BYD Salip Tesla, Jadi Penjual Mobil Listrik Terbesar Dunia pada 2025

BYD Salip Tesla, Jadi Penjual Mobil Listrik Terbesar Dunia pada 2025
SHARE

PRABANGKARANEWS – Produsen otomotif asal China, BYD, berhasil melampaui Tesla dan menjadi penjual kendaraan listrik terbesar di dunia untuk pertama kalinya pada tahun 2025. Penjualan mobil listrik berbasis baterai BYD melonjak hampir 28 persen menjadi 2,26 juta unit, sementara pengiriman Tesla turun sekitar 9 persen secara tahunan menjadi 1,64 juta unit.

Pencapaian ini diraih BYD meski produknya belum dipasarkan di Amerika Serikat. Sebaliknya, China justru menjadi pasar terbesar kedua bagi Tesla. Penjualan luar negeri BYD menembus lebih dari 1 juta unit untuk pertama kalinya, meningkat sekitar 150 persen, didorong oleh ekspansi agresif ke Eropa, Amerika Latin, Turki, Hungaria, dan Jepang, dilansir dari @Seasianews Minggu (4/1/26).

Baca Juga  Penemuan Tujuh Jenazah di Kali Bekasi: Dugaan Korban Tawuran Masih Diselidiki

Perubahan posisi ini menandai kebangkitan luar biasa BYD, mengingat pada 2011 lalu CEO Tesla Elon Musk sempat meremehkan BYD dalam wawancara dengan Bloomberg dengan tertawa dan menyatakan tidak menganggapnya sebagai pesaing, seraya mengatakan, “Saya rasa mereka tidak memiliki produk yang hebat.”

Sementara itu, Tesla mengalami penurunan penjualan tahunan untuk tahun kedua berturut-turut, di tengah kontroversi politik yang melibatkan Elon Musk terkait perannya dalam Department of Government Efficiency pada pemerintahan Donald Trump. Situasi tersebut memicu aksi protes di luar showroom Tesla di Eropa dan Amerika Serikat, diperparah dengan berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik federal sebesar US$7.500 pada September.

Sepanjang 2025, BYD mencatat penjualan total 4,55 juta kendaraan, termasuk mobil plug-in hybrid. Namun, para analis menilai BYD juga menghadapi persaingan domestik yang semakin ketat dari rival seperti Geely dan Xiaomi, dengan pangsa pasar BYD di China menurun dari 35 persen pada 2023 menjadi 29 persen pada 2025.

Baca Juga  Dubes Wang Lutong: China Akan Selalu Bersama Indonesia Hadapi Tekanan Tarif Impor AS