Dari Dapur Lokal ke Pasar Nasional, Endah Subekti Dorong UMKM Gunungkidul Berani Berinovasi
PRABANGKARANWS – Mengutip unggahan Instagram Bupati Gunungkidul, @EndahSubekti, Sabtu (3/1/2026), Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi UMKM berbasis potensi lokal.
Kali ini, Bupati Endah Subekti memperkenalkan Thiwul Cokot Rasa Sambel Bawang, olahan pangan khas Gunungkidul dengan sensasi pedas yang menggugah selera. Inovasi ini menghadirkan wajah baru thiwul—makanan tradisional berbahan singkong—dengan cita rasa kekinian tanpa meninggalkan akar budayanya.
Selain itu, turut diperkenalkan Cangkir Tobong, minuman khas Gunungkidul yang kini dikemas secara modern. Kehadiran kemasan yang lebih adaptif dengan pasar masa kini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus membuka peluang UMKM Gunungkidul untuk menembus pasar di luar daerah.
“Inovasi dimulai dari hal-hal kecil, dan pasti akan menjadi besar,” tulis Endah Subekti dalam unggahannya.
Ia juga menyinggung para pelaku UMKM inspiratif seperti Yu Tum, Mbak Sri Agung, dan Mbak Yuniari, yang telah lebih dulu memberi contoh nyata bahwa pelaku usaha lokal tidak boleh berhenti di zona nyaman. Ketiganya menjadi bukti bahwa kreativitas, keberanian berinovasi, dan konsistensi mampu mengangkat produk berbahan lokal ke level yang lebih tinggi.
Pesan yang ingin ditegaskan, menurut Endah, adalah bahwa makanan berbahan lokal mampu bersaing dengan produk berkelas nasional, asalkan dikelola dengan inovasi, kualitas, dan semangat kewirausahaan yang kuat.
“Semangat selalu untuk UMKM Gunungkidul,” pungkasnya.
Langkah-langkah kecil namun berkelanjutan ini menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah, sekaligus menjaga identitas kuliner lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah persaingan pasar modern.
