Malaysia Luncurkan Program Umrah Kapal Pesiar Mewah Pertama di Asia

Malaysia Luncurkan Program Umrah Kapal Pesiar Mewah Pertama di Asia
SHARE

PRABANGKARANEWS – Malaysia meluncurkan program umrah kapal pesiar mewah pertama di Asia bernama IslamiCruise, hasil kerja sama dengan Aroya Cruises asal Arab Saudi. Program ini menawarkan perjalanan spiritual selama 15 hari dari Pelabuhan Klang menuju Jeddah, dengan singgah di Banda Aceh, Oman, dan Maladewa. Namun, pelayaran perdana yang semula dijadwalkan pada Januari–Februari 2026 terpaksa dijadwal ulang.

Kapal pesiar bersertifikat halal sepenuhnya ini mampu menampung lebih dari 3.500 penumpang, dilengkapi berbagai fasilitas seperti kolam renang, seluncuran air, lapangan golf mini, serta kajian dan ceramah spiritual. Program pembinaan rohani akan diisi oleh Ustaz Wadi Anuar dari Malaysia dan Ustaz Abdul Somad dari Indonesia. Tersedia empat pilihan akomodasi, mulai dari kabin standar hingga suite dan vila mewah.

Baca Juga  Pakar Hukum Pidana, Dr. Anwar Husin, S.H.M.M, Terkait Polda Metro Jaya Jemput Paksa HA dan FM

Pada 19 November 2025, IslamiCruise International mengumumkan bahwa penjualan tiket sementara dihentikan dan pelayaran perdana dijadwal ulang. Keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi yang menunjukkan perlunya penataan ulang rute dan paket perjalanan agar lebih sesuai dengan permintaan pasar serta kalender libur sekolah.

Program IslamiCruise telah resmi diakui sebagai produk pariwisata Visit Malaysia 2026. Inisiatif ini menargetkan 6.000 hingga 8.000 wisatawan dan diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata Malaysia, sekaligus memperkuat posisi negara tersebut dalam sektor pariwisata halal global.

Pihak perusahaan menyatakan masih melakukan pembahasan intensif dengan pemilik Aroya Cruises untuk menetapkan jadwal pelayaran baru yang lebih layak secara komersial. Tanggal peluncuran terbaru akan diumumkan setelah tercapai kesepakatan resmi antara kedua belah pihak.

Baca Juga  Cenderung Menurun di Indonesia, Penambahan Kasus Positif Baru