Harga Bumbu Dapur Meroket, Pedagang Pasar Tegalombo Pacitan Menjerit

Harga Bumbu Dapur Meroket, Pedagang Pasar Tegalombo Pacitan Menjerit
Keluhan dari sejumlah pedagang Pasar Tegalombo akibat kenaikan harga Bumbu dapur Sabtu, 13 Desember 2025
SHARE

PRABANGKARANEWS, PACITAN – Bumbu dapur merupakan kebutuhan pokok yang hampir selalu tersedia di setiap rumah tangga, sejajar dengan beras, minyak, dan bahan pangan lainnya. Keberadaan bumbu dapur menjadi penentu utama kelezatan masakan. Namun, perubahan harga yang kerap terjadi membuat komoditas ini sering mengalami ketidakstabilan di pasaran.

Kondisi tersebut saat ini dirasakan oleh para pedagang makanan di Pasar Tegalombo. Kenaikan harga berbagai jenis bumbu dapur menimbulkan keluhan karena berdampak langsung pada biaya produksi dan keuntungan usaha mereka.

Tuyami, salah satu pedagang sayur matang, mengungkapkan rasa prihatinnya atas situasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh harga bumbu dapur mengalami kenaikan, sementara sebagai pedagang makanan jadi, dirinya tidak memungkinkan untuk menaikkan harga jual.

Baca Juga  Erick Thohir Optimis Meski Tim U-17 Indonesia Kalah, Menilai Ada Perkembangan Positif

“Sedih rasanya kalau bahan pokok naik, apalagi bumbu dapur hampir semuanya ikut naik. Kalau pedagang makanan seperti saya tidak bisa menaikkan harga, jadi jalan satu-satunya ya mengurangi porsi,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).

Ia menambahkan, meskipun keuntungan yang diperoleh jauh lebih sedikit dari biasanya, langkah tersebut diambil agar usahanya tetap dapat bertahan.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sunarni, penjual lontong pecel di Pasar Tegalombo. Menurutnya, saat harga bumbu dapur naik, sebagian besar pedagang memilih mempertahankan harga jual dan menyesuaikan porsi dagangan.

Sementara itu, Iis, pedagang sate ayam dan kambing Madura yang telah lama berjualan di Tegalombo, menyebutkan bahwa harga cabai saat ini mencapai Rp80.000 per kilogram dan bawang merah Rp55.000 per kilogram, sedangkan harga bawang putih masih relatif stabil.

Baca Juga  Diskusi Pengembangan Literasi Objek Pemajuan Kebudayaan Pacitanian 2026–2027

Ia berharap harga bahan pokok dan bumbu dapur dapat kembali stabil. “Tidak perlu terlalu murah, yang penting stabil supaya petani juga merasakan hasil panen mereka, dan ekonomi bisa berputar sampai ke pedagang kecil seperti kami,” ujarnya.

Berdasarkan hasil wawancara di lapangan, dapat disimpulkan bahwa lonjakan harga cabai dan bawang merah menjadi faktor utama yang memicu keluhan pedagang, sementara harga bawang putih hingga kini masih cenderung tidak mengalami kenaikan

Nama: Maranatha Beatrix Reavera (PBSI-STKIP PGRI Pacitan)