Indonesia Cetak Sejarah Industri Pertahanan, PT PAL Mulai Produksi Kapal Selam Scorpène Evolved Berstandar Eropa
PRABANGKARANEWS – Indonesia mencapai tonggak penting dalam industri pertahanan pada 12 Desember 2025, ketika PT PAL Indonesia bersama Naval Group asal Prancis berhasil menyelesaikan Steel Cutting Qualification Section untuk kapal selam Scorpène Evolved di galangan PT PAL, Surabaya, Jawa Timur. Pencapaian ini menandai masuknya Indonesia ke dalam tahap manufaktur lambung kapal selam yang tervalidasi sesuai standar militer Eropa.
Kualifikasi tersebut merupakan fase krusial dalam pelatihan produksi yang secara ketat menguji kemampuan para insinyur PT PAL dalam pengelasan presisi, blasting, pengecatan, serta pra-perlengkapan (pre-outfitting). Seluruh tahapan ini harus mendapatkan persetujuan resmi dari Naval Group sebelum pembangunan skala penuh dimulai pada Juni 2026, dilansir dari Seasianews Jum’at (19/12/25).
Direktur Teknologi PT PAL, Briljan Gazalba, menyatakan bahwa keberhasilan ini mencerminkan hasil dari tiga bulan pelatihan intensif yang diikuti oleh para insinyur Indonesia di Cherbourg Welding Training Centre milik Naval Group di Prancis. Sekitar 50 pakar Prancis dijadwalkan akan mendampingi lebih dari 400 insinyur Indonesia di Surabaya sebagai bagian dari program alih teknologi yang terstruktur.
Program tersebut mencakup pembangunan dua unit kapal selam Scorpène Evolved yang dilengkapi sistem baterai lithium-ion penuh, dengan nilai kontrak sekitar USD 2,16 miliar. Seluruh kapal selam akan dibangun sepenuhnya di Surabaya dan dioptimalkan untuk kondisi perairan kepulauan Indonesia yang dangkal dan padat. Kapal pertama ditargetkan bergabung dengan TNI Angkatan Laut pada tahun 2030.
Direktur Program Naval Group, Vincent Vimont, menggambarkan pemotongan baja pertama ini sebagai awal dari kapal selam yang “dibangun di Indonesia, oleh Indonesia, dan untuk Indonesia.” Ia menekankan peran strategis proyek ini dalam menciptakan ribuan lapangan kerja berkeahlian tinggi, meningkatkan kapabilitas industri nasional, serta memperkuat tujuan jangka panjang Indonesia dalam mencapai kedaulatan maritim melalui kemandirian industri pertahanan. (red)
