Singapura Dinobatkan sebagai Negara Terkaya di Dunia Tahun 2025
PRABANGKARANEWS – Singapura dinobatkan sebagai negara terkaya di dunia pada tahun 2025 oleh Aviation A2Z berdasarkan produk domestik bruto (PDB) per kapita yang telah disesuaikan dengan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP), mencatat angka luar biasa yaitu 156.760 dolar AS per orang, sedikit melampaui Luksemburg dengan 152.920 dolar AS dan Makau dengan 134.040 dolar AS dalam persaingan peringkat yang ketat.
Kekayaan luar biasa negara-kota tersebut bersumber dari letaknya yang strategis di persimpangan jalur pelayaran internasional utama, dipadukan dengan kebijakan pro-bisnis yang konsisten, stabilitas politik yang kuat, sektor jasa keuangan yang sangat maju, serta infrastruktur kelas dunia yang terus menarik perusahaan multinasional dan individu berpenghasilan tinggi dari seluruh dunia, dilansir dari @Seasianews Jum’at (12/12).
Brunei menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara lain yang masuk dalam peringkat teratas, berada di posisi kedelapan dengan PDB per kapita 95.760 dolar AS, didorong oleh ekspor minyak dan gas alam yang besar serta upaya diversifikasi ekonomi menuju produksi pangan halal dan sektor keuangan syariah.
Metode PDB per kapita menghitung tingkat kekayaan nasional dengan membagi total output ekonomi dengan jumlah penduduk, memberikan gambaran mengenai tingkat kemakmuran rata-rata. Namun, para analis mengingatkan bahwa peringkat semacam itu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status negara sebagai surga pajak, ketimpangan pendapatan, serta apakah kekayaan tersebut dihasilkan di dalam negeri atau berasal dari arus modal luar negeri.
Transformasi Singapura dari sebuah pelabuhan dagang kecil enam dekade lalu menjadi pusat keuangan global saat ini menunjukkan bagaimana perencanaan ekonomi yang strategis, tata kelola bebas korupsi, penekanan pada pendidikan dan inovasi, serta keterbukaan terhadap talenta dan investasi internasional dapat mengangkat sebuah negara tanpa sumber daya alam ke jajaran teratas peringkat kemakmuran global.
