Menag RI Hadiri Haul ke-169 KH Abdul Manan Dipomenggolo di Pacitan, Perkuat Jejak Tradisi Keagamaan Tremas

Menag RI Hadiri Haul ke-169 KH Abdul Manan Dipomenggolo di Pacitan, Perkuat Jejak Tradisi Keagamaan Tremas
Menag RI Hadiri Haul ke-169 KH Abdul Manan Dipomenggolo di Pacitan, Perkuat Jejak Tradisi Keagamaan Tremas
SHARE

PRABANGKARANEWS.COM, OPK-PACITAN – Kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dalam kegiatan Dzikro Haul K.H. Abdul Manan Dipomenggolo di Sarean Gedhe, Desa Semanten, merupakan peristiwa keagamaan yang memiliki nilai penting dalam konteks inventarisasi dan kajian Objek Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Pacitan.

Kunjungan tersebut dilakukan melalui perjalanan darat dari Yogyakarta, dan setibanya di lokasi makam pendiri Pondok Tremas, rombongan disambut oleh pengasuh pesantren sekaligus Ketua Majelis Ma’arif Pondok Tremas, K.H. Luqman Haris Dimyati, bersama para masyayikh. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Pacitan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan haul ini mencerminkan praktik tradisi keagamaan yang hidup dan berkelanjutan di tengah masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari warisan budaya takbenda yang perlu didokumentasikan secara sistematis. Haul K.H. Abdul Manan Dipomenggolo tidak hanya menjadi momentum religius, tetapi juga sarana transmisi nilai-nilai keteladanan kepada generasi muda, khususnya dalam bidang pendidikan dan penguatan jaringan keilmuan Islam.

Baca Juga  Alhamdulillah, HKI “Situs Watupatok, Sejarah Pacitan yang Terlupakan” Telah Terbit

Hal ini terlihat dari kontribusi Pondok Tremas yang telah melahirkan banyak santri dan alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.

Rangkaian kegiatan haul diawali dengan pembacaan doa, dzikir, tahlil, maulid, serta mahalul qiyam, yang kemudian mencapai puncaknya melalui lantunan qosidah tawassul oleh para masyayikh. Acara ditutup dengan penyampaian mau’idhoh hasanah oleh Menteri Agama.

Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa K.H. Abdul Manan Dipomenggolo merupakan sosok ulama besar yang memiliki peran signifikan dalam perkembangan Islam di Nusantara. Pengabdian hidup di jalan Allah, sebagaimana disampaikan, merupakan bentuk kehidupan yang hakiki dan abadi dalam perspektif ajaran Islam.

Menag RI Hadiri Haul ke-169 KH Abdul Manan Dipomenggolo di Pacitan, Perkuat Jejak Tradisi Keagamaan Tremas

Secara historis, K.H. Abdul Manan Dipomenggolo telah merintis pendirian Pondok Tremas sejak abad ke-19 di wilayah Tremas, Kecamatan Arjosari. Selain sebagai pendiri pesantren, beliau juga berperan dalam membangun jejaring ulama Nusantara yang memperkuat perkembangan keislaman di berbagai daerah. Setelah wafat, beliau dimakamkan di Sarean Gedhe, Desa Semanten, yang hingga kini menjadi pusat ziarah dan kegiatan keagamaan masyarakat.

Baca Juga  IKN Nusantara Dibangun Mengusung Konsep “Future Smart Forest City of Indonesia"

Dalam perspektif kajian kebudayaan, kegiatan haul ini menunjukkan adanya kesinambungan tradisi religius yang tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media penguatan identitas kultural masyarakat Pacitan. Oleh karena itu, dokumentasi dan kajian terhadap kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan, khususnya yang berkaitan dengan tradisi keagamaan, sejarah lokal, serta peran lembaga pendidikan pesantren dalam membentuk peradaban masyarakat Pacitan.