Meta Akuisisi Startup AI Singapura Manus Senilai Lebih dari US$2 Miliar
PRABANGKARANEWS – Meta Platforms mengakuisisi startup kecerdasan buatan (AI) berbasis di Singapura, Manus, dalam kesepakatan bernilai lebih dari US$2 miliar. Langkah ini menjadi akuisisi langka perusahaan teknologi Asia oleh perusahaan Amerika Serikat, sekaligus menandai investasi AI bernilai miliaran dolar terbaru CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang dilakukan dalam rentang waktu sekitar 10 hari.
Manus, yang meluncurkan agen AI serbaguna pertamanya pada awal 2025—mampu menyaring lamaran kerja, merencanakan liburan, menganalisis portofolio saham, hingga mengeksekusi tugas-tugas kompleks—berhasil meraih pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR) lebih dari US$100 juta hanya delapan bulan setelah peluncuran. Laju pendapatan dari layanan berlangganannya bahkan telah melampaui US$125 juta.
Meta mengonfirmasi bahwa tidak akan ada kepemilikan berkelanjutan dari pihak Tiongkok di Manus setelah transaksi ini rampung. Platform Manus akan menghentikan layanan dan operasinya di Tiongkok, namun tetap beroperasi secara independen dari Singapura serta mengintegrasikan teknologinya ke dalam Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Akuisisi ini juga melepaskan Manus dari keterikatan dengan investor Tiongkok, termasuk Tencent, ZhenFund, dan HSG (sebelumnya Sequoia Capital China). Langkah tersebut merespons kekhawatiran Senator AS John Cornyn, yang sebelumnya mengkritik investasi Benchmark sebesar US$75 juta pada April lalu karena dinilai berpotensi menyubsidi kemampuan AI Tiongkok, dilansir @Seasianews Senin (5/1/26).
CEO Manus, Xiao Hong, menyatakan bahwa akuisisi ini memungkinkan perusahaan membangun masa depan di atas fondasi yang lebih kuat. Sejak memindahkan kantor pusat dari Beijing ke Singapura pada Juni 2025, Manus telah memproses lebih dari 147 triliun token dan mendukung lebih dari 80 juta komputer virtual.
