Rembug Santai Alumni S3 Kajian Budaya FIB UNS: Perkuat Jejaring, Dorong Aksi Nyata
PRABANGKARANEWS.COM, Surakarta — Semangat kebersamaan dan komitmen pengembangan keilmuan kembali mengemuka dalam rembug santai Alumni S3 Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang digelar secara daring pada Jumat malam (17/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para alumni dari berbagai daerah di Indonesia, serta Ketua Program Studi S3 Kajian Budaya, Prof. Habsari.
Dalam sambutannya, Prof. Habsari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para alumni yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam forum informal tersebut. Ia menegaskan pentingnya peran alumni, baik secara individu maupun kolektif, dalam memperkuat eksistensi dan kontribusi Program Studi S3 Kajian Budaya.
Dr. Erwin forum seperti ini sangat penting dan perlu dilakukan secara rutin, sebagai ruang komunikasi dan kolaborasi antaralumni. Kegiatan ini harus rutin dilakukan untuk menyusun aksi nyata, yang berguna bagi S3 Kajian Budaya. Sehingga beberapa elemen yang telah disampaikan oleh Kaprodi perlu segera direncanakan dan dilaksanakan secara nyata.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni S3 FIB UNS, Prof. Dr. Sunarni R., menyampaikan harapannya agar forum ini menjadi wadah strategis untuk bertukar gagasan sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret pengembangan organisasi alumni. Ia juga mengajak seluruh alumni untuk terlibat aktif dalam kepengurusan dan kegiatan yang akan dijalankan ke depan.
Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Sawitri berlangsung dinamis. Ia menyoroti pentingnya evaluasi terhadap kegiatan temu alumni sebelumnya, serta perlunya perencanaan yang lebih matang dengan melibatkan seluruh elemen alumni. Menurutnya, meskipun sebagian besar alumni memiliki kesibukan tinggi, dukungan dan partisipasi tetap menjadi kunci keberhasilan organisasi.
Dr. Agoes Hendriyanto dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya aksi nyata dari kepengurusan. Ia mengakui bahwa meskipun Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru diterbitkan sekitar dua minggu sebelumnya, waktu yang singkat menjadi tantangan dalam melakukan koordinasi dengan alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, Dr. Ari mengangkat isu strategis terkait pengembangan website program studi. Menanggapi hal ini, Prof. Habsari menjelaskan bahwa selama proses akreditasi, website masih mengandalkan sistem UNS yang memerlukan verifikasi berlapis oleh admin, yang kerap menjadi kendala karena prosesnya memakan waktu cukup lama, bahkan hingga berhari-hari—terutama ketika dikerjakan pada masa libur.
Dari hasil diskusi, forum rembug santai ini menghasilkan sejumlah poin penting yang akan menjadi tindak lanjut bersama, antara lain:
- Penguatan asosiasi kajian budaya sebagai wadah keilmuan dan jejaring profesional.
- Inisiasi penulisan buku bersama oleh alumni sebagai kontribusi akademik.
- Pengembangan website program studi yang lebih mandiri dan responsif.
- Program “Alumni Mengajar” sebagai bentuk pengabdian dan transfer pengetahuan.
- Penyusunan program kerja kepengurusan secara sistematis melalui platform daring dan grup komunikasi.
- Pelaksanaan rembug santai secara rutin sebagai ruang konsolidasi dan refleksi.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa meskipun dilakukan secara sederhana dan daring, semangat kolaborasi dan komitmen intelektual alumni S3 Kajian Budaya FIB UNS tetap terjaga. Ke depan, forum ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif strategis yang tidak hanya berdampak bagi alumni, tetapi juga bagi pengembangan kajian budaya di Indonesia. (IKA-S3-KB-FIB UNS)
