Diskusi Objek Pemajuan Kebudayaan Pacitan Dorong Penguatan Literasi dan Pelestarian Budaya Lokal
PRABANGKARANEWS.COM, PACITAN – Diskusi Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dan Cagar Budaya digelar di ruang baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan yang berlokasi di depan Alun-alun Pacitan, Selasa (28/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Buku Obyek Pemajuan Kebudayaan Pacitanian yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional tahun 2026.
Diskusi dipimpin oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, S.Sos., bersama Kabid Layanan dan Koleksi, Agustin Indriati, S.Sos., M.M. Kegiatan ini juga difokuskan sebagai monitoring pelaksanaan Bimtek penulisan berbasis budaya lokal yang melibatkan penulis-penulis muda Pacitan. Agenda tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan arah pengembangan literasi berbasis kearifan lokal.
Dalam pemaparan materi, Dr. Agoes Hendriyanto menegaskan bahwa inventarisasi dan kajian terhadap objek pemajuan kebudayaan Pacitan sangat diperlukan. Hal ini penting dalam rangka pelestarian sekaligus pengembangan budaya Pacitan agar tidak tergerus perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa dokumentasi budaya dalam bentuk karya tulis dan arsip menjadi langkah strategis untuk menjaga identitas daerah.
Lebih lanjut, Dr. Agoes Hendriyanto juga menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai penerus tonggak perjuangan budaya di Pacitan. Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif generasi muda, upaya pelestarian budaya akan kehilangan keberlanjutan. Oleh karena itu, keterlibatan penulis muda menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya Pacitanian.
Dalam diskusi tersebut juga mengemuka berbagai potensi “Budaya Pacitanian” yang perlu mendapat perhatian serius, baik dalam aspek pelestarian maupun pendokumentasian. Salah satu fokus utama adalah penguatan arsip budaya dalam bentuk buku hasil karya penulis muda, sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah dan identitas daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, menyampaikan bahwa peran perempuan muda Pacitan cukup dominan dalam menggerakkan literasi daerah. “Kami berharap semakin banyak penulis perempuan dari Pacitan yang menjadi soko guru literasi, menuju masyarakat Pacitan yang sejahtera dan bahagia,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelatihan kepenulisan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan perpustakaan, pelestarian budaya Pacitanian, serta pengamanan aset sejarah daerah. “Perpustakaan hadir demi harkat martabat bangsa,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan gerakan literasi di Pacitan semakin kuat, budaya lokal tetap lestari, dan generasi muda mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga serta mengembangkan budaya Pacitanian di masa depan.
Penulis: Amat Taufan dan Agoes Hendriyanto
