Jalan-jalan ke Tawangmangu, Tanpa Mencicipi Molen Pisang? Rasanya Ada yang Kurang
PRABANGKAANEWS, TAWANGMANGU – Begitulah komentar sebagian besar wisatawan yang sudah berkali-kali berkunjung ke salah satu kawasan wisata andalan di Karanganyar, Jawa Tengah. Tawangmangu tak hanya terkenal dengan kesejukan udaranya dan indahnya Grojogan Sewu, tetapi juga dengan camilan khas yang renyah di luar dan manis legit di dalam: molen pisang.
Tak banyak yang tahu, molen pisang khas Tawangmangu telah hadir sejak tahun 1984. Penjual pisang Molen “Sansan Moen” Minggu (21/9/25), berawal dari resep rumahan dan semangat berdagang di tengah kawasan wisata. Untuk rasa kemembutan pisan “Bawen” yang menjadi penciri pisang mlen Tawangmangu.
Perjalanan panjang molen pisang tidaklah instan. Popularitasnya mulai melonjak tajam sekitar tahun 2007, saat jumlah wisatawan ke Tawangmangu meningkat dan semakin banyak pedagang yang ikut menjajakan camilan ini. Kini, hampir di setiap sudut jalan, terutama di sekitar Pasar Tawangmangu, mudah ditemukan rombong atau gerobak kecil penjual molen pisang.
Salah satu hal yang membuat molen pisang Tawangmangu begitu digemari adalah pilihan pisangnya. Banyak penjual menggunakan pisang Bawen, jenis pisang yang manis, legit, dan bertekstur padat saat matang — sangat cocok dibalut kulit molen yang tipis dan renyah.
Menariknya, kini molen pisang hadir dengan berbagai varian isi. Tak hanya pisang, beberapa penjual mulai berinovasi dengan menambahkan cokelat, keju, bahkan selai buah. Meski begitu, varian klasik pisang tetap jadi favorit.
Selain rasa yang nikmat, alasan lain molen ini begitu diminati adalah harganya yang sangat terjangkau. Satu kotak molen dijual mulai dari Rp10.000, Rp15.000, hingga Rp20.000 tergantung ukuran dan isi. Wisatawan juga bisa memilih molen yang masih mentah untuk digoreng sendiri di rumah, atau membeli versi siap santap yang masih hangat dan harum.
Lebih dari sekadar jajanan pasar, molen pisang kini telah menjadi bagian dari identitas kuliner Tawangmangu. Tak hanya menghidupi para pedagang lokal, molen ini juga jadi oleh-oleh khas yang dikenang para pelancong. Harumnya kulit molen yang digoreng dan manisnya pisang di dalamnya, serasa menggambarkan keramahan dan kehangatan warga Tawangmangu itu sendiri.
Jadi, jika suatu hari kamu kembali mengunjungi Tawangmangu, jangan lupa mampir ke penjual molen pisang di pinggir jalan. Satu gigitan, bisa membawa nostalgia — dan satu kotak bisa jadi oleh-oleh paling berkesan dari liburanmu. (M.Rafid R)
