Haul Mbah Jokerto Penjaga Telaga Sono: Tradisi Religi dan Kearifan Lokal di Desa Kalikuning
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Tokoh yang dikenal sebagai Mbah Jokerto atau Syekh Tambak Umur merupakan sosok yang diyakini sebagai penjaga Telaga Sono yang berada di Desa Kalikuning. Ia disebut pernah tinggal di Dusun Sono dan dikenal memiliki peran penting dalam menjaga serta merawat telaga tersebut. Dalam cerita masyarakat setempat, telaga ini dahulu dikenal dengan sebutan Telaga Bedog, karena menurut tradisi lisan para wali yang datang untuk membuat telaga sering kali kehadirannya diketahui oleh seorang gadis dari Bedog.
Untuk mengenang jasa Mbah Jokerto, masyarakat setempat setiap tahun mengadakan peringatan yang dilaksanakan pada awal bulan Desember. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan atas perjuangannya dalam menjaga keberadaan Telaga Sono agar tetap menjadi sumber air bagi masyarakat.
Dikisahkan bahwa Mbah Jokerto pernah berupaya melindungi telaga dengan menebang pepohonan di sebuah cekungan kawasan perbukitan sehingga mampu menutup rongga atau sela-sela bukit. Ketika musim hujan tiba, cekungan tersebut akan terisi air dan membantu menjaga keberadaan telaga. Upaya tersebut diyakini berperan penting dalam keberlangsungan sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan pertanian.
Dalam perkembangannya, Telaga Sono tetap memiliki debit air dan luas yang relatif stabil hingga saat ini. Sebagai bentuk penghargaan atas jasa Mbah Jokerto, pada tahun 2024 masyarakat juga membangun sebuah tempat ibadah bernama Langgar Kemampul di kawasan Telaga Sono. Pembangunan langgar ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat sebagai simbol penghormatan sekaligus sarana kegiatan keagamaan.
Tradisi haul yang dilaksanakan masyarakat merupakan peringatan tahunan untuk mengenang wafatnya seorang tokoh dengan mengirim doa dan memohonkan tempat terbaik di sisi Tuhan bagi yang telah meninggal. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai kehidupan dan perjuangan tokoh yang diperingati.
Tradisi Haul Mbah Jokerto tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga mengandung nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengelolaan kawasan Telaga Sono dan Langgar Kemampul berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisata religi dan wisata alam. Selain itu, semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan telaga menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial warga.
Secara makna, Haul Akbar Syekh Muhammad Tambak Umur atau Mbah Jokerto mencerminkan perpaduan antara tradisi religi dan potensi wisata alam. Tradisi ini menghadirkan konsep wisata yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan sejarah lokal. Dengan demikian, keberadaan tradisi tersebut menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.

Penulis: Dr. Agoes Hendriyanto, M.Pd.
