Dosen UNS dan Filolog Sraddha Institute Hadiri Sosialisasi Hasil Temuan Naskah Kuno Boyolali Tahun 2025

Dosen UNS dan Filolog Sraddha Institute Hadiri Sosialisasi Hasil Temuan Naskah Kuno Boyolali Tahun 2025
SHARE

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Sosialisasi Hasil Penelusuran Naskah Kuno Boyolali Tahun 2025 pada Selasa, 9 Desember 2025, yang berlangsung di Ruang Audio Visual Perpustakaan Daerah Boyolali. Acara ini menghadirkan Rendra Agusta, filolog dari Sraddha Institute, serta Asep Yudha Wirajaya, dosen Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret (UNS).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian warisan manuskrip kuno di Boyolali. Disarpus telah mengidentifikasi enam naskah milik masyarakat, yaitu Tajussalatin, Al-Qur’an, Witaradya, Naskah X, Serat Anbiya, dan Serat Wulangreh. Sebagian besar naskah berada dalam kondisi yang memprihatinkan—rapuh, tidak lengkap, bahkan ada yang ditemukan tanpa perawatan memadai. Salah satu temuan unik adalah Naskah Tajussalatin yang disimpan dalam balutan kain putih di area pemakaman, merupakan koleksi Ki Kertomenggolo dari Dukuh Sewengi, Desa Kembang Gladagsari.

Baca Juga  Kementerian PUPR Selesaikan Revitalisasi "Situ Bagendit", Semakin Elok untuk Didatangi

Di antara temuan tersebut, perhatian khusus tertuju pada Naskah X, sebuah manuskrip Jawa–Tionghoa yang oleh pemiliknya diduga sebagai Serat Witaradya. Filolog Rendra Agusta meluruskan bahwa identifikasi tersebut belum sepenuhnya tepat sehingga naskah ini memerlukan kajian lebih mendalam.

Ia menambahkan bahwa perpaduan unsur Jawa dan Tionghoa menjadikan naskah ini sangat menarik bagi para peneliti, terutama yang menekuni filologi Tionghoa. Menurutnya, Naskah X sangat potensial untuk dikerjakan dalam bentuk alih aksara.

Semua naskah temuan masyarakat telah didigitalkan oleh Disarpus dan tersedia untuk publik melalui Perpustakaan Digital Remen Maos Boyolali.

Selain akademisi, acara sosialisasi juga dihadiri oleh pegiat literasi serta budayawan lokal yang memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi mengenai tradisi lisan dan tradisi tulis, termasuk pembahasan mengenai kemungkinan keberadaan kerajaan-kerajaan lama di wilayah Boyolali.

Baca Juga  Segera Gabung ! Seminar Internasional Kajian Budaya Nusantara 2 UNS Tema "Pahlawan Nusantara"

Menurut Asep Yudha Wirajaya, dugaan adanya kerajaan lokal perlu dibuktikan dengan sumber yang lebih kuat, seperti peninggalan arkeologis dan manuskrip kuno, bukan hanya bergantung pada tradisi lisan.

Dosen dan Mahasiswa Prodi Sastra Arab FIB UNS

Disarpus berharap kegiatan penelusuran naskah kuno dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya karena diperkirakan masih banyak naskah yang tersebar di wilayah Boyolali bagian utara.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan keberadaan naskah kuno yang mereka miliki agar temuan tersebut dapat didokumentasikan, diteliti, dan menjadi bagian dari khazanah literatur sejarah Boyolali.

Naskah-naskah temuan dari koleksi masyarakat Boyolali telah dialihmediakan dalam bentuk digital oleh Disarpus Boyolali. Naskah digital dapat diakses masyarakat umum di laman Perpustakaan Digital Remen Maos Boyolali https://remenmaos.boyolali.go.id/.

Baca Juga  Laga Uji Coba Timnas U-19 TC DI Spanyol Alami Perubahan

Penulis: Lufia Hardiantari, Rezty Putri Ariana Gunarso
Dokumentasi: Tiara Putri Maharani