PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Dapat Dukungan Bappenas untuk Kembangkan Pasar dan Inovasi Pesawat N219
PRABANGKARANEWS – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terus memperoleh dukungan terhadap program pengembangan, penjualan pesawat, dan berbagai inisiatif kedirgantaraan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya datang dari Kementerian PPN/Bappenas, yang menegaskan komitmennya untuk memperkuat keberlanjutan usaha PTDI.
Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, menjelaskan bahwa setelah DRRAA Thailand memesan 10 unit NC212i untuk mendukung sektor pertanian, kini dukungan serupa juga hadir dari pemerintah Indonesia. Hal tersebut terwujud dalam kunjungan Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy ke fasilitas produksi PTDI di Bandung. Rombongan meninjau berbagai fasilitas, termasuk pesawat CN235-220 Flying Test Bed, fuselage NC212i untuk TNI AU, UAV MALE, hingga pesawat N219, dilansir dari indonesian-aerospace Selasa (16/9/25).
Dalam kunjungan itu, Bappenas menyampaikan dukungan agar Kementerian Pertanian RI mulai memanfaatkan pesawat produksi PTDI untuk operasional sektor pertanian. Selain itu, pembahasan juga menyoroti potensi pesawat N219 yang dirancang untuk melayani konektivitas daerah terpencil sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional. Saat ini PTDI telah mengamankan kontrak enam unit N219 untuk Kementerian Pertahanan/TNI AD, lima unit untuk Republik Demokratik Kongo, serta dua unit dari PT Indo Aviasi Perkasa.
Menjawab kebutuhan pasar yang lebih luas, PTDI juga tengah mengembangkan varian N219 Amphibious yang mampu mendarat di perairan terbuka dengan sistem float berbahan komposit. Program ini masuk dalam flagship Transformasi Ekonomi Nasional melalui pembangunan industri dalam negeri, sejalan dengan prioritas RPJMN 2020–2024.
“Dengan dukungan penuh Bappenas, kami berkomitmen melanjutkan riset, produksi, hingga pengujian N219 Amphibious agar bisa menjadi simbol kemandirian industri pertahanan Indonesia,” ungkap Gita.
Kolaborasi antara PTDI, Bappenas, dan Kementerian Perindustrian diharapkan mampu melahirkan produk kedirgantaraan unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas wilayah, sekaligus mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.
