[VIDEO] “Tiwul Makanan Khas Pacitan” dengan Citarasa Disenangi Kaum Tua dan Muda
PRABANGKARANEWS – Thiwul merupakan salah satu makanan khas Pacitan yang lahir dari kearifan lokal masyarakat pedesaan, terutama di wilayah perbukitan selatan Jawa. Berbahan dasar singkong (gaplek) yang diolah menjadi butiran kasar, thiwul dimasak dengan cara dikukus hingga matang, menghasilkan tekstur lembut namun tetap berbutir. Sajian ini biasanya disandingkan dengan lauk ikan, ikan asin, kelong dengan sambal akan menambah rasa khas tradisional.
Pada masa lalu, thiwul dikenal sebagai makanan pengganti nasi, khususnya di tengah keterbatasan pangan. Namun seiring waktu, makna thiwu bertransformasi. Dari pangan sederhana penopang hidup, kini thiwul menjelma menjadi ikon kuliner tradisional Pacitan yang diburu wisatawan. Cita rasanya yang alami, tanpa bahan pengawet, menghadirkan sensasi nostalgia sekaligus keunikan yang sulit ditemukan pada makanan modern.
Keistimewaan thiwlu tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada nilai budaya yang dikandungnya. Proses pembuatannya mencerminkan ketekunan dan kearifan masyarakat Pacitan dalam memanfaatkan hasil alam sekitar. Setiap suapan thiwu membawa cerita tentang daya tahan, kesederhanaan, dan hubungan harmonis antara manusia dan lingkungannya.
Kini, thiwul kian mendapat tempat sebagai tujuan favorit wisata kuliner di Pacitan. Banyak pengunjung sengaja mencarinya di pasar tradisional, warung desa, hingga festival budaya. Thiwu bukan sekadar makanan, melainkan pengalaman budaya—sebuah cara menikmati Pacitan melalui rasa, aroma, dan jejak sejarah yang menyertainya.
Pewarta: Heri, Lidia, Faris, Nasil, Ruhan – STKIP PGRI Pacitan
