Situs Jamu Godok Wiranti: Jejak Pengobatan Tradisional Kerajaan Kalak Abad 13–14 M
PRABANGKARANEWS, PACITAN – Situs Jamu Godok Wiranti diperkirakan berasal dari abad ke-13 hingga ke-14 Masehi, pada masa kejayaan Kerajaan Wiranti yang berpusat di Kota Raja Kalak. Kerajaan ini dipimpin oleh Panembahan Kalak, yang juga dikenal dengan sebutan Raja Wiranti, R. Panji, atau R. Prawiro Yudho.
Dalam kisahnya, sang permaisuri kerajaan—Dewi Shri Suryo, juga disebut Dewi Sekartaji, Dewi Shrikencana Wungu, atau Dewi Dadung Mlati—melakukan perjalanan panjang menyusuri lembah perbukitan, hutan lebat, serta pesisir selatan Jawa di wilayah Wiranti (kini Donorojo, Pacitan). Tujuannya satu: mencari berbagai tanaman obat untuk rakyat dan keluarga kerajaan.
Beliau menemukan banyak tumbuhan herbal yang tumbuh liar, seperti sambiloto, temulawak, kunyit, secang, sereh, peka/kembang lawang, cabe puyang, kapulogo, jahe, kedawung, dan berbagai tanaman rempah lainnya. Tanaman-tanaman tersebut kemudian dikeringkan dan direbus menggunakan air bersih dalam kuali atau bejana, menghasilkan ramuan jamu tradisional yang dipercaya mampu memulihkan stamina sekaligus menyembuhkan beragam penyakit.
Citus pembuatan jamu ini menjadi bukti bahwa pada masa itu masyarakat telah memahami pengobatan tradisional, mengenal praktik kedokteran dasar, dan memiliki pengetahuan kesehatan yang diwariskan secara turun-temurun. Ramuan buatan permaisuri sangat mujarab, hingga dikonsumsi oleh rakyat biasa maupun kalangan istana Kerajaan Wiranti/Kalak.
Nilai filosofis dari tradisi meracik jamu tersebut menggambarkan bahwa berbagai bahan dengan sifat dan fungsi berbeda—ketika disatukan—mampu memberikan manfaat besar. Sebuah simbol bahwa perbedaan yang dirangkai bersama dapat menghadirkan harmoni dan menyembuhkan banyak persoalan.
Mugio Gusti Allah SWT paring berkahipun dhateng kawula, kulawarga, lan para penerusipun Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah; mugi tansah pinaringan rahmat kangge bumi lan langit sak isiné.
Oleh: Amat Taufan
