengembangan Media Sederhana

    • Pemahaman tentang pentingnya media pembelajaran dalam IPS.

    • Contoh media sederhana yang efektif di SD: peta buatan tangan, gambar ilustratif, komik edukatif, dan video sederhana.

    • Prinsip membuat media sederhana yang sesuai dengan karakteristik anak SD (menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan materi).

  2. Pemanfaatan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar

    • Lingkungan sebagai laboratorium nyata IPS (pasar, balai desa, sawah, tempat ibadah, museum lokal).

    • Strategi guru dalam menghubungkan konsep IPS dengan pengalaman nyata siswa.

    • Pentingnya pembelajaran kontekstual agar siswa memahami IPS dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Praktik Mendesain Media Sederhana

    • Mahasiswa dibagi kelompok untuk merancang media sederhana sesuai tema IPS (misalnya: peta daerah sekitar sekolah, komik tentang tolong-menolong, video singkat wawancara pedagang pasar).

    • Presentasi hasil karya kelompok di kelas.

    • Refleksi: kelebihan, kekurangan, dan potensi pemanfaatan media tersebut dalam pembelajaran IPS.

Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa mampu:

  • Mengembangkan media sederhana yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran IPS SD.

  • Memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar IPS yang kontekstual.

  • Mempraktikkan desain media sederhana secara kreatif, inovatif, dan aplikatif.

SIMPULAN MATERI PERTEMUAN 1–7

  1. Pertemuan 1 – Pengantar Mata Kuliah
    Mahasiswa dikenalkan pada kontrak kuliah, aturan, tujuan, serta konsep dasar IPS di SD yang mencakup ruang lingkup, karakteristik, dan tujuan pembelajaran IPS untuk membentuk siswa sebagai warga negara yang baik, kritis, dan peduli lingkungan.

  2. Pertemuan 2 – Landasan Pengembangan IPS di SD
    IPS dikembangkan berdasarkan landasan filosofis (Pancasila, humanisme, konstruktivisme), psikologis (tahap perkembangan anak SD yang konkret dan sosial), dan pedagogis (pembelajaran aktif, kreatif, dan kontekstual). Guru harus menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik anak.

  3. Pertemuan 3 – Kurikulum IPS di SD
    Analisis K13 (KI-KD) dan Kurikulum Merdeka (CP-TP) menunjukkan bahwa pembelajaran IPS harus diarahkan pada penguasaan pengetahuan sekaligus penguatan Profil Pelajar Pancasila (beriman, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, kreatif, berkebinekaan global).

  4. Pertemuan 4 – Pendekatan dan Model Pembelajaran IPS
    IPS memerlukan pendekatan tematik integratif dan model-model pembelajaran yang kontekstual, seperti CTL, inkuiri, Problem Based Learning, dan Project Based Learning. Melalui micro teaching, mahasiswa belajar mempraktikkan model pembelajaran tersebut.

  5. Pertemuan 5 – Strategi dan Metode Pembelajaran IPS
    Guru perlu menguasai berbagai strategi dan metode, seperti ekspositori, diskusi, simulasi, role playing, dan studi lapangan. Tiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga pemilihan harus disesuaikan dengan tema, tujuan, serta karakter siswa.

  6. Pertemuan 6 – Media dan Sumber Belajar IPS
    Media sederhana (peta, gambar, komik, video) dan lingkungan sekitar (pasar, balai desa, museum, rumah ibadah) dapat dijadikan sumber belajar yang kontekstual. Mahasiswa berlatih mendesain media sederhana yang menarik, mudah dipahami, serta relevan dengan kehidupan siswa SD.

Pertemuan 8 

Soal Ujian Tengah Semester (UTS)

Mata Kuliah : Pengembangan Pembelajaran IPS di SD
Bentuk Soal : Esai
Cakupan Materi : Pertemuan 1 – 7

Pertanyaan

  1. Jelaskan hakikat IPS di Sekolah Dasar serta tujuan utamanya bagi perkembangan peserta didik! Sertakan contoh penerapannya dalam pembelajaran.

  2. Bandingkan secara singkat Kurikulum 2013 (K13) dan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPS di SD. Fokuskan pada aspek kompetensi inti/kompetensi dasar (K13) dan capaian pembelajaran/tujuan pembelajaran (Kurikulum Merdeka).

  3. Profil Pelajar Pancasila menjadi ruh dalam pembelajaran IPS. Uraikan bagaimana nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran IPS di kelas rendah maupun kelas tinggi.

  4. IPS di SD menekankan pendekatan tematik integratif. Jelaskan konsep pendekatan ini dan berikan contoh penerapannya dalam topik pembelajaran tertentu.

  5. Pilih salah satu model pembelajaran berikut: inkuiri, problem based learning, atau project based learning. Uraikan langkah-langkahnya serta alasan mengapa model tersebut relevan untuk pembelajaran IPS di SD.

  6. Analisis kelebihan dan kelemahan salah satu metode pembelajaran IPS (misalnya diskusi, simulasi, role playing, atau studi lapangan). Lengkapi dengan contoh kegiatan nyata yang dapat dilakukan di kelas.

  7. Media dan sumber belajar menjadi faktor penting dalam mengembangkan pembelajaran IPS. Jelaskan bagaimana guru dapat memanfaatkan media sederhana (peta, gambar, komik, video) serta lingkungan sekitar sebagai sumber belajar IPS.

Pertemuan 9 – Pengembangan Bahan Ajar IPS

Materi Pokok:

  1. Konsep Bahan Ajar dalam IPS SD

    • Definisi bahan ajar sebagai seperangkat materi pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk membantu guru dan peserta didik.

    • Jenis bahan ajar: cetak (buku teks, modul, LKS, leaflet, poster) dan digital (e-book, video pembelajaran, slide interaktif, aplikasi edukasi).

    • Prinsip pengembangan bahan ajar: sesuai kurikulum, kontekstual, menarik, mudah dipahami, dan mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran.

  2. Analisis Materi IPS di Buku Teks SD

    • Menelaah kesesuaian isi buku teks dengan capaian pembelajaran/kompetensi.

    • Identifikasi kelebihan dan kelemahan buku teks IPS SD yang digunakan di sekolah.

    • Menilai aspek bahasa, penyajian, keterlibatan siswa, serta relevansinya dengan kehidupan sehari-hari.

  3. Praktik Penyusunan Bahan Ajar IPS

    • Tugas mahasiswa: membuat rancangan bahan ajar untuk topik IPS kelas IV–V.

    • Bentuk bahan ajar dapat berupa modul singkat, LKS, komik edukatif, atau media digital sederhana.

    • Hasil rancangan dipresentasikan dalam kelas untuk mendapatkan masukan dari dosen dan teman sejawat.

Baca Juga  Olahan Ketela "Gethuk Golan" Makanan Legendaris dari Bumi Reog Ponorogo, Mampu Bertahan di Era Post-Truth

Aktivitas Pembelajaran:

  • Dosen menjelaskan konsep dan contoh bahan ajar cetak & digital.

  • Mahasiswa melakukan analisis terhadap salah satu buku teks IPS SD (kelompok).

  • Workshop kecil: mahasiswa menyusun rancangan bahan ajar topik IPS (misalnya Peta Lingkungan Sekitar, Kegiatan Ekonomi di Daerahku, atau Keberagaman Budaya Indonesia).

  • Presentasi hasil rancangan bahan ajar dan refleksi bersama.

Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa mampu:

  • Memahami konsep bahan ajar IPS, baik cetak maupun digital.

  • Menganalisis kekuatan dan kelemahan materi IPS dalam buku teks SD.

  • Mengembangkan rancangan bahan ajar kreatif untuk pembelajaran IPS di kelas IV–V.

Pertemuan 10 – Inovasi Pembelajaran IPS di SD

Materi Pokok:

  1. Literasi Digital dalam Pembelajaran IPS

    • Pemahaman literasi digital sebagai keterampilan menggunakan, memahami, dan menciptakan informasi dengan teknologi.

    • Peran literasi digital dalam meningkatkan keterlibatan siswa SD pada pembelajaran IPS.

    • Integrasi literasi digital untuk mendukung capaian Profil Pelajar Pancasila.

  2. Pemanfaatan Teknologi dalam IPS SD

    • Google Earth/Google Maps untuk mengenalkan peta, wilayah, dan kondisi geografis.

    • Virtual Reality (VR) atau video 360° untuk menjelajahi tempat bersejarah/budaya.

    • Aplikasi kuis interaktif (Kahoot, Quizizz, Wordwall) untuk evaluasi yang menyenangkan.

    • Platform pembelajaran daring (Google Classroom, Edmodo) sebagai sarana kolaborasi dan berbagi materi.

  3. Diskusi Best Practice Inovasi Guru

    • Mahasiswa menelaah contoh praktik baik dari guru-guru IPS SD yang sukses memanfaatkan teknologi dan inovasi pembelajaran.

    • Diskusi kelompok: berbagi ide kreatif untuk meningkatkan pembelajaran IPS dengan teknologi sederhana.

    • Refleksi: bagaimana calon guru dapat berinovasi sesuai kondisi sekolah dan karakteristik siswa.

Aktivitas Pembelajaran:

  • Dosen memaparkan contoh inovasi berbasis literasi digital.

  • Mahasiswa mencoba langsung aplikasi (simulasi penggunaan Google Earth/Quizizz).

  • Diskusi kelompok: mendesain satu ide inovasi pembelajaran IPS berbasis teknologi.

  • Presentasi hasil diskusi dan saling memberikan masukan.

Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa mampu:

  • Memahami konsep literasi digital dan pentingnya dalam pembelajaran IPS SD.

  • Mengidentifikasi berbagai teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran IPS.

  • Mengembangkan gagasan inovatif untuk menciptakan pembelajaran IPS yang menarik, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pertemuan 11 – Penilaian dalam Pembelajaran IPS

Materi Pokok:

  1. Prinsip Penilaian Autentik dalam IPS SD

    • Penilaian autentik menilai proses dan hasil belajar secara menyeluruh.

    • Tiga ranah penilaian: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik).

    • Prinsip: objektif, adil, berkesinambungan, terbuka, dan mendidik.

  2. Bentuk Instrumen Penilaian

    • Tes tertulis: pilihan ganda, isian singkat, uraian.

    • Observasi: lembar pengamatan sikap, keterlibatan dalam diskusi, kerja sama dalam kelompok.

    • Portofolio: kumpulan karya siswa (catatan, gambar, laporan).

    • Proyek: penilaian berbasis tugas jangka panjang (misalnya membuat peta desa, wawancara tokoh masyarakat).

  3. Latihan Membuat Instrumen Penilaian

    • Mahasiswa berlatih menyusun soal tes tertulis IPS SD sesuai capaian pembelajaran.

    • Merancang lembar observasi sikap siswa dalam kegiatan diskusi/role playing.

    • Menyusun rubrik penilaian untuk tugas proyek IPS.

Aktivitas Pembelajaran:

  • Dosen menjelaskan konsep penilaian autentik dan memberikan contoh instrumen.

  • Mahasiswa mengkaji contoh instrumen penilaian dari buku teks atau perangkat pembelajaran IPS.

  • Latihan kelompok: menyusun instrumen penilaian (1 tes tertulis, 1 lembar observasi, 1 rubrik proyek).

  • Presentasi hasil kerja kelompok dan diskusi reflektif.

Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa mampu:

  • Memahami prinsip-prinsip penilaian autentik dalam pembelajaran IPS SD.

  • Mengetahui berbagai bentuk instrumen penilaian yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPS.

  • Merancang instrumen penilaian sederhana yang dapat digunakan dalam praktik pembelajaran IPS di SD.

Pertemuan 13–15 – Desain RPP/Modul Ajar IPS SD

Materi Pokok:

  1. Konsep RPP dan Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka

    • Perbedaan RPP (K13) dan Modul Ajar (Kurikulum Merdeka).

    • Komponen utama modul ajar: identitas, capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), pemahaman bermakna, alur tujuan pembelajaran (ATP), kegiatan pembelajaran, asesmen, dan lampiran (bahan/alat/media).

    • Prinsip penyusunan modul ajar: esensial, fleksibel, kontekstual, diferensiasi, serta menekankan nilai Profil Pelajar Pancasila.

  2. Langkah-langkah Menyusun Modul Ajar IPS SD

    • Menganalisis CP dan TP sesuai fase/kelas.

    • Merumuskan tujuan pembelajaran yang terukur.

    • Mendesain kegiatan belajar berbasis pendekatan tematik integratif dan model inovatif (inkuiri, PBL, PjBL).

    • Menentukan strategi asesmen autentik (tes, observasi, portofolio, proyek).

    • Memilih media, sumber belajar, dan bahan ajar pendukung.

  3. Latihan Penyusunan Modul Ajar

    • Mahasiswa secara berkelompok menyusun modul ajar IPS untuk kelas IV dengan tema tertentu, misalnya:

      • Keberagaman Budaya Indonesia.

      • Kegiatan Ekonomi di Lingkungan Sekitar.

      • Peta dan Lingkungan Geografis.

    • Modul ajar minimal memuat komponen: identitas, CP–TP, kegiatan pembelajaran, media/sumber, asesmen, serta integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila.

    • Presentasi hasil modul ajar dan diskusi reflektif untuk perbaikan.

Aktivitas Pembelajaran:

  • Dosen menjelaskan konsep modul ajar Kurikulum Merdeka dengan contoh nyata.

  • Mahasiswa menganalisis modul ajar IPS yang sudah ada (review dokumen).

  • Workshop penyusunan modul ajar dalam kelompok kecil.

  • Presentasi hasil modul ajar, umpan balik, dan revisi.

Tujuan Pembelajaran:
Mahasiswa mampu:

  • Memahami konsep RPP dan modul ajar dalam konteks Kurikulum Merdeka.

  • Menyusun modul ajar IPS SD sesuai karakteristik siswa, tema, dan capaian pembelajaran.

  • Mempraktikkan pembuatan modul ajar inovatif untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar.

Tugas Proyek Kelompok

Mata Kuliah: Pengembangan Pembelajaran IPS di SD
Bentuk Tugas: Proyek Kelompok (maks. 3 orang)

Judul Proyek

Pengembangan Inovasi Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar

Deskripsi Tugas

Mahasiswa secara berkelompok (2–3 orang) ditugaskan untuk merancang produk inovatif pembelajaran IPS yang dapat digunakan di Sekolah Dasar. Produk tersebut bisa berupa:

  1. Modul ajar IPS (berbasis Kurikulum Merdeka).

  2. Media pembelajaran sederhana (peta, komik, video, boardgame edukatif).

  3. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) berbasis aktivitas kontekstual.

  4. Rancangan proyek pembelajaran IPS untuk siswa kelas rendah/tinggi.

Ketentuan Proyek

  • Pilih satu tema IPS (misalnya: Keberagaman Budaya Indonesia, Kegiatan Ekonomi di Lingkungan Sekitar, Pahlawan Nasional, Peta Lingkungan).

  • Produk harus memuat unsur:

    • Identitas pembelajaran (kelas, tema, CP/TP).

    • Kegiatan pembelajaran (alur pembelajaran singkat, aktivitas siswa).

    • Media/sumber belajar yang digunakan.

    • Asesmen (penilaian sikap, pengetahuan, keterampilan).

  • Produk dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa SD (konkret, menarik, dan aplikatif).

Output Proyek

  1. Dokumen tertulis (5–7 halaman) berisi:

    • Latar belakang dan tujuan pembelajaran.

    • Desain produk (modul/media/LKPD/proyek).

    • Panduan penggunaan produk.

  2. Produk nyata (contoh modul ajar, media cetak/digital, LKPD, atau prototipe proyek).

  3. Presentasi kelompok (10–15 menit) untuk memaparkan hasil proyek di kelas.

Penilaian (Rubrik)

  • Kreativitas dan Inovasi (30%)

  • Kesesuaian dengan Kurikulum Merdeka & IPS SD (25%)

  • Kejelasan Desain Produk (20%)

  • Keterlibatan Anggota Kelompok (15%)

  • Presentasi Hasil (10%)

Tenggat Waktu

  • Proyek dikumpulkan pada minggu ke-14 dan dipresentasikan pada minggu ke-15.