Merawat Jejak Leluhur Pacitan: Diskusi Literasi dan Ikhtiar Menyusun Ensiklopedia Situs “Pacitan Kota Misteri” (Dana Indonesiana 2025)
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Di tengah derasnya arus modernisasi, jejak sejarah dan kebudayaan lokal kerap tersisih oleh zaman. Namun di Pacitan, sekelompok pemerhati sejarah dan literasi berupaya menjaga ingatan kolektif itu melalui sebuah gerakan sederhana namun bermakna: diskusi literasi tentang Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Pacitan dalam bingkai penyusunan buku Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri.
Kegiatan diskusi ini menjadi bagian dari upaya inventarisasi dan kajian objek pemajuan kebudayaan di Pacitan, sebuah langkah penting untuk melestarikan warisan budaya lokal yang selama ini tersebar dalam bentuk situs, tradisi lisan, maupun jejak sejarah yang belum banyak terdokumentasi secara akademik, kegiatan dilakukan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pacitan Selasa (3/3/26).
Sejak beberapa tahun terakhir, gagasan tersebut telah melahirkan sejumlah karya. Buku pertama berjudul “Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri” menjadi titik awal pengenalan berbagai situs sejarah yang tersebar di wilayah Pacitan. Upaya tersebut kemudian berlanjut dengan penerbitan “Ensiklopedia Lanjutan Situs Pacitan Kota Misteri”, disusul jilid berikutnya “Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri (Lanjutan 3)”.
Kini, tim penulis tengah menyiapkan Ensiklopedia Situs Pacitan Kota Misteri Lanjutan 4 yang direncanakan terbit pada tahun 2026. Namun proses penerbitan buku tersebut masih menunggu dukungan pendanaan, baik dari sponsor maupun alokasi anggaran pemerintah daerah.
Selain seri ensiklopedia tersebut, tim penulis yang terdiri dari Dr. Agoes Hendriyanto dan Amat Taufan, S.Sos. juga telah menerbitkan karya lain yang tidak kalah penting, yakni buku “Situs Watupatok, Sejarah Pacitan yang Terlupakan.” Buku tersebut mencoba mengangkat kembali potongan sejarah lokal yang selama ini nyaris tenggelam dalam ingatan masyarakat.
Bagi para penulis, kegiatan diskusi literasi ini bukan sekadar forum bertukar gagasan, melainkan juga ruang untuk menyadarkan kembali masyarakat—terutama kalangan intelektual—tentang kekayaan sejarah yang dimiliki Pacitan. Banyak situs, tokoh, dan tradisi yang sebenarnya memiliki nilai historis dan spiritual yang tinggi, tetapi belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Melalui kajian dan pendokumentasian tersebut, diharapkan berbagai Objek Pemajuan Kebudayaan Pacitan dapat terus lestari. Seperti ungkapan yang kerap digaungkan dalam kegiatan ini:
“…lestari; ben membuwana ing jagad semesta.”
Sebuah harapan agar warisan budaya yang lahir dari bumi Pacitan tidak hanya dikenang sebagai cerita masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan kebanggaan bagi generasi mendatang.
Lebih dari itu, gerakan literasi ini diharapkan mampu membuka mata para intelektual dan masyarakat luas terhadap kiprah para leluhur Pacitan—tokoh-tokoh yang pernah mewarnai perjalanan sejarah daerah, namun perlahan terlupakan oleh arus zaman.
Di balik halaman-halaman buku yang disusun dengan tekun itu, tersimpan sebuah misi sederhana: menghidupkan kembali memori sejarah Pacitan, agar jejak leluhur tidak hilang ditelan waktu.
Alhamdulillah, kanthi mandiri kita terus berjuang kanthi tulus tanpa wates. Mugi sedaya ikhtiar punika dados dalan tumuju kabagyan sejati, minangka pangurmatan tumrap para leluhur bumi Pacitan, kanthi ridho lan krido ning Gusti Allah SWT.
Penulis: Dr. Agoes Hendriyanto, S.P.,M.Pd.


