AirBorneo Siap Beroperasi Mandiri Januari 2026, Perkuat Konektivitas dan Visi Sarawak 2030
PRABANGKARANEWS – Maskapai milik pemerintah negara bagian Sarawak, AirBorneo, dijadwalkan mulai beroperasi secara mandiri pada Januari 2026 setelah menyelesaikan proses akuisisi MASwings paling lambat 31 Desember 2025. Menteri Transportasi Sarawak, Dato Sri Lee Kim Shin, mengonfirmasi bahwa Perjanjian Jual Beli Saham (Share Purchase Agreement) yang ditandatangani pada 12 Februari 2025 saat ini berjalan sesuai jadwal dan tengah melalui tahapan persetujuan regulator.
Pada tahap awal operasinya, AirBorneo akan melanjutkan layanan penerbangan perintis (Rural Air Services) di wilayah Sarawak, Sabah, dan Labuan dengan mengoperasikan armada warisan berupa pesawat turboprop ATR-72 dan Twin Otter. Dua pesawat akan lebih dulu tampil dengan livery baru bertema “Wings of Unity”, sementara pesawat lainnya akan dicat ulang secara bertahap dalam enam bulan ke depan, dilansir dari Seasianews Jum’at (19/12/25).
Selain itu, AirBorneo juga merencanakan pembukaan layanan penerbangan jet regional ke sejumlah destinasi, antara lain Kuala Lumpur, Singapura, Jakarta, Bangkok, Hong Kong, Shenzhen, serta beberapa kota terpilih di Korea Selatan dan Jepang pada kuartal ketiga atau akhir 2026. Rencana ini bergantung pada ketersediaan pesawat, slot bandara, serta persetujuan perubahan Air Operator’s Licence (AOL) dari otoritas penerbangan terkait.
Menteri Lee menyatakan bahwa seluruh pegawai MASwings yang ada telah menyetujui untuk beralih menjadi bagian dari AirBorneo, sehingga konektivitas penerbangan perintis tetap terjaga tanpa gangguan. Maskapai ini juga menargetkan tarif yang kompetitif serta memprioritaskan warga Sarawak, khususnya generasi muda, untuk mengisi posisi sebagai pilot, awak kabin, teknisi, dan insinyur.
Peluncuran AirBorneo sejalan dengan Visi Sarawak 2030, dengan tujuan memperkuat konektivitas regional, meningkatkan akses ke destinasi wisata unggulan seperti Taman Nasional Gunung Mulu dan Taman Nasional Bako, mendukung industri-industri strategis, serta memposisikan Sarawak sebagai pusat penerbangan yang berkembang demi pembangunan ekonomi jangka panjang.
