Tugu Pancasila Nglorok: Jejak Sejarah Ideologi Negara dalam Inventarisasi Objek Pemajuan Kebudayaan di Pacitan
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Tugu Pancasila Nglorok merupakan salah satu situs yang memiliki nilai sejarah ideologis karena berkaitan erat dengan kebijakan negara pada masa pemerintahan Soeharto dalam era Orde Baru. Keberadaan tugu ini menjadi bagian dari kegiatan Inventarisasi dan Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan di Pacitan sebagai langkah untuk melestarikan warisan budaya lokal yang memiliki nilai sejarah dan makna simbolik bagi masyarakat.
Dalam proses inventarisasi tersebut, salah satu aspek yang diperhatikan adalah pendataan bangunan yang telah berusia lebih dari 50 tahun serta memiliki nilai historis yang penting. Upaya ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menegaskan bahwa pemerintah bersama masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan unsur-unsur kebudayaan, termasuk bangunan yang mengandung nilai sejarah.
Tugu Pancasila Nglorok diperkirakan dibangun pada paruh akhir abad ke-20, sekitar dekade 1970–1980-an. Pendirian tugu tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional pada masa pemerintahan Soeharto yang mendorong berbagai instansi pemerintahan, bahkan hingga tingkat kecamatan, untuk membangun tugu Pancasila di lingkungan kantor masing-masing. Kebijakan ini dimaksudkan sebagai sarana untuk memperkuat penanaman ideologi negara kepada masyarakat.
Pembangunan tugu Pancasila memiliki fungsi strategis sekaligus edukatif, yakni sebagai media visual yang mengingatkan masyarakat terhadap nilai-nilai dasar negara. Melalui simbol tersebut diharapkan masyarakat dapat mengenal, menghafal, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.
Penempatan tugu di depan Kantor Kawedanan Nglorok juga memiliki makna tersendiri. Lokasi tersebut dipilih karena dianggap strategis, terbuka, serta mudah diakses oleh masyarakat. Dengan demikian, simbol Pancasila dapat hadir secara nyata di ruang publik sekaligus menjadi pengingat ideologis di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Pada masa yang sama, pemerintah Orde Baru juga melaksanakan program nasional berupa Penataran P4 yang dijalankan secara luas dan terstruktur di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut bertujuan untuk menanamkan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian, Tugu Pancasila Nglorok tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik semata, tetapi juga sebagai simbol sejarah ideologi negara yang merekam kebijakan pemerintah pada masa Orde Baru. Oleh karena itu, pendataan dan kajian terhadap situs ini menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian warisan budaya sekaligus memperkaya pemahaman masyarakat terhadap sejarah ideologi bangsa di tingkat lokal, khususnya di wilayah Pacitan.
Penulis: Hendriyanto, Amat Taufan

