Ensiklopedia “Pacitan Kota Misteri” Jilid 4 Siap Terbit, Dinas Perpus Provinsi Jatim Beri Apresiasi Tinggi!

Ensiklopedia “Pacitan Kota Misteri” Jilid 4 Siap Terbit, Dinas Perpus Provinsi Jatim Beri Apresiasi Tinggi!
Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Amat Taufan, S.Sos. berbincang dengan Dr. Agoes Hendriyanto, M.Pd. (Akademisi, budayawan, penulis)
SHARE

PRABANGKARANEWS, Pacitan — Suasana hangat terasa di kantin sederhana Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan pada Selasa (9/12/25). Sambil menikmati teh hangat dan tempe goreng, diskusi penting terjadi antara Dr. Agoes Hendriyanto bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan, Amat Taufan, S.Sos, terkait penyusunan Ensiklopedia Situs Pacitan: Kota Misteri (Lanjutan 4).

Di tengah perbincangan santai itu, muncul kabar menggembirakan. Amat Taufan menyampaikan bahwa Ensiklopedia Pacitan Kota Misteri jilid 1–3 mendapat apresiasi luar biasa dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, yang menyatakan siap mencatatkan buku tersebut dalam Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) Jawa Timur. Kabar ini menjadi pencapaian penting bagi upaya pelestarian sejarah dan tradisi lisan Pacitan.

Baca Juga  Mendes Yandri Susanto Tegaskan Sinergi Antar-Kementerian untuk Pembangunan Desa dan Program Makan Bergizi Gratis

Alhamdulillah, apresiasi ini menegaskan bahwa upaya kita tidak sia-sia. Ini bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan literasi daerah dan melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ujar Amat Taufan.

Ia menambahkan bahwa ensiklopedia ini bukan hanya dibaca di Pacitan, tetapi telah tersebar luas hingga Kulonprogo, Gunungkidul, Tuban, Gresik, berbagai kota di Kalimantan, dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Penyebaran luas ini menjadi bukti bahwa kekayaan sejarah Pacitan mendapat tempat di hati para pemerhati budaya Nusantara.

Dalam diskusi itu, Dr. Agoes Hendriyanto dan Amat Taufan menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus berkarya. Ensiklopedia “Pacitan Kota Misteri” Jilid 4 ditargetkan terbit pada tahun 2026, dengan fokus kuat pada inventarisasi dan dokumentasi 10 Objek Pemajuan Kebudayaan serta Cagar Budaya sebagaimana diamanatkan UU Pemajuan Kebudayaan No. 5 Tahun 2017.

Baca Juga  Bupati Ngawi dan Bupati Pacitan Bersaing dalam Adu Skill Mancing di Spot Ngambur Teluk Pacitan

Ini bukan sekadar buku, tetapi tonggak pelestarian identitas Pacitan. Kita ingin tradisi lisan, situs sejarah, dan peninggalan budaya tidak hilang ditelan zaman,” tegas Taufan.

Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas budaya, Ensiklopedia Pacitan Kota Misteri jilid 4 diyakini akan menjadi karya monumental berikutnya. Pacitan sekali lagi menunjukkan diri sebagai “kota misteri” yang kaya sejarah, spiritualitas, dan kebudayaan, yang layak mendapat perhatian di tingkat nasional.

Pacitan bersiap menjadi laboratorium budaya Jawa yang hidup — dengan literasi sebagai fondasi, sejarah sebagai kompas, dan komitmen bersama sebagai kekuatan utamanya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan dan keselamatan kepada kita semua. Amiin YRA.

Baca Juga  PPLP PT PGRI Pacitan Serahkan SK Dosen Tetap STKIP PGRI Pacitan kepada Siska Iriani, M.Kom